Penderita Stroke Dapat Disembuhkan

Hari Penyakit Jantung Dunia 2003 Jakarta, Sinar Harapan Jika bicara kesehatan jantung, berarti kita juga membicarakan segala jenis penyakit jantung dan stroke. Itulah yang menjadi latar belakang World Heart Day yang jatuh 28 September lalu. Diperingati di lebih dari 90 negara di dunia, tema tahun ini adalah ”Women, Heart Disease and Stroke”.

Fokus pada mempromosikan gaya hidup yang sangat memperhatikan kesehatan jantung bagi para wanita dan setiap orang yang mereka cintai. Aktivitas fisik, hidup yang bebas tembakau, makanan bernutrisi tinggi, pengendalian berat badan dan kontrol rutin tekanan darah, adalah bagian penting dari upaya Anda memperhatikan kesehatan jantung Anda.
Hal penting yang kita harus tahu adalah bahwa lebih dari 60% wanita diidentifikasikan menderita kanker payudara, dan kanker ini menarik perhatian sebagian terbesar kalangan wanita. Namun jika dilihat tingkat kematian di antara wanita, ternyata kematian akibat kanker jantung dan stroke, lebih banyak 8 kali lipat dibanding kematian akibat kanker payudara.

Stroke
Sekitar 30%-40% penderita stroke dapat sembuh sempurna (bisa bekerja seperti biasa) asalkan penanganan terhadap mereka dilakukan dalam jangka waktu 6 jam setelah terjadinya serangan. Bahkan ada yang berpendirian bahwa penderita stroke dapat sembuh bila ditangani kurang dari 3 jam setelah terjadi serangan.
Hal ini disampaikan oleh dokter spesialis saraf dan konsultan Neurologi RSPAD Gatot Subroto, dr Sutarto Pd,Sp S dalam Seminar Pencegahan Stroke dan Penyakit Jantung, di Jakarta, Senin (29/9). ”Ada sekitar 30%-40% penderita stroke dapat sembuh sempurna asalkan mereka ditangani dalam jangka waktu 6 jam atau kurang dari itu. Hal ini penting agar pasien tidak mengalami kecacatan. Kalaupun ada gejala sisa seperti jalannya pincang atau berbicaranya pelo, namun gejala sisa ini masih bisa disembuhkan. Sayangnya, sebagian besar penderita stroke datang ke rumah sakit setelah 48 jam terjadinya serangan,” ujarnya.
Menurutnya, stroke dapat disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah di otak dan ada juga yang disebabkan oleh pendarahan (pecahnya pembuluh darah otak). Di Indonesia sendiri 80% penderita stroke disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah di otak. Stroke dapat muncul disebabkan oleh beberapa faktor seperti usia, tekanan darah tinggi, jantung, diabetes, obesitas, rokok, stres, alkohol, kurang olah raga, jenis kelamin, suku bangsa/ras dan lain sebagainya.
Saat ini stroke tidak hanya menyerang mereka yang sudah lanjut usia, tetapi juga menyerang orang muda. Pada orang muda, stroke dapat menyerang terutama bagi mereka yang gemar mengkonsumsi makanan berlemak dan narkoba (walau belum memiliki angka yang pasti).
Spesialis jantung dan pembuluh darah dr Susilo Wibowo mengatakan serangan stroke dapat dibagi dua yaitu stroke ischemik dan stroke hemorragik. Gejala stroke ischemik dapat menyerang dua daerah yaitu daerah karotis dan daerah vertigo basiler. Gejala stroke ischemik yang menyerang daerah karotis adalah lumpuh sebelah, mati sebelah, kesulitan berbahasa dan gangguan penglihatan. Sedangkan gejala stroke ischemik yang menyerang daerah vertigo basiler gejalanya adalah vertigo, gangguan penglihatan, penglihatan rangkap, kelumpuhan total, mati rasa, gagap dan ataksia.
Stroke hemorragik dapat menyebabkan pasien tampak lebih parah sakitnya. Kondisi pasien cepat memburuk dari pada stroke ischemik, sakit kepala yang berat, kesadaran terganggu, mual dan muntah. Serangan jantung dan stroke, lanjut Susilo, walau sering terkesan mendadak, namun sesungguhnya merupakan suatu tahap dari suatu siklus kesehatan. Menurutnya, ada beberapa pencegahan serangan jantung dan stroke. Pertama, pencegahan primer, dengan perilaku hidup sehat sejak dini. Kedua, pengendalian faktor-faktor risiko secara optimal harus dijalankan. Ketiga, melakukan medical check up secara rutin dan berkala dan si pasien harus mengenali tanda-tanda dini.

Pembunuh Nomor Tiga
Sementara itu Komisaris Nusantara Stroke dan Medical Centre Sanyoto Sastrowardoyo mengatakan stroke merupakan penyakit yang mematikan nomor tiga setelah penyakit kanker dan jantung. Berdasarkan data statistik di Amerika, setiap tahun terjadi 700.000 kasus stroke baru di Amerika. Dari data tersebut menunjukkan bahwa setiap 45 detik, ada satu orang di Amerika yang terkena serangan stroke.
Sanyoto menambahkan, di Amerika biaya yang dikeluarkan untuk stroke setiap tahunnya sekitar 50 milyar dolar AS, sedangkan penghasilan yang hilang karena tidak dapat bekerja akibat stroke sekitar 20 milyar dolar AS. ”Angka-angka tersebut menunjukkan begitu besar pengaruh stroke terhadap kehidupan umat manusia. Stroke merupakan penyakit pembunuh nomor tiga sesudah jantung dan kanker,” ujarnya.
Nusantara Stroke dan Medical Centre (NSMC) yang berdiri pada tanggal 28 September 2002 merupakan suatu perwujudan program jangka pendek dari Yayasan Stroke Indonesia. Ketua Umum Nusantara Stroke dan Medical Centre dijabat oleh Soedomo. NSMC yang menempati ruangan seluas 1.200 m2 di lantai III Gedung Granadi ini memiliki 7 klinik spesialis dengan fasilitas pemeriksaan neurology, cardiology, ophthalmonology, ENT & audiometry, dental, ECG, USG, echocardiography, spirometry yang dilengkapi dengan laboratorium klinis dan apotik.
Selain itu NSMC juga didukung oleh 48 dokter yang ahli di bidangnya. Lembaga ini pada dasarnya menawarkan jasa pelayanan medis yang bersifat protektif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.

Related Post

Humas PI

"Menuju Era Dakwah Tanpa Batas" ~~Kantor Sekretariat Galeri Dakwah Percikan Iman @Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 40235 Telp.022-8888 506640235 | 08112216667 | info@percikaniman.org

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *