Jodoh atau Kembaran?

“Mahasuci Dia yang menjadikan segala sesuatu berpasangan, dari yang tumbuh di bumi, dan dari diri mereka, dan dari apa yang tidak mereka ketahui.” (Q.S. Yaasin [36]: 36)

Selama ribuan tahun, kata berpasangan dalam ayat tersebut di atas diartikan sebagai pasangan gender. Ada laki-laki dan ada juga perempuan. Semua orang pasti mempunyai jodoh. Semua orang pasti akan menikah dan mempunyai suami atau isteri.

Ketika ternyata banyak orang yang tetap lajang atau jomblo sampai wafat, maka kemudian dicari tafsir lain. Dikatakan bahwa nanti di akhirat mereka akan mendapatkan pasangan bidadari. Tafsiran tersebut kontradiksi karena ayat ke-36 surat Yaasin tersebut berbicara tentang pasangan dari apa yang tumbuh di bumi. Karenanya harus ada tafsiran lain yang lebih pas.

Berkenaan dengan hal ini, ada satu teori menarik dalam ilmu fisika mutakhir. Professor Paul Dirac, ilmuwan Inggris pemenang Nobel tahun 1933, berteori bahwa materi diciptakan berpasangan. Pasangan dari materi adalah anti-materi, yaitu zat yang memiliki properti berlawanan dengan materi.

Kalau materi tersusun dari elektron bermuatan negatif dan mengitari proton yang bermuatan positif, maka anti-materi memiliki elektron yang bermuatan positif dan proton yang bermuatan negatif.

Hal ini memungkinkan setiap partikel mempunyai pasangan anti-partikel yang muatannya berlawanan. Proses terbentuk dan musnahnya pasangan tersebut berlangsung secara terus menerus (setiap saat dan di semua tempat) dalam ruang hampa.

Makna kalimat berpasangan dari apa yang mereka tidak ketahui (wa mimma la ya’lamun) dalam ayat tersebut di atas berimplikasi luas, yaitu dugaan (karena sais saat ini belum bisa mengungkap) bahwa semua materi mempunyai pasangannya masing-masing.

Misalnya, black-hole (lubang hitam) pasti memiliki pasangan yakni white-hole (lubang putih). Kalau black-hole bersifat menyedot semua materi termasuk cahaya ke dalam pusatnya, maka diduga white-hole justru memuntahkan semua materi dari pusatnya sehingga keseimbangan tetap berlangsung di jagat raya ini.

Jagat raya yang tersusun dari materi juga memiliki pasangan berupa materi gelap (dark-matter) yang belum bisa terdeteksi dengan instrumen apapun. Energi yang ada di alam ini pun memiliki pasangan yakni energi gelap (dark-energi) yang juga belum bisa diukur dengan alat yang ada sekarang ini.

Kita juga mengenal teori tentang adanya alam kembar (paralel-universe) sebagai penyeimbang alam yang kita diami saat ini. Di alam kembaran tersebut, segala sesuatunya serba berkebalikan dari alam yang kita diami ini. Di sana, setiap orang mempunyai kembaran dengan sifat yang berlawanan dan bagi Allah semua itu mudah saja.

Wallahu ‘ala kulli syai’in qodiir.

Related Post

Humas PI

"Menuju Era Dakwah Tanpa Batas" ~~Kantor Sekretariat Galeri Dakwah Percikan Iman @Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 40235 Telp.022-8888 506640235 | 08112216667 | info@percikaniman.org

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *