Bagaimana dengan Anda?

Apa jadinya jika manusia hanya dipandang sebagai “Daging Oriented” saja? Disalah satu buku Himanjaya menyebutkan bahwa semenjak dulu cara pandang terhadap manusia itu terbagi menjadi dua. Hal itu dimulai semenjak zaman para filusuf di Yunani Kuno.

Golongan pertama beranggapan bahwa esensi manusia itu bukanlah pada tubuhnya, tetapi pada entitas lain yang dinamakan jiwa. Golongan kedua beranggapan sebaliknya. Menurut mereka, kebahagiaan dan esensi diri manusia justru terletak pada tubuhnya. Jadi, nikmatilah tubuh manusia dan puaskan semaksimal mungkin. Singkatnya, jika pendapat yang kedua ini yang dipakai, maka ketentraman didunia yang sebentar ini akan terusik hebat.

Akan tetapi, ternyata cara pandang bahwa manusia dibentuk dari tubuh saja ini, bermula dari kisah penciptaan Adam. Bukankah iblis tidak mau bersujud di hadapan Adam karena beranggapan manusia terbuat dari tanah sedangkan iblis terbuat dari api.

Iblis tidak bisa melihat keutamaan Adam. Ia hanya melihat bentuk luarnya saja (jasad) yang terbuat dari tanah. Iblis menganggap dirinya lebih mulia karena dia terbuat dari api. Mengerikan bukan??Jadi kalau manusia dipandang hanya sebagai “daging oriented”, kita bisa jadi seperti iblis atau para pengikutnya… Naudzubillah dehh!


قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ


Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.” (Q.S Al A’raaf [7]: 12)

Imam Al Ghazali termasuk menganut golongan yang pertama, yaitu bahwa hakikat diri manusia adalah pada jiwanya. Sedangkan, tubuh hanya sekadar alat atau kendaraan bagi jiwa, yang dalam istilah lainnya disebut dengan golongan Orpheus. Selain itu, mereka juga disebut para idealis atau kaum esensialis.

Konon, pendapat seperti ini juga dianut oleh tokoh-tokoh spiritual dan juga menjadi dasar ajaran dari berbagai agama. Misalnya di Yunani, tokoh-tokohnya adalah Phytagoras, Socrates, Plato, Aristoteles, dan Plotinus. Sebutan jiwa dalam bahasa Yunani adalah anima dan dalam agama Islam disebut nafs.

Golongan yang kedua disebut kaum Cyrenaic. Menurut mereka, kebahagiaan itu ada pada tubuh, Jadi nikmatilah hidup, puaskan dirimu, karena setelah kematian semuanya berakhir. Setelah kematian habislah semuanya, tak ada riwayat surge dan neraka. Selesai samapai disitu saja. It’s Done!!! Aliran ini disebut juga kaum Epicurus.

Sekarang, kita perhatikan meskipun nama-nama atau istilahnya berbeda-beda setiap zamannya namun tetap saja dibagi menjadi dua golongan, jadi kita wajib berhati-hati. Bagaimana dengan hal-hal non fisik seperti Tuhan, malaikat, surga dan neraka? Itu hanya bisa diyakini oleh keimanan. Dan itu bagian dari ajaran agama kita yaitu Islam.

Jadi, wajar saja bagi mereka yang tak beragama atau yang tak beriman menganggap manusia adalah tubuh, hanyalah daging, yang enak ditonton dan layak dinikmati. So! Islam it’s so beautiful religion,,, tidak memandang manusia hanya seperti itu! Tapi memiliki nilai-nilai esensial yang sangat luar biasa.


قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللَّهِ الَّتِي أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ قُلْ هِيَ لِلَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا خَالِصَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَذَلِكَ نُفَصِّلُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ


Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. (Q.S As Sajdah [32]: 7)

Sobattt…Manusia bisa menjadi makhluk yang benar-benar tinggi derajatnya sesuai harapan yang diberikan. Dengan satu syarat, mengikuti jalan lurus Allah SWT yang diajarkan melalui Rosululloh SAW.

Tetapi bisa juga menjadi makhluk sehina-hinanya, lebih rendah dari binatang bahkan sama dengan batang kayu. Jangan sampai deh..


وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَـكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِن تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَث ذَّلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُواْ بِآيَاتِنَا فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ


Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir. (QS. Al A’raf : 176)


وَإِذَا رَأَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ أَجْسَامُهُمْ وَإِن يَقُولُوا تَسْمَعْ لِقَوْلِهِمْ كَأَنَّهُمْ خُشُبٌ مُّسَنَّدَةٌ يَحْسَبُونَ كُلَّ صَيْحَةٍ عَلَيْهِمْ هُمُ الْعَدُوُّ فَاحْذَرْهُمْ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ


Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar . Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya) maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)? (QS. Al Munaafiquun:4)

Nah, mau pilih yang mana????….selagi masih ada waktu. Bisa jadi ketika atau setelah membaca tulisan ini ‘waktu’ dari Allah SWT telah habis. Dijemput sang malaikat yang selalu ON-TIME dan UNPREDICABLE.

(Irma HomePI)

Related Post

Humas PI

"Menuju Era Dakwah Tanpa Batas" ~~Kantor Sekretariat Galeri Dakwah Percikan Iman @Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 40235 Telp.022-8888 506640235 | 08112216667 | info@percikaniman.org

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *