Dear Ukhti-ukhtiku…

Bangunan gereja yang dijadikan masjid adalah gereja Aya Sofia yang terletak di pusat kota Constantinopel. Aya Sofia adalah gereja umat Kristen Timur yang dibangun oleh Constantius, putra Kaisar Constantine Agung. Gereja ini telah mengalami perbaikan beberapa kali karena kebakaran dan terkena gempa bumi. Gereja ini menjadi lebih besar, megah, dan indah pada masa pemerintahan Kaisar Justinianus (527-565 M).

Keistimewaannya terletak pada bentuk bangunan kubahnya yang besar dan tinggi, berdiameter 30 meter, tinggi 54 meter, interiornya dihiasi dengan mosaik dan fresko, tiang-tiangnya terbuat dari pualam berwarna-warni, dan dindingnya dihiasi berbagai ukiran.

Ketika Constantinopel jatuh ke tangan umat Islam di bawah pimpinan Sultan Muhammad II pada tanggal 27 Mei 1453 M, nama kota tersebut diganti menjadi Istanbul, dan dijadikan ibu kota kerajaan Ottoman. Sejak itu, gereja Aya Sofia diubah fungsinya menjadi masjid yang kemudian terkenal dengan nama Masjid Aya Sofia. Hingga sekarang masjid itu masih berdiri kokoh di kota Istanbul-Turki.

Pengalihan fungsi dari gereja menjadi masjid diikuti pula dengan perubahan dan penambahan pada bagian-bagian tertentu, seperti bagian mimbar, mihrab, menara dll. disesuaikan dengan corak dan gaya bangunan masjid. Pada masa Sultan Muhammad Al Fatih (memerintah 1444-1481 M) dibangun sebuah menara di bagian Selatan. Sultan Salim II (memerintah 1566-1574 M) membangun pula sebuah menara di bagian Timur Laut. Sultan Murad III (memerintah 1674-1595 M) membangun dua buah menara dan mengubah bagian-bagian bangunan lainnya yang awalnya bercirikan gereja, di antaranya mengganti tanda salib yang terpampang pada puncak kubah dengan hiasan bulan sabit.

Dengan perubahan dan penambahan tersebut, bangunan Aya Sofia tampil sebagai bangunan yang bercorak Islam. Bangunan Aya Sofia sebagai karya puncak arsitektur Bizantium banyak mengilhami para arsitek Turki dalam mendesain bangunan-bangunan masjid di Istanbul dan wilayah-wilayah sekitarnya, sebagaimana tampak pada gaya arsitektur masjid-masjid di Turki. Setelah lima abad dijadikan masjid, penguasa Turki Kemal Ataturk menjadikannya sebagai museum. Wallahu A’lam.

Related Post

Humas PI

“Menuju Era Dakwah Tanpa Batas” ~~Kantor Sekretariat Galeri Dakwah Percikan Iman @Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 40235 Telp.022-8888 506640235 | 08112216667 | info@percikaniman.org

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *