Perbedaan Hadits Qudsi dengan Al-Qur’an

Cara shalat di kapal pesiar sama saja dengan shalat biasa. Cara ruku dan sujudnya seperti biasa. Kalau tidak mengetahui arah kiblat, Anda boleh menghadap ke mana saja yang Anda yakini. Ini merujuk pada ayat yang berbunyi, “Timur dan barat itu milik Allah, ke mana saja kamu menghadap maka itulah arah Allah ( kiblat).” (Q.S. Al Baqarah 2: 115)

Ada masalah lain, mengenai waktu shalat. Kalau memang sulit untuk mengetahui waktu shalat, kita ikuti saja waktu di mana kita berada. Atau menurut posisi waktu Anda di suatu negara. Misalnya, Anda berada di perairan Amerika. Di sana, keadaannya siang hari atau pertengahan hari, berarti itu sudah masuk waktu zuhur. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa jika kita tidak tahu waktu shalat, maka lihatlah matahari. Kalau bayangan kita keluar sedikit, atau melebihi kita sedikit, itu adalah waktu shalat Zuhur. Kalau bayangan kita panjangnya sudah sama atau lebih panjang dari ukuran tubuh kita, itu sudah datang waktu shalat Ashar. Kalau shalat Maghrib, matahari sudah terbenam dan di sisi langit sebelah barat ada warna kemerah-meraha. Sementara shalat Isya, warna kemerah-merahan itu sudah menghilang.

Walaupun kita sedang berada di luar negeri, Anda tidak bisa mengqashar shalat karena di sana Anda tidak sedang berlibur melainkan sedang mencari nafkah. Jadi, selama satu tahun itu Anda tetap shalat seperti biasa. Zuhur, Ashar, dan Isya tetap empat rakaat.
Shalat Jumat bisa dilakukan dengan jumlah jamaah yang sdikit. Bahkan, Anda bisa melakukannya walaupun hanya ada dua orang. Bahkan, jika tidak memungkinkan adanya khutbah, itu pun tidak apa-apa yang penting Anda berniat shalat Jumat shalat Jumat dan shalatlah dua rakaat. Lalu, bagaimana jika tidak ada sama sekali teman yang bisa diajak shalat Jumat? Anda shalat saja sendiri dua rakaat. Jadi, ajaran agama kita tidak memberatkan.

Lain lagi dengan shaum. Ada bisa saja mengqadha shaum. Selain karena sulit menentukan waktu maghrib dan subuh, bisa jadi kondisi tubuh Anda tidak kuat, misalnya karena waktu siang hari yang sangat panjang. Anda bisa mengqadha nanti setelah pulang ke Indonesia.
Satu pesan saya bagi Anda yang bekerja di kapal pesiar. Harap berhati-hati karena godaannya besar sekali. Pandai-pandailah menjaga diri banyak berdoa dan dekatkanlah diri Anda kepada Allah.

Related Post

Humas PI

"Menuju Era Dakwah Tanpa Batas" ~~Kantor Sekretariat Galeri Dakwah Percikan Iman @Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 40235 Telp.022-8888 506640235 | 08112216667 | info@percikaniman.org

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *