Ikhlas adalah Rahasia antara Aku dan Dia

“Demi Allah aku ikhlas melakukannya, tanpa ada paksaan dan tuntutan, aku ikhlas…”

“Demi seseorang yang aku cintai di dunia ini, aku melakukan ini semua dengan ikhlas..”




مِنَ الَّذِينَ هَادُوا يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ وَيَقُولُونَ سَمِعْنَا وَعَصَيْنَا وَاسْمَعْ غَيْرَ مُسْمَعٍ وَرَاعِنَا لَيًّا بِأَلْسِنَتِهِمْ وَطَعْنًا فِي الدِّينِ وَلَوْ أَنَّهُمْ قَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَاسْمَعْ وَانْظُرْنَا لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ وَأَقْوَمَ وَلَكِنْ لَعَنَهُمُ اللَّهُ بِكُفْرِهِمْ فَلا يُؤْمِنُونَ إِلا قَلِيلا


kecuali orang-orang yang taubat dan Mengadakan perbaikan[369] dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar. (Q.S An Nisaa’[4]: 146)

[369] Mengadakan perbaikan berarti berbuat pekerjaan-pekerjaan yang baik untuk menghilangkan akibat-akibat yang jelek dan kesalahan-kesalahan yang dilakukan.

Apa makna kata ikhlas?Apakah sebuah perkataan dengan menggunakan kata “Demi Allah” aku ikhlas…? Dalam sebuah film seorang pemuda diberikan syarat sebelum datang untuk meminang si gadis, yaitu ilmu ikhlas, buku tentang ilmu ikhlas dibeli, dipelajari namun pemuda itu tetap tidak mengerti apa sebenarnya ilmu ikhlas, hingga akhirnya pemuda itu berkata “aku pasrah kepada Allah swt, jika memang engkau bukan jodohku maka aku terima itu dengan lapang dada” tanpa dia sadari dia telah menguasai ilmu ikhlas, bukan sekedar teori namun aplikasinya.

“Ikhlas“ adalah mengorientasikan perkataan, perbuatan, dan jihadnya hanya kepada Allah swt. mengharap keridhaanNya, tanpa memperhatikan keuntungan materi, prestasi, pangkat, gelar, kemajuan, atau kemunduran. Dengan begitu ia telah menjadi tentera aqidah, bukan tentara kepentingan yang hanya mencari kemanfaatan dunia.



قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (١٦٢)لا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ (١٦٣)



Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. 163. tiada sekutu bagiNya; dan demikian Itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”. (Q.S Al An aam [6]: 162-163)

Ikhlas sebagai penolong dari musibah

Sungguh, tidak ada yang menolong kita dari musibah dunia kecuali keikhlasan. Ibn. Umar ra. mengatakan bahawa ia mendengar Rasulullah saw. bersabda ,

“Ada tiga orang di antara orang-orang sebelum kalian yang bepergian, hingga mereka mendapatkan tempat persinggahan di sebuah gua. Mereka kemudian masuk ke dalam gua tersebut. Tak berapa lama kemudian, beberapa batu besar runtuh hingga menutup pintu gua. Salah seorang daripada mereka berkata, “Sungguh tidak ada yang dapat menyelamatkan kita dari timbunan batu-batu ini kecuali kita meminta pertolongan kepada Allah dengan amal-amal soleh kalian”.

Maka salah seorang dari mereka berkata, “Ya Allah, aku mempunyai orang tua yang telah renta. Aku tidak pernah minum susu sebelum mereka berdua minum. Ini sudah menjadi kebiasaan keluarga kami, untuk menghormati yang lebih tua. Pada suatu hari sewaktu aku pulang ke rumah, ternyata keduanya sudah tidur. Aku pun memerah susu untuk minuman keduanya meskipun mereka berdua telah terlelap tidur.

Aku tetap merasa enggan meminum susu tersebut sebelum mereka berdua minum. Kutunggu hingga keduanya bangun dari tidur, hingga waktu fajar menyingsing pun tiba. Anak-anak ku meminta-minta minum susu itu. Namun aku tetap enggan memeberikan kerana orang tuaku belum minum. Akhirnya, keduanya bangun dan minum susu yang telah kupersiapkan sejak petang kelmarin. Sesudah itu, barulah kami minum, termasuk anak-anakku. Ya Allah, jika apa yang kulakukan itu kerana mencari keridhaanMu, maka bebaskanlah kami dari batu yang menutupi gua ini.

Maka batu-batu yang menutupi gua itu pun bergeser sedikit, namun belum cukup bagi mereka untuk keluar dalam gua.
Berikutnya, orang yang kedua berkata, “Ya Allah aku mempunyai seorang keponakan yang sangat kucintai kerana kecantikannya. Aku bermaksud hendak memilikinya, namun dia selalu menolak pinanganku. Suatu ketika saat keluarganya ditimpa masalah, keadaan itu memaksa dirinya meminta pertolongan dariku. Aku bersedia memberikan beberapa dinar dengan syarat dia bersedia merelakan dirinya untukku. Akhirnya dai terpaksa akur.

Ketika aku hendak melakukan sesuatu yang memang bukan menjadi hakku, gadis mulia itu mengingatkanku bahawa apa yang kulakukan itu salah. Aku pun terkejut lalu tersedar. Aku pun tidak jadi untuk meneruskan perlakuanku. Segera aku tinggalkan gadis manis itu dengan beberapa dinar dan memang aku relakan. Ya Allah, jika aku melakukan itu kerana mencari keridhaanMu, maka keluarkanlah kami dari kesulitan ini.

Sekali lagi, atas izin Allah, batu itu bergeser lagi beberapa inci dari mulut gua. Orang ketiga oun kahirnya berdoa, “Ya Allah, sesungguhnya aku pernah memiliki tiga orang buruh, yang upahnya selalu aku berikan kepada mereka. Namun, suatu ketika ada di antara mereka tidak dating mengambil haknya itu. Aku pun mengembangkan upahnya itu hingga menjadi harta berlimpah-ruah. Hingga suatu saat, tiba-tiba buruh itu pun dating hendak meminta upah yang belum diambilnya beberapa tahun silam.

Maka, seluruh kambing, sapi, unta dan hamba sahaya itu aku berikan kepadanya. Mula-mula ia mengira bahawa aku berolok-olok. Tetapi setelah meyakinkan, ia pun mengambil semua harta itu tanpa menyisakan sedikit pun dari harta itu. Ya Allah, jika aku melakukan itu kerana mencari keridhaanMu, maka keluarkankan kami dari kesulitan ini.”
Ternyata, batu-batu itu pun berguguran, bergeser dari mulut gua hingga memberikan jalan yang memungkinkan tiga orang tersebut keluar dari gua itu. (HR. Bukhari-Muslim)

Inilah beberapa contoh amal yang disertakan keikhlasan lalu amal-amal ini dihantar terus kepada Allah swt. Contoh ini mengajak kita bertanya kepada diri sendiri, apakah kita punya, antara kita dan Allah, amalan yang akan kita tuntut(tawassul) bila tertimpa musibah, hingga kita akan berkata, “Ya Allah, aku telah lakukan amal ini kerana mencari keridhaanMu, maka lepaskanlah aku dari belengu ini”?

Ikhlas merupakan rahasia yang hanya diketahui pemiliknya dan Allah semata. Maka, tatkala hamba merasa ingin menangis dan hatinya berdetak kencang ketaatan, itulah detik-detik munculnya keikhlasan.

Rahasia menakjubkan yang menjadikan hati terbuka adalah rahasia antara Allah dan hambaNya. Ia tiada diketahui oleh malaikat, sehingga ia tiada kuasa menulisnya. Tiada pula diketahui oleh syaitan, sehingga ia tiada kuasa merusakkannya. Semoga keikhlasan selalu ada didalam diri kita. Amin.

Semoga bermanfaat.irm@

Related Post

Humas PI

“Menuju Era Dakwah Tanpa Batas” ~~Kantor Sekretariat Galeri Dakwah Percikan Iman @Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 40235 Telp.022-8888 506640235 | 08112216667 | info@percikaniman.org

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *