Berubahkah AS dengan Obama ?

Dunia baru saja menyaksikan, Barack Obama akhirnya terpilih menjadi presiden Amerika Serikat yang ke-44. Banyak kalangan di seluruh dunia, termasuk Dunia Islam, menyambut gembira kemenangan Barack Hussein Obama sebagai presiden Amerika Serikat. Banyak kalangan berharap, Obama akan menyelamatkan Amerika Serikat dan membawa perubahan yang besar terhadap dunia.

Harapan yang sama juga muncul dari sebagian umat Islam. Di dalam negeri, misalnya, Ketua MPR RI Hidayat Nurwahid berharap, Barack Obama mampu menghadirkan tata dunia baru yang tidak lagi berbasis pada hegemoni arogan Amerika Serikat (AS) yang selama ini dijalankan oleh pemerintahan Presiden George W Bush. “Saya berharap Obama juga melahirkan tata dunia baru yang lebih berkeadilan, termasuk dalam konteks Timur Tengah,” tegasnya. (Hnw.or.id, 7/11/2008).

Bagaimana Kebijakan Amerika setelah Obama terpilih menjadi Presiden Amerika? Apakah ia akan lebih toleran terhadap Islam, ataukah akan tetap melanjutkan kebijakan Bush yaitu War of Terorism (Islam)?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita bisa menganalisisnya dengan mengajukan beberapa pertanyaan, yaitu ?

•    Bagaimana Obama melihat National Interest (Kepentingan Nasional ) negaranya?
•    Apa yang menjadi ancaman terhadap National Interest Amerika?
•    Bagaimana respon Obama terhadap ancaman tersebut?
•    Apa yang akan menjadi justifikasi/alasan Obama dalam merespon ancaman tersebut?

Kepentingan Nasional Amerika : Minyak Dan Israel

Salah satu kepentingan nasional AS yang akan dibela mati-matian adalah minyak dan gas bumi, karena sejak lama AS sangat bergantung kepada minyak dan gas asing. AS adalah pengomsumsi minyak dan gas terbesar di dunia, yakni sekitar 23,9% (minyak) dan 22,6% (gas), bahkan antara konsumsi dan produksi, AS defisit sekitar 66,67% (minyak) dan 16,17% (gas). ( Jalasah Munnah,Erqul Islam, 22/11)

Kepentingan Nasional AS berikutnya adalah Israel.
Saya berjanji kepada Anda bahwa saya akan melakukan apapun yang saya bisa dalam kapasitas apapun untuk tidak hanya menjamin keamanan Israel tapi juga menjamin bahwa rakyat Israel bisa maju dan makmur dan mewujudkan banyak mimpi yang dibuat 60 tahun lalu,” (Suaramedia.com, 6/10/08).

Israel merupakan pangkalan militer AS yang paling strategis di Timur Tengah. Hal tersebut disebabkan karena Timur Tengah sangat vital bagi AS. 30,8% produsen minyak dunia dan 12,1% produsen gas dunia berada di Timur Teangah. Selain itu Timur Tengah juga memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, yakni sekitar 61% dan memiliki 41,3% cadangan gas dunia. Itulah alasannya, kenapa seluruh capres AS harus terlebih dahulu mendapat persetujuan dan dukungan dari Israel, termasuk Obama.
Ancaman Kepentingan Amerika : ‘Rising Power’

Yang menjadi ancaman kepentingan AS dalam memenuhi kepentingan Nasionalnya yaitu:
1) Negara yang tidak bersahabat, yakni Syiria dan Iran. Menurut Erqul Islam, Pengamat Politik Timur Tengah, ada yang mencurigakan berkenaan sikap AS terhadap Iran yaitu, pada tahun 2007 Ekspor AS ke Iran naik 20 kali lipat. Dalam ilmu politik ada teori “ Lihat perbuatannya jangan lihat perkataanya. Ada apa Iran dengan AS?
2) Teroris (versi AS), yakni Hamas, Hizbullah dan Al-Qaida dan
3) Obama says :,“rising power that could challenge both America and the international foundation of liberal democracy”.
Menurut Erick Islam, ‘rising power’ atau kekuatan yang sedang naik itu adalah Khilafah. Untuk itu, menjadi lebih jelas bahwa AS akan melakukan apapun untuk menghilangkan ancaman terhadap kepentingan AS, termasuk kemungkinan munculnya ‘rising power’, Khilafah Islamiyah. Jadi, apa bedanya Obama dengan Bush?

Perang Atas Nama War Of Terorism

Sesungguhnya terorisme yang selama ini terjadi adalah fabricated terrorism atau terorisme yang diciptakan. Konspirasi AS dalam kasus 911 sampai Konspirasi di balik Bom Bali merupakan justifikasi untuk menuduh Islam dan pengembannya sebagai teroris.

Kita harus melihat pribadinya dan mengevaluasi kebijakan-kebijakan yang telah dinyatakannya. Barack Obama telah menyatakan keinginannya untuk menyerang Pakistan, mengintensifkan peperangan di Afghanistan dan terus mempromosikan kapitalisme yang telah membawa malapetaka. Dia juga telah berikrar untuk senantiasa mendukung pendudukan brutal Israel di Palestina. Dimanakah letak perubahan ‘yang sesungguhnya’ dari kebijakan-kebijakan George W. Bush?



Ingatlah! Amerika bukanlah satu orang…Amerika adalah sebuah negara kapitalis dengan seperangkat kebijakan luar negeri kapitalis, yakni untuk menjajah negara-negara lain. Dengan cara itulah, negara itu senantiasa mencari cara untuk mempertahankan dominasinya di Dunia Islam dan terus melanjutkan agenda eksploitasi kapitalisnya.

* * *

[Ibnu Khaldun Aljabari, 29 Dzulqa’dah 1429 H)

Related Post

Humas PI

"Menuju Era Dakwah Tanpa Batas" ~~Kantor Sekretariat Galeri Dakwah Percikan Iman @Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 40235 Telp.022-8888 506640235 | 08112216667 | info@percikaniman.org

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *