MEMBINA GENERASI TANGGUH

Itulah akhlak utama yang diberikan puasa pda orang yang melakukannya; sabar, taat dan teratur. Pernahkah Anda melihat umat yang berakhlak dengan kekuatan spiritual ini kalah dari musuh-musuhnya?

Pernahkah Anda lihat satu pasukan dimana personel tentaranya berakhlak kuat kemudian mereka berada di ambang kekalahan?

Pernahkah Anda lihat suatu masyarakat yang dihiasi dengan akhlak kemudian kerusakan menyerangnya? Demi Allah yang mengutus Rasulullah, jika hari ini kita memiliki akhlak itu dalam peperangan kita melawan Israel, maka kita akan mampu mengalahkan mereka dalam sekejap mata.kendati kita hanya memiliki separoh dari persenjataan dan perlengkapan mereka.

Hidup adalah perang. Hanya orang-orang kuat yang mampu memenangkan peperangan. Ada dua unsur kekuatan yang harus dimiliki untuk memenangkan peperangan: kekuatan ruhani dan kekuatan materi. Biasanya kemenangan yang hanya didukung kekuatan fisik atau materi tidak akan bertahan lama. Islam mengajarkan banyak kepada kita, tentang masa-masa umat terdahulu yang kuat dari sudut materi.

Namun kekuatan materi itu justru membuat mereka terjerembab dalam kerusakan dan kehancuran. Mereka bahkan menolak peringatan Allah swt, mendustakan dan menyatakan perang dengan para rasul-Nya. Materi mereka unggul, tapi hancur dalam aspek ruhani.
    
Renungkanlah Uraian Al-Qur’an berikut ini:
“Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum ‘Aad? (yaitu) kaum Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi (pencakar langit) yang belum pernah dibangun suatu (kota) seperti itu di negeri-negeri lain. Dan kaum Tsamud yang memotong batu-batu besar di lembah. Dan kaum Fir’aun yang mempunyai pasak-pasak (tentara yang banyak) yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri. Kemudian mereka banyak membuat kerusakan dalam negeri. Karena itu Tuhanmu menimpakan cemeti azab pada mereka. Sesungguhnya Tuhanmu banar-benar mengawasi.” (QS. Al-Fajr: 6-14)

“Dan apakah mereka tidak mengerjakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) orang-orang sebelum mereka? Orang-orang yang sebelum mereka jauh lebih kuat dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yanng mereka makmurkan.” (QS. Ar-Ruum:9)

Demikianlah, Al-Qur’an menegaskan fakta sejarah tentang nasib tragis sekelompok manusia yang mementingkan aspek materi dan mengabaikan aspek ruhani. Harta melimpah, budaya maju luar biasa, tapi ruhani, jiwa akhlak, moral, dan aqidah, kering kerontang.

Bukan berarti kita boleh mengabaikan kekuatan materi. Tidak, kekuatan ruhani tanpa kekuatan materi, juga tak berguna. Bukan itu jalan kemenangan yang harus ditempuh. Lihatlah bangsa-bangsa yang lemah, hancur dan selalu dirongrong ancaman instabilitas. Mereka takluk di hadapan musuhnya lantaran tak memiliki kekuatan fisik dan finansial.

Lalu bagaimana harusnya kita meniti jalan kemenangan? Dengan memadukan dua unsur kekuatan ruhani dan materi. Al-Qur’an mengisyaratkan hal ini dalam untaian doa: “Wahai Tuhan kami, berilah kebaikan di dunia dan di akhirat.” Unsur dunia, bermakna unsur materi, sedangkan unsur akhirat adalah unsur ruhani. Siapa pun yang berhasil memadukan dua kekuatan ini, dialah yang akan menang.
Dalam ayat yang lain, Allah SWT berfirman,

“Dan siapkan untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian sanggupi, baik dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (dan dengan persiapan tersebut) kalian membuat gentar musuh-musuh Allah dan musuh-musuh kalian. “(QS. Al-Anfal:60)

Disamping diperintahkan mengerjakan sholat dan membayar zakat sebagai sarana peningkatan mutu ruhani, kita juga diperintahkan untuk bekerja secara serius. Allah SWT Berfirman, “Dan carilah pada apa yang telah diberikan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat. Dan janganlah kalian melupakan kebahagiaan kalian di dunia.” (QS. Al-Qashash:77)

Bahkan perintah jihad yang menjadi puncak paling tinggi dalam syariat Islam, tak mungkin dilakukan dengan kekuatan materi yang lemah. Kita diperintahkan jihad di jalan Allah dengan mengorbankan jiwa dan raga. Hanya dengan jihad inilah dakwah Islam akan tegak.

Di masa Rasulullah, perjalanan dakwah sarat dengan kisah-kisah heroik yang luar biasa. Rasulullah mengenakan baju pelindung. Masuk ke kancah peperangan. Memimpin pasukan. Menyerang dan menghabisi lawan yang menghadang. Hingga akhirnya kemenangan diraih para pejuang dakwah yang memiliki dua kekuatan: ruhani dan materi sekaligus. Kedua kekuatan itu mengalahkan kekuatan paganisme yang memperbudak akal, akhlak dan menundukkan semangat musuh-musuh Islam.

Nabi Musa as. Adalah contoh lain. Kisah Nabi Musa dalam Al-Qur’an menunjukkan ia memiliki dua kekuatan yang menjadi rahasia kemenangannya. Coba renungkan, ia dikisahkan membantu mengambilkan air untuk dua wanita, dengan menggunakan kekuatan fisiknya. Lalu ia mengantarkan pulang kedua wanita itu ke rumah orangtuanya tanpa pernah melihat mereka sedikitpun.

Tiba di rumah, salah satu dari dua wanita itu berkata pada ayahnya, “Ayahku, angkatlah ia sebagai karyawan kita. Sesungguhnya orang terbaik yang engkau rekrut adalah orang yang kuat dan dapat dipercaya.” (QS.Al-Qashash:26)

Ada lagi gambaran lain yang dipaparkan Al-Qur’an tentang karakter kejayaan umat. Adalah Rasulullah saw dan para sahabantnya telah meraih sukses dengan memiliki dua kekuatan inti. Seperti yang disebutkan dalam Al-Qur’an, “Muhammad adalah utusan Allah. Dan orang-orang yang bersama dengannya bersikap tegas terhadap orang-orang kafir (simbol kekuatan materi dan fisik), dan saling sayang menyayangi di antara mereka (simbol kekuatan ruhani dan maknawi). Kamu perhatikan mereka itu ruku’ dan sujud mengharapkan karunia Allah dan Keridhoan-Nya.” (QS. AL-Fath:29)

Kesimpulannya adalah generasi akan dinamakan tangguh dan siap menang, adalah jika didukung kekuatan ruhani dan materi. Tanpa kedua atau salah satunya, maka dipastikan akan mudah melemah. Jadilah orang yang kuat! Dan lalui prosesnya..




Dr. Mustafa As-Siba’i
dengan beberapa tambahan

Related Post

Humas PI

“Menuju Era Dakwah Tanpa Batas” ~~Kantor Sekretariat Galeri Dakwah Percikan Iman @Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 40235 Telp.022-8888 506640235 | 08112216667 | info@percikaniman.org

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *