logo-percikan-iman-sementara

Mata dan Ikhsan

Untuk kondisi Anda, tentu saja dibenarkan. Pada zaman Rasulullah saw. ada sejumlah shahabat yang melakukan shalat secara sembunyi-sembunyi untuk menyelamatkan diri dari penindasan kafir Quraisy.

Hudzaifah berkata: Suatu ketika kami berkumpul dengan Rasulullah saw. Lalu Nabi saw. bersabda, “Coba kamu hitung berapa jumlah umat Islam sekarang!” Kami menjawab : “Apakah engkau khawatir ya Rasulullah? Jumlah kami sekitar 700 orang”. Nabi Bersabda: “Kalian belum tahu, kalau suatu ketika akan terjadi cobaan.” Khudzaifah berkata : “Benar juga sabda Rasulullah saw. Nyatanya kami benar-benar mendapat cobaan, sehingga kami tidak dapat shalat melainkan dengan cara sembunyi-sembunyi”. (HR. Muslim No. 122)

Merujuk pada keterangan ini, kita bisa simpulkan bahwa shalat secara sembunyi-sembunyi diperbolehkan kalau situasi dan kondisi tidak memungkinkan untuk melaksanakannya secara terang-terangan. Wallahu A’lam.

Related Post

Humas PI

"Menuju Era Dakwah Tanpa Batas" ~~Kantor Sekretariat Galeri Dakwah Percikan Iman @Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 40235 Telp.022-8888 506640235 | 08112216667 | info@percikaniman.org

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *