Warning: include(/home2/yyudhanto/public_html/percikaniman.org/zis/phpMyAdmin/setup/test.php): failed to open stream: No such file or directory in /home2/yyudhanto/public_html/percikaniman.org/index.php on line 20

Warning: include(): Failed opening '/home2/yyudhanto/public_html/percikaniman.org/zis/phpMyAdmin/setup/test.php' for inclusion (include_path='.:/opt/php56/lib/php') in /home2/yyudhanto/public_html/percikaniman.org/index.php on line 20

Warning: session_start(): Cannot send session cookie - headers already sent by (output started at /home2/yyudhanto/public_html/percikaniman.org/index.php:20) in /home2/yyudhanto/public_html/percikaniman.org/wp-content/plugins/php-code-for-posts/php-code-for-posts.php on line 14

Warning: session_start(): Cannot send session cache limiter - headers already sent (output started at /home2/yyudhanto/public_html/percikaniman.org/index.php:20) in /home2/yyudhanto/public_html/percikaniman.org/wp-content/plugins/php-code-for-posts/php-code-for-posts.php on line 14
Bagaimana Ketika Azan Magrib-nya berbeda-beda? – Artikel Islam Berita Islami Tanya Jawab Muslim
logo-percikan-iman-sementara

Bagaimana Ketika Azan Magrib-nya berbeda-beda?

Ustadz, setiap waktu maghrib di bulan Ramadhan, saya kerap bingung. Masjid didekat rumah saya kadang azan Maghrib telat dibandingkan dengan azan di radio dan televisi. Saya kadang ragu untu berbuka, apakah mengikuti azan di radio atau menunggu azan dikumandangkan dari masjid dekat rumah? Demikian halnya dengan waktu Shubuh yang berbeda antara azan yang dikumandangkan diradio dan dimasjid dekat rumah. Mohon pandangannya?

Jawaban :

Ibadah shaum memang meruapakan ibadah yang berbatas waktu sehingga awal dan akhirnya harus betul-betul terjaga dari melewati batas yang telah ditentukan/tetapkan. Awal berpuasa ditentukan dengan ditandai dengan masuknya waktu shubuh dan akhir berpuasa ditandai dengan masuknya Shalat Maghrib.

Memang keumuman umat Islam mengetahui tanda masuk waktu shalat, khususnya Shubuh dan Magrib adalah dengan dikumandangkan azan. Ketika azan tiba, maka otomatis orang mengetahui bahwa waktu shalat tiba.

Mengetahui waktu dengan kumandang azan sebenarnya sudah cukup. Hanya saja, masih mengandung kemungkinan sang muazin keliru dalam melihat kalender penunjuk waktu shalat, salah melihat jam, atau jamnya sendiri yang sedang mengalami kerusakan.

Untuk itu, ada baiknya kita membuat pembanding dalam menentukan waktu shalat dengan memiliki kalender yang memuat jadwal waktu shalat dan jam sendiri yang dijamin masih berfungsi dengan baik.

Jika azan di masjid atau di media radio dan tv tidak juga sesuai dengan penentu waktu yang kita miliki  sehingga membuat kita ragu, maka ambil aja yang lebih yakin.

Kalau waktu Subuh lebih baik ambil mana yang lebih dahulu, apakah penentu waktu shalat yang kita miliki atau azan. Untuk waktu Magrib, ambil mana yang terakhir. Jika azan lebih dulu, maka penentu waktu kita sendiri yang kita pakai.

Waallahu a’lam

Sumber : MaPi Spesial Ramadhan 1434H

Related Post

Humas PI

"Menuju Era Dakwah Tanpa Batas" ~~Kantor Sekretariat Galeri Dakwah Percikan Iman @Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 40235 Telp.022-8888 506640235 | 08112216667 | info@percikaniman.org

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *