Manusia Bintang

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak.” (TQS. Ar-Rum : 20)

Imam Ath Thabary menafsirkan baha yang diciptakan dari turaab (debu/tanah) hanyalah Adam sedangkan semua manusia sebagai anak keturunannya tidak. Padahal ayat tersebut menegaskan bahwa semua manusia diciptakan dari turrab. Rasanya perlu ada tafsiran lain.

Begini, 99 persen tubuh manusia terdiri dari 6 elemen utama yaitu oksigen, karbon, hidrogen, nitrogen, kalsium dan fosfor. Sisanya adalah unsur-unsur lain dalam jumlah kecil, seperti potasium, belerang, sodium, magnesium, tembaga, seng, flour, khlor, besi, lithium, alumunium, silikon, arsenik dan bromium. Diawal alam semesta, hanya ada atom hidrogen yang kemudian berfusi dengan neutron bebas menjadi helium.

Kemudian, barulah elemen-elemen kimia lain terbentuk di perut bintang yang padat, hasil fusi nuklir hidrogen dan helium. Bintang-bintang itu lahir jauh sebelum matahari kita, belasan miliar tahun silam. Ketika bintang-bintang itu padam, mereka taburkan zat-zat kimia tadi ke seluruh penjuru sebagai debu di ruang angkasa luar.

Zat-zat itu mengendap dan berproses lagi dalam bintang-bintang berikutnya yang lahir dan mati silih berganti. Lalu terserap kedalam planet-planet yang terbentuk kemudian sebagai materi dan debu partikel. Lantas, masuk menjadi unsur pembentuk tubuh makhluk hidup. Jadi, semua unsur kimia yang menyusun tubuh manusia berasal dari debu dan bintang dulu kala. Subhanallah, Itulah makna ilmiah bahwa manusia dicipta dari debu.



Hidrogen yag bersenyawa dengan oksigen sebagai air ditubuh kita berasal dari masa ledakan awal alam semesta. Karbon adalah hasil fusi helium dan terlempar dari bintang yang mulai mati. Nitrogen berasal dari perut bintang merah raksasa seperti Antares dan Betelgeuse. Kalsium, unsur dalam tulang berasal dari perut bintang.

Setiap atom besi didalam darah yanga membuatnya warna merah, berasal dari proses fusi di inti bintang. Ketika bintang mendingin, mengerut lalu akhirnya membalik menjadi ledakan supernova, terbentuklah logam mulia seperti emas, perak dan platinum. Karena tubuh kita memang berasal dari debu bintang, kita sebenarnya manusia bintang.

Wallahu a’lam

Related Post

Humas PI

"Menuju Era Dakwah Tanpa Batas" ~~Kantor Sekretariat Galeri Dakwah Percikan Iman @Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 40235 Telp.022-8888 506640235 | 08112216667 | info@percikaniman.org

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *