Sempurnakan Shaum Syawal

Alhamdulillah..sebulan sudah kita melakukan shaum Ramadhan. Semoga shiyam kita, qiyam kita, sujud kita, ruku kita, doa kita, taubat kita diterima oleh Allah Swt. Aamiin Semoga kita dapat bertemu lagi dengan Ramdhan tahun depan dengan keadaan yg lebih baik lagi. Memang Ramdhan sudah selesai..Tapi bukan berarti semangat ibadah kita juga ikut-ikutan selesai ya

Semangat Ramadhan harus selalu kita bawa di bulan-bulan selanjutnya. Bagi umat Islam, bulan Ramadhan ibarat sebuah latihan agar kita pada bulan-bulan selain Ramadhan dapat senantiasa berpilaku seperti bulan Ramdhan. Latihan dari menahan lapar, dahaga dan hawa nafsu. Jadi seharusnya setelah selesai Ramadhan itu, kita menjadi insan yang dapat menahan hawa nafsunya, bukan malah kembali ke tabiat buruknya.

Jadi jangan sampai selepas bulan Ramadhan, kita menjadi “liar” lagi dan melakukan berbagai kemaksiatan, kan sayang kalau ternyata kita tidak menjadi pribadi yang lebih baik lagi selepas itu, akan terasa percuma jika kita tidak mengambil hikmah dan manfaat dari bulan suci tersebut.


Memang kita patut gembira atas selesainya Ramadhan dan menyambut bulan Syawal. Namun, kita tidak boleh melupakan salah satu ibadah sunnah yang istimewa di bulan Syawal ini. Ya. Shaum Syawal. Kenapa shaum ini terbilang istimewa? Karena ibadah sunnah ini dilakukan saat kebanyakan orang sedang asik-asiknya menyantap makanan disana-sini. Istimewa karena dilakukan saat kesibukan duniawi mulai mewarnai kembali. Hanya orang-orang terpilihlah yang mampu menahan hawa nafsunya dan melakukan ibadah ini agar semangat Ramadhannya tetap terlindungi.

Selain itu, Shaum Syawal juga ada manfaatnya bagi kesehatan tubuh kita. Saat Bulan Ramadhan, perut kita terbiasa kosong saat pagi-maghrib. Tetapi saat Idul Fitri, kita langsung makan beraneka ragam makanan (ketupat, opor, sambel goreng kentang, capcay, kue, dll) Naah, hal ini menyebabkan pencernaan kita kaget.

Pencernaan kita butuh waktu untuk bertransisi, menurut Prof. Hardiansyah masa transisi yang baik itu selama 1 minggu. Subhanallah, selain dapet hadiah dari Allah Swt, tubuh kita pun jadi sehat.

Dalam buku FIQIH PUASA karya DR. Yusuf Qardhawi. Di Bab Puasa Sunnah, tepatnya Puasa Enam Hari Syawal, ada Hadits yang berbunyi

“Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian ia iringi dengan (puasa) enam (hari) di bulan Syawal, maka seolah-olah ia berpuasa setahun” (HR. Muslim no.1164, Abu Daud no.2433, Tirmidzi no. 759, Ibnu Majah no.1716).

Lalu banyak timbul pertanyaan, apakah puasa ini dilakukan secara berurutan enam hari? apakah dilakukan harus setelah Idul Fitri? Lalu bagaimana dengan hutang puasa saya?

Dalam buku tersebut ada penjelasan, tidak ada keharusan untuk melaksanakannya secara berurutan, dan harus dilaksankan sehari setelah Idul Fitri. Yang penting dilaksankannya di Bulan Syawal. Lalu bagaimana dengan hutang puasa Ramdhannya?

Menyimak  penjelasan dari Ustadz Felix Siaw. Hutang Puasa Ramadhan itu termasuk ibadah WAJIB, sedangkan Shaum Syawal itu termasuk ibadah yang Sunnah. Ada Hadits yang menyebutkan bahwa “..karena hutang kepada Allah lebih berhak dilunasi”(HR. Bukhari). Lagi pula umur kan ga ada yang tau ya. Jadi alangkah baiknya kita mendahulukan yang wajib. Bayar hutang Shaum Ramadhan dulu.


Pertanyaan selanjutnya,,,Syawal kan cuma sebulan? Memangnya cukup? Apalagi seorang perempuan? Hmm Ya cukuplah…Bulan Syawal kan ada 29 hari. Misalnya setiap bulan perempuan 10 hari halangan, hutang 10 hari, syawal 6 hari. Total 26 hari, masih ada 3 hari di bulan syawal kan InsyaAllah bisa asalkan kita niat dan berusaha.

Tapi saya inginnya shaum syawal dulu baru qadha. Boleh ga?

Boleh ko, silahkan saja…tidak ada yang melarang. Kita mau melaksanakan Qadha dulu atau Syawal dulu, diserahkan pada diri kita masing-masing. Perbedaan bukan untuk diperselisihkan dan dipersalahkan.

Sooo..selamat beramal shaleh semuanya… Salah satu ciri Muslim yang baik itu, dia akan terus berusaha untuk meningkatkan ketaatannya pada Allah Swt. Dia tidak akan puas dengan hanya melakukan yang wajib saja, tetapi yang sunnah juga.

 

Related Post

Humas PI

"Menuju Era Dakwah Tanpa Batas" ~~Kantor Sekretariat Galeri Dakwah Percikan Iman @Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 40235 Telp.022-8888 506640235 | 08112216667 | info@percikaniman.org

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *