Peta Ekonomi Dunia Islam

Kemiskinan dan rasa lapar di masa lalu memaksa negara-negara miskin menerima penjajahan. Hari ini, negara-negara yang lemah telah menggadaikan kedaulatan negaranya lantaran lilitan hutang

Adalah hal paling susah untuk menyangkal ketidak-tahuan menjadi alasan paling dasar dan paling besar untuk kemiskinan. Menggantikan ketidak-tahuan dengan penerangan, bagaimanapun, bukanlah bagi tenaga ahli keuangan kita dan para pembaharu ekonomi

Bank pemerintah telah mengumumkan bila kemiskinan dalam negeri tidak pernah berkurang. Pernyataan itu meyakini berita baik dari para doktor ekonomi negeri ini dan mesias keuangan bahwa ekonomi telah mencapai tinggal landas dan adalah telah mendekati arah akhir sebuah kemakmuran.

Sepertiga dari orang Pakistan memiliki pendapatan kurang dari dua dolar dalam suatu hari. Di masa lalu, lima belas tahun, proporsi hidup di bawah kemiskinan ekstrim itu semua telah bangkit dari 13 menjadi 33 persen. Prestasi dalam kaitan dengan angka akhir kemiskinan telah tidak begitu baik dibanding berakhirnya buta huruf. Hasil akhir kita melawan kemiskinan, buta huruf serupa dengan kampanye perang melawan terorisme global. Perjalanan kita mengakhiri buta huruf dan kemiskinan sudah mengakibatkan Pakistan menjadi negara kedelapan paling miskin yang kebanyakan memiliki orang buta huruf dan sebagai hasil yang ‘peperangan’ terdahap terorisme di seluruh dunia yang telah menyebar dari Jerusalem ke New York dan dari Kabul ke Baghdad.

Bank pemerintah mengatakan kemiskinan tidak bisa diakhiri tanpa menghapuskan penyebab kemiskinan, sama halnya terorisme tidak bisa dihapuskan tanpa mencari akan penyebab terorisme sendiri. Mempertanyakan pertanggungjawaban kemiskinan untuk memikirkan metode, proyek dan rencana untuk mengakhirinya sama halnya merekrut teroris untuk menahan terorisme akan hanya membiarkan terorisme menjadi lebih susah dikendalikan.

Delapan negara-negara paling miskin di atas satu-satunya planet dalam sistem tata surya kebanyakan berada dalam populasi manusia di Etiopia, Sierra Leona, Afghanistan, Kamboja, Somalia, Nigeria, Mozambiq dan Pakistan. Mayoritas populasi itu enam diantaranya adalah negara-negara Islam.

Sebanyak enam negara paling miskin di ‘dunia Islam’ sejak abad ketujuh hingga abad keempat belas adalah negara yang memimpin di ilmu kimia, matematika, filosofi, ilmu perbintangan, hingga kedokteran dan obat-obatan dan selama enam abad sejak melakukan sikap anti pengetahuan dan pencerahan.

Hari ini, ‘dunia Islam’ tersebar dalam 56 negara di dunia dan mempunyai populasi penduduk sebanyak 1.3 milyar —ke lima dari keseluruhan ras manusia. Dunia Islam telah diwarisi dua pertiga atau tiga perempat kekayaan mineral dunia dan minyak. Tapi hanya 44 persen dari 56 negara itu, berkeberatan untuk menerapkan hak azasi manusia dan demokrasi. Lima belas persen dari negara-negara itu masih mempraktekkan sistem kerajaan secara turun temurun. Saudi Arabia, Iraq, Iran, Uni Emirat Arab dan Kuwait mempunyai 700 milyar barrel minyak hanyalah produk domestik kotor dari keseluruhan kekayaan ‘dunia Islam’ yang ditaksir mencapai 1.05 trilyun USD dibandingkan GDP AS 14 trilyun USD, Prancis 1.5 trilyun USD, Jeman 2 trilyun USD, Inggris 1.5 trilyun USD, Itali 1.05 trilyun USD. Kuwait, Uni Emirat Arab dan Brunei mempunyai suatu angka per kapita pendapatan lebih dari 10.000 USD. Tetapi dari 56 negara memiliki angka pendapatan perkapita kurang dari 5.000 USD.

Teramat susah untuk menyangkal bahwa ketidak-tahuan menjadi alasan paling dasar dari kemiskinan. Menggantikan ketidak-tahuan dengan bentuk penerangan bagaimanapun, bukanlah sebuah prioritas bagi para tenaga ahli keuangan kita atau para pembaharu ekonomi. Sebagai hasilnya, lebih dari 800 juta (dari 1.3 milyar orang-orang ‘dunia Islam’) adalah orang buta huruf. Tidak ada lebih dari 600 universitas di ‘dunia Islam’ dan tak satupun dari mereka datang mencapai standard internasional. Di dalam negara maju tunggal, seperti Jepang, dengan perbandingan, 1000 universitas bekerja dalam pengajaran dan riset berstandard internasional. Kota besar tunggal, Tokyo, mempunyai 113 universitas top. Amerika Serikat mempunyai 5.758 dan India 8.407 universitas.

Keseluruhan dalam ‘dunia Islam’ tidak mempunyai lebih dari 300.000 ilmuwan. Amerika Serikat sendiri mempunyai 1.1 juta dan Jepang memiliki 700.000. Amerika Serikat, suatu negeri yang terdiri dari 290 juta penduduk, membanggakan 227 Nobel penyair.

Di masa lalu, alasan kemiskinan, rasa lapar dan pengangguran memaksa negara-negara miskin menerima kolonialisasi dan penjajahan dari banga asing dan bangsa-bangsa maju. Hari ini, negara-negara yang lemah dan miskin telah menggadaikan kedaulatan negaranya lantaran kewajiban hutang yang bertumpuk.

Kolom ini diambil dari Daily Times, 8 November 2003 oleh Munnoo Bhaiseorang redaktur dan penulis.

Related Post

Humas PI

"Menuju Era Dakwah Tanpa Batas" ~~Kantor Sekretariat Galeri Dakwah Percikan Iman @Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 40235 Telp.022-8888 506640235 | 08112216667 | info@percikaniman.org

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *