Kenali Musuh-Musuh Kebahagiaan

“The Enemy of happiness”. Setelah kita membaca salah satu artikel di Web PI ini yaitu tentang “Bahagia karena membahagiakan orang lain oleh Ustadz Tate Qomaruddin L.C”.

Saatnya sekarang kita untuk berpikir demi mengetahui Musuh-musuh kebahagiaan… Kita harus mengenal musuh-musuh kebahagiaan agar tidak merusak mood bahagia kita, tidak ngeracunin kebahagiaan kita, karena musuh-musuh kebahagiaan itu bisa merusak system pikiran kita yang sudah kita bangun.

Bahkan, bisa jadi musuh kebahagiaan ini menghancurkan masa depan kita. Jadi jangan sampai musuh kebahagiaan ini merampas kebahagiaanmu!
Apa saja musuh-musuh kebahagiaan?

1. LUPA BERSYUKUR
U have a big dream?it’s ok no problem, but never forgot for something “bersyukur” say thanks to Allah.

Apa yang kamu capai, adalah berkah untukmu, karena tidak semua orang dapat memperoleh seperti apa yang kamu peroleh.. So, buang jauh-jauh sifat lupa bersyukur karena ini bisa mengurangi kebahagiaanmu

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memberikan pernyataan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Ku-tambah nikmat-Ku kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (QS. Ibrahim: 7).

2. SYU’UDZAN
Sadam husein, presiden Irak, dikenal orang sebagai bertangan besi. Ribuan kaum muslimin disiksa dan dibunuh dibawah pemerintahaannya. Tapi siapa sangka sebenarnya ia hidup dalam ketakutan. Untuk menjaga keamananya ia tinggal dalam bunker yang tebal dan tidak bisa ditembus oleh bom biasa. Belum lagi penjagaan yang ketat.

Sadam pun amat curiga kepada orang lain. Suatu ketika di dalam kamarnya terdengar suara “klik”, mirip suara senjata dikokang, demikian takutnya ia menyuruh semua pengawalnya untuk memeriksa semua ruangan. Ia pun berpindah ke kamar lain dengan pengawalan ketat, ternyata suara itu berasal dari termos belaka.

Begitulah, kecurigaan membuat perasaan kita tidak tenang, kita selalu merasa ada orang lain yang cemburu pada kebaikan kita. Sikap permusuhan selalu kita pasang pada saat berhadapan dengan siapapun. Jangankan kritikan, senyuman orang lainpun kita sangka sebagai ledekan.

Kita menjadi orang yang terlalu sensitif, mudah tersinggung.
Cara melepaskan pikiran ini adalah selalu berfikir postif tentang orang lain. Tanggapi setiap kritikan sebagai sebuah perhatian bukan sebagai permusuhan. Keburukan kita yang dibicarakan oleh orang lain justru sebagai bahan perbaikan kita, andaikan mereka membicarakan dibelakang kita pasrahkan kepada Allah SWT….

3. SI PAMRIH
Ini sebutan untuk musuhnya ikhlas. Kalau orang yang ikhlas berbuat tanpa pamrih: tidak mengharap pujian, sanjungan, apalagi materi, nah,,, SI PAMRIH ini justru berharap sebaliknya. Mereka selalu berfikir “tidak ada yang gratis di dunia ini”. Pekerjaan apapun selalu diukur dari imbalannya.

Banyak hal yang harus kita kerjakan tanpa perlu pujiaan dan tanpa perlu bayaran. Bayangkan, seandainya semua orang berfikiran pamrih, berapa biaya yang harus kita bayar untuk sebuah senyuman, berapa ongkos yang harus kita keluarkan untuk sebuah persahabatan dan berapa biaya yang harus kita kembalikan pada orang tua sebagai “tanda jasa” melahirkan kita ke alam dunia dan membesarkan kita????

Ya, dalam alam kapitalisme semuanya terukur secara materi. Bahkan dibeberapa Negara ada biro jasa yang menyediakan teman dan orang tua bagi mereka yang membutuhkan. Mereka yang kesepian karena tidak punya teman atau sudah ditinggal orang tua bisa menyewanya dengan jangka waktu tertentu. (bayangkan jika itu terjadi pada orang tua, saudara, atau sahabat yang sesungguhnya!).

Hilangkanlah logika “SI PAMRIH” ini, karena ia amat sangat menyiksa kita. Setiap akan berbuat kita akan selalu berfikiran “biaya”, lalu kita akan kecewa saat tidak mendapatkannya. Demikian pula orang akan menjadi ragu untuk memminta pertolongan pada orang lain karena memikirkan ongkos yang harus mereka keluarkan.

4. IRI HATI
Iri hati (hasad) ibarat api yang membakar kayu. Iri hati menghanguskan semua kebaikan kita, iri hati juga membuat kita lupa bersyukur. Bahkan iri hati bisa menyulut permusuhan.

Menurut sebagian ulama, iri hati terbagi menjadi 2 macam.
• Pertama, adalah iri hati terhadap kebaikan orang lain, sehingga muncul keinginan agar kebaikan itu berpindah kepadanya.
• Kedua, adalah iri hati pada kebaikan orang lain dan berharap orang lain pun sama menderitanya seperti dirinya.

Hasad bentuk kedua ini lebih berbahaya dari bentuk pertama. Hasad seperti inilah yang dimiliki iblis. Ya, seperti sobat tau, iblis begitu dendam pada adam a.s sehingga ia bersumpah di hadapan Allah untuk menyesatkan anak-anak adam agar sama-sama menerima adzab Allah di dalam neraka.

Jadi biar kita tetep bisa bahagia, jangan biarkan The enemy of happiness ini ada dalam diri kita.

Okz… Wallahu alam.


Irma Fatmawati
– Team HomePi Percikan Iman –

Related Post

Humas PI

“Menuju Era Dakwah Tanpa Batas” ~~Kantor Sekretariat Galeri Dakwah Percikan Iman @Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 40235 Telp.022-8888 506640235 | 08112216667 | info@percikaniman.org

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *