Dzikir dengan Lisan

Dzikir dengan lisan adalah mengucapkan lafadz-lafadz yang diperintahkan oleh Rasulullah Saw. Dan tentunya, selain untuk mengamalkan bentuk dzikir dalam arti sempit, dzikir dengan lisan itu akan memelihara ucapan-ucapan dari hal-hal yang tidak berguna (laghau). Sehingga, lisan senantiasa basah dengan ungkapan-ungkapan kebaikan (ma’ruf) yang akan membersihkan diri dari perbuatan-perbuatan maksiat.
Rasulullah Saw bersabda, “Perumpamaan bagi orang yang selalu mengingat Tuhannya dengan orang yang tidak mau mengingat-ngingat Tuhannya adalah seperti orang yang hidup dan orang yang mati�. (HR. Bukhari dan AbuMusa al-Asy’ari).
Dalah hadist riwayat at-Tirmidzi dari Abdullah bin Bushr, dikisahkan bahwa ada seorang laki-laki yang menghadap kepada Rasulullah Saw ia berkata, “Ya Rasulallah …, sesungguhnya pintu-pintu kebaikan itu banyak sekali dan saya tidak dapat melakukan seluruhnya, karenanya katakanlah kepada saya suatu amalan yang dapat saya jadikan pegangan, dan jangan tuan perbanyak atas saya supaya tidak terlupakan�. Rasulullah Saw bersabda, “Hendaklah lisanmu selalu basah dengan dzikir kepada Allah Swt�.
Dalam komentar yang berkaitan dengan hadist di atas, Syaikh Dr. Ahmad Faried (1995:37) bertutur : “Dengan selalu dzikir kepada Allah akan menyebabkan seorang hamba memperoleh peluang besar untuk melihat-Nya di hari Kiamat kelak, dan untuk menyibukkan dirinya agar tidak berbicara dengan ucapan yang buruk seperti membicarakan orang lain (ghibah), adu domba (namimah) dan lain-lain. Karena itu, barang siapa yang terbuka baginya pintu dzikir, berarti terbuka pula baginya pintu masuk ke hadirat Allah Swt; maka hendaknya ia bersuci diri menuju kehadirat-Nya, niscaya ia mendapatkan apa yang dikehendakinya. Jika ia telah menemukan Tuhannya, maka ia telah mendapatkan segala sesuatu dan jika menjauh dari Tuhannya maka ia kehilangan segalanya.
Diantara sebaik-baik dzikir adalah qira-atul Quran (membaca) Al-Quran. Allah Swt berfirman : “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berbeda) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman�. (QS. Yunus ayat 57).
Dalam ayat yang lain Allah Swt berfirman : “Dan kami turunkan Al-Quran sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan Al-Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang dzalim selain kerugian�. (QS. Al-Isra ayat 82).
Khabab bin Arrat berkata : “Dekatkanlah dirimu kepada Allah sebatas kemampuanmu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya tiada sesuatu yang paling disukai Allah untuk bertaqarrub kehadirat-Nya melebihi firman-firman-Nya�. Ibnu Mas’ud berkata : “Barang siapa yang mencintai al-Quran, maka ia pun telah mencintai Allah dan Rasul-Nya�. Utsman bin Afan berkata : “Kalau sekiranya hatimu bersih, niscaya engkau tidak pernah merasa kenyang dari firman Tuhanmu�.
Selain qira-atul Quran, ada beberapa lafadz yang diperintahkan oleh Rasulullah Saw untuk dibaca diantaranya :
Rasulullah Saw bersabda : “Barang siapa yang membaca La Ilaha Illallahu wahdahu la syarikalahu lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-n qadiir, pada setiap hari 100 kali, seimbang dengan memerdekakan sepuluh (hamba sahaya), dan ditulis baginya seratus kebaikan dan dihapuskan daripadanya seratus dosa dan menjadi perlindungan baginya dari gangguan syetan sepanjang hari itu hingga sore. Dan tiada seorang yang lebih utama dari padanya kecuali yang berbuat seperti atau lebih banyak dari itu. Dan siapa yang membaca “Subhanallahi wa bihamdihi� 100 kali dalam sehari dihapuskan dosa-dosanya walau sebanyak buih laut�. (HR. Muttafqun ‘Alaihi dari Abi Hurairah).
Hadist yang lain menjelaskan, Rasulullah Saw bersabda, “Sukakah aku beritahukan kepada kalimat yang amat disukai Allah, sesungguhnya ucapan yang disukai Allah yaitu, “Subhanallahi wa bihamdihi�. (HR. Muslim dari Abu Dzarr).
Dalam hadist yang lain allah Swt berfirman “Dua kalimat yang ringan di lidah, tetapi berat dalam neraca timbangan, sangat digemari Allah yaitu, Subhanallahi wa bihamdini, subhanallahil Adhim�. (HR. Mutafaqqun Alaihi dari Abi Hurairah).
Juga Rasulullah Saw bersabda, “Kalau aku membaca Subhanallahi, wal hamdulillahi, walaa ilaaha illallahu wallahu akbaru�, maka bacaan itu lebih aku gemari daripada mendapatkan kekayaan sebanyak apapun di bawah sinar matahari�. (HR. Muslim dari Abi Hurairah).
Dari Abi Hurairah dia berkata, “Aku bertanya, Ya Rasulallah, siapakah orang yang paling bahagia berkat syafa’at engkau pada hari kiamat kelak ?� Beliau bersabda : “Orang yang paling bahagia berat shafa’atku pada hari kiamat kelak ialah orang yang suka mengucapkan “La ilaaha illallah�, dengan setulus hati dan jiwa�. (HR. Bukhari).

Related Post

Humas PI

“Menuju Era Dakwah Tanpa Batas” ~~Kantor Sekretariat Galeri Dakwah Percikan Iman @Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 40235 Telp.022-8888 506640235 | 08112216667 | info@percikaniman.org

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *