What can I do for Indonesia?

Indonesia kembali bersedih, bencana alam kembali terjadi di negeri kita tercinta, rintihan dan tangisan kesedihan membanjiri bumi pertiwi Indonesia.

Seluruh rakyat Indonesia bersedih, mereka memberikan apa saja untuk dapat membantu saudara-saudara kita yang terkena bencana. Para selebritis berlomba mengadakan konser amal dengan bakat yang dimilikinya, para dermawan memberikan sebagian hartanya untuk disumbangkan kepada para korban bencana.

Dokter-dokter turun untuk membantu para korban luka-luka, dan aparat polisi membantu pencarian korban semuanya tergerak untuk membantu saudara-saudara kita disana.

Lalu apa yang telah kita berikan untuk membantu saudara-saudara kita disana???? Jika kita tidak memiliki harta untuk diberikan, lalu apa yang dapat kita lakukan?Menangis?atau Sekedar ikut prihatin?
Jawabannya adalah tidak! Kita juga bisa melakukan hal yang lebih dari sekedar menangis dan prihatin. Simak berikut ini :

Pertama adalah lakukan shalat, dan berdo’a kepada sang Khaliq, do’a adalah milik siapapun,,, siapapun bisa berdo’a orang kaya, miskin, anak-anak, orangtua semuanya memiliki kekuatan dalam berdo’a. Ketika kita mengalami / melihat saudara kita terkena bencana, maka segeralah berwudlu, shalat dan berdo’a kepada Allah swt, serta yakinlah Allah selalu memiliki rencana yang terbaik untuk kita semua.



يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الأرْضِ حَلالا طَيِّبًا وَلا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ


“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al Baqarah : 168)

Kedua kita bisa memberikan apa yang kita miliki sesuai dengan kemampuan kita. Banyak sekali contohnya seperti menyumbang harta, barang, donor dsb. Kita dapat mencari infomasi kepada lembaga-lembaga dan apa yang bisa kita lakukan selain dari memberikan materi/uang kepada korban bencana.

Ketiga kita bisa sesuaikan dengan kemampuan yang kita miliki, misalnya kita adalah seorang dokter, maka kita dapat membantu dengan cara sebagai relawan dalam bidang medis, jika kita adalah seseorang yang baru duduk dibangku kuliah, kita juga dapat menolong saudara-saudara kita dengan menjadi relawan.

Atau merekrut teman-teman kuliah untuk berkumpul dan berupaya mengumpulkan donasi atau pakaian-pakaian bekas layak pakai ataupun hanya sekedar mengumpulkan bahan makanan yang ada dirumah untuk kemudian dikumpulkan dan diberikan kepada korban bencana.

Keempat, adalah melakukan sosialisasi tentang kewaspadaan. Seperti yang telah diketahui, Indonesia merupakan negara yang terletak di atas “Cincin Api Pasifik” atau “Ring of Fire” yang merupakan daerah berpotensi gempa bumi dan letusan gunung berapi. Daerah ini juga sering disebut sebagai sabuk gempa Pasifik.

Dua puluh lima dari 33 provinsi di Indonesia berada di kawasan gempa., untuk rekan-rekan yang memiliki wawasan yang luas tentang ilmu kebumian. Untuk itu sosialisasi adalah adalah hal yang sangat penting. Karena tanpa sosialisasi, seideal apapun prosedur penanganan bencana (mitigasi) maka hasilnya akan sama dengan nol. Karena objek utama dari mitigasi adalah masyarakat. Itu Artinya, pembelajaran (edukasi) terhadap masyarakat mutlak diperlukan. Agar masyarakat bisa memahami potensi bencana apa saja yang sewaktu-waktu bisa terjadi di wilayah mereka.

Kelima, adalah memaksimalkan sumber daya manusia. Di Indonesia banyak sekali pelajar yang mendalami ilmu geologi dan geofisika, Dengan dukungan moril dan materil baik dari orangtua maupun pemerintah sendiri, mereka para mahasiswa ini memiliki potensi yang luar biasa dalam hal ini, mereka dapat melakukan riset-riset untuk mengantisipasi atau meminimalisasi korban bencana. Dan masih banyak lagi yang bisa kita lakukan untuk saudara-saudara kita yang terkena bencana di Indonesia.

Sesuatu jika dikalikan dengan angka 0 maka 1 milyardpun tetap akan menghasilkan 0. Maka kita harus berandil walau hanya bernilai 0,1 tetap harus dilakukan. InsyaAllah, Allah akan melipatgandakan apa yang kita ikhlaskan. Sehingga suatu saat kita akan mengunduhnya.



مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ



“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui. (QS. Al Baqarah : 261)

Kepedulian antar sesama dengan jiwa dan harta adalah BUKTI keimanan. Bukti dari kesungguhan kita menjalin penghambaan diri kepada Allah SWT. Nonsense! Jika mengaku beriman dan bertaqwa tetapi tetap membelenggu tangan tidak peduli saudaranya yang membutuhkan padahal dia mampu.

Satu hal lagi yang paling penting adalah, selalu berpikirlah positif kepada Allah swt, karena sungguh Allah memiliki rencana yang sangat indah untuk kita semua, dan apa yang menurut kita baik belum tentu menurut Allah swt. Manusia hanya bisa berencana dan Allah lah yang menentukan semua perkaranya, dan Allah Maha tau apa yang terbaik untuk kita.

“Tuliskan rencanamu dengan pinsil, tapi berikan penghapusnya pada Allah. Biarkan Allah menghapus bagian-bagian yang salah dan menggantikan dengan rencanaNya yang sangat indah.”
—-iRm@—

Related Post

Humas PI

"Menuju Era Dakwah Tanpa Batas" ~~Kantor Sekretariat Galeri Dakwah Percikan Iman @Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 40235 Telp.022-8888 506640235 | 08112216667 | info@percikaniman.org

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *