Desain Busana

Related Post

Humas PI

“Menuju Era Dakwah Tanpa Batas” ~~Kantor Sekretariat Galeri Dakwah Percikan Iman @Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 40235 Telp.022-8888 506640235 | 08112216667 | info@percikaniman.org

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Desain Busana

Kalau kita cermati, memang banyak ayat yang menyuruh kita berbusana yang baik dan sopan, bahkan Allah swt. telah menetapkan busana sebagai bagian yang tak terpisahkan dari peribadatan Islam. Menurut keterangan sejumlah ayat Al Quran dan hadis Nabi saw., pakaian berfungsi sebagai berikut.

1. Penutup Aurat
Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya…� (Q.S. An-Nur 24: 31) Ayat ini menjelaskan bahwa pakaian berfungsi untuk menutup aurat. Menutup aurat hukumnya wajib sebagaimana wajibnya shalat, shaum, zakat, dan haji.
    
Menurut ayat di atas, seluruh tubuh wanita itu aurat alias harus ditutup. Adapun yang dimaksud dengan kalimat, kecuali yang biasa tampak dari padanya… sebagaimana yang dijelaskan oleh Ibnu Abbas r.a. adalah wajah dan telapak tangan hingga pergelangan, berarti punggung tangan juga boleh terlihat.
    
Nanti kalau Anda sudah menjadi desainer, silakan berkreasi menciptakan busana Muslim model seperti apa pun asalkan menutup aurat dengan batasan yang tadi sudah dijelaskan. Urusan mode tidak dikupas secara detail dalam Al Quran. Hal ini dimaksudkan agar para desainer berkreasi sesuai dengan tuntutan zamannya, yang penting aurat wanita tertutup.

2. Pakaian sebagai Identitas
Kadang-kadang dalam kehidupan sehari-hari kita bisa membedakan seseorang dari pakaiannya, seperti polisi, anak sekolah, atau yang lainnya. Oleh sebab itu, Allah swt. menjelaskan dalam Al Quran bahwa wanita Muslim diwajibkan berjilbab atau menutup aurat supaya mudah dibedakan identitasnya.

Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang Mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal karena itu mereka tidak diganggu.� Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. Al Ahzab 33: 59)

Perhatikan ayat ini! Sesudah memerintahkan Nabi saw. menyuruh istri, anak perempuan, dan wanita Muslimah berjilbab, Allah mengunci ayat tersebut dengan ungkapan … Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal … Jadi, menurut ayat ini pakaian bisa berfungsi sebagai identitas atau alat pengenal.

3. Pakaian sebagai Perhiasan
Kita harus berusaha untuk berpakaian rapi, bersih, bahkan modis. Sebab, selain sebagai penutup aurat, pakaian juga sebagai identitas dan sebagai perhiasan. Bahkan, Allah swt. menyuruh kita selalu memakai pakaian terbaik kalau beribadah. Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (Q.S. Al A’raf 7: 31)
    
Kita tidak dilarang memakai pakaian yang mahal dan bagus, asalkan tidak sombong. Nabi saw. pernah ditanya, “Apakah orang yang senang berpakaian indah dan mahal itu tanda kesombongan?� Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu Mahaindah dan Allah mencintai keindahan. Keangkuhan atau kesombongan adalah menolak kebenaran dan menghina atau merendahkan orang lain.�
    
Nabi memberi keterangan yang jelas dalam hadis ini bahwa Allah itu indah dan suka keindahan sedangkan sombong itu kalau kita menolak kebenaran dan menghina orang lain. Selama Anda berpakaian mahal dan indah itu tidak menghina orang dan tidak membanggakan diri maka tidak ada masalah.

4. Pakaian Terindah adalah Takwa
Sebaiknya kita bukan hanya pandai memperindah pakaian lahiriah, yaitu pakaian yang menutupi aurat. Tapi kita juga harus terus-menerus menghiasi diri dengan pakaian ketakwaan. Hai anak Adam, sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. (Q.S. Al ’Araf 7: 26)

Jujur, rendah hati, jiwa pemaaf, dermawan, ramah, dan segala sifat mulia itu merupakan pakaian takwa. Walau pakaian lahiriah kita sederhana, tapi kalau pakaian takwa kita indah, insya Allah kesederhanaan pakaian akan tertutup dengan keindahan takwa. Sebaliknya, kalau pakaian kita indah dan mahal, tapi ucapan dan perbuatan kita banyak menyakiti orang lain, kita akan dihinakan orang. Alangkah indahnya kalau kita mampu memiliki dua pakaian yang indah itu sekaligus.

Wallahu a’lam

Related Post

Humas PI

“Menuju Era Dakwah Tanpa Batas” ~~Kantor Sekretariat Galeri Dakwah Percikan Iman @Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 40235 Telp.022-8888 506640235 | 08112216667 | info@percikaniman.org

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *