Allah Itu Siapa?

Seorang Ibu menjelaskan kepada anaknya bahwa yang menciptakan air, yang menumbuhkan pepohonan, yang menciptakan burung, yang membuat cicak di dinding, yang memberi rasa pisang itu enak, menjadikan jeruk itu manis, atau menjadikan mangga itu kecut, semuanya diciptakan oleh Allah. Kemudian anak itu bertanya kepada ibunya: Allah itu siapa bu?. Pertanyaan anak yang masih polos tersebut, mungkin juga pernah kita alami. Jawaban yang paling sederhana, singkat, dan mudah dipahami oleh pemikiran anak, jawabannya memang; Allah itu Sang Pencipta.

Namun atas jawaban ibunya tersebut nampaknya anak itu tidak puas, selanjutnya masih bertanya lagi: Allah itu punya teman ndak bu?, pernah sekolah nggak?. Akhirnya ibunya bingung menjawab, terus ibunya ngajak ke mini market dan anaknya belum mendapat jawaban yang puas mengenai Allah itu siapa?.

Cara yang paling tepat untuk mengenal Allah yaitu dengan menggunakan wahyu dari Allah yaitu Al-Quran, karena Allah berfirman sendiri. Sedangkan mengenal Allah tidak bersandar dengan Al-Quran, umumnya tidak bisa diterima nalar sehat, terkadang kebenarannya juga tidak obyektif. Allah-lah yang mengetahui tentang diri-Nya sendiri. Orang-orang beriman yakin betul dan menyadari hanya Firman Allah (Al-Quran) yang dapat menjawab pertanyaan besar tentang Allah itu siapa?.

Kepada siapapun entah itu anak kecil, ibu-ibu, bapak-bapak, bahkan filosof atau teolog jika bertanya tentang Allah itu siapa? Maka jawablah dengan jawaban yang sederhana, seperti yang diajarkan oleh Allah kepada Nabi-Nya ”Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakan. Dan tidak seorangpun yang setara dengan-Nya”. (QS Al-Ikhlas: 1-4). Dengan jawaban itu anak-anak menjadi sholeh dan sholikah, bapak-bapak dan ibu-ibu menjadi tumbuh subur keimanannya, bahkan seorang filosof atau teolog akan menjadi muslim.



Jika masih bertanya lagi untuk kedua kalinya siapakah Allah itu?, maka dengan bersabar diberi jawaban yang sesuai dengan pertanyaannya. “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar”.(QS Al-Baqarah: 255).

Jika belum puas dan masih bertanya lagi, maka benar diberi jawaban “Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS Al-Hasyr: 22-24).

Untuk menjawab Allah siapa? dan penjelasan hikmah dibalik penciptaan-Nya, dapat diterangkan juga dengan Firman Allah: ” Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (Yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling?. Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui. Dan Dialah yang menciptakan kamu dari seorang diri, maka (bagimu) ada tempat tetap dan tempat simpanan. Sesungguhnya telah Kami jelaskan tanda-tanda kebesaran Kami kepada orang-orang yang mengetahui. Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang kurma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah, dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.(Al-An’am: 95-99).

Sebagai umat muslim yang baik mari kita hafalkan dengan baik ayat-ayat asmaulhusna. “Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Dia mempunyai al asmaulhusna (nama-nama yang baik)”. (QS Thaha: 8). Mudah-mudahan kita tercatat sebagai orang yang senantiasa mensucikan Allah, mengagungkan-Nya dan memuj-iNya. Saya ingatkan kembali ma’rifatullah dengan nalar dan tidak menggunakan Firman Allah yang termaktub dalam wahyu Allah Al-Quran adalah cara yang sesat.

Oleh : M. Rum Budi S.

Related Post

Humas PI

"Menuju Era Dakwah Tanpa Batas" ~~Kantor Sekretariat Galeri Dakwah Percikan Iman @Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 40235 Telp.022-8888 506640235 | 08112216667 | info@percikaniman.org

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *