Manusia Bisa Puas Harta?

Surga merupakan tempat di akhirat yang dijanjikan Allah bagi orang-orang beriman. Kehidupan surga penuh keselamatan, kebahagiaan, dan kemuliaan. Masyarakat dalam surga mendapatkan kenikmatan yang tidak pernah mereka rasakan di dunia. Segala kenikmatan di surga tentu tidak gratis. Ibarat tempat wisata, untuk masuk ke dalamnya diperlukan tiket. Siapa tidak mengantongi tiket, atau enggan berburu tiket maka harus rela mundur.

Muda kaya raya, Tua bersenang-senang dan Mati Masuk Syurga. Sebuah ungkapan yang terkadang berhenti disisi goyanan saja. Padahal itu bermakna sangat menyentuh, bahwa suatu kemustahilan mencapai syurga dengan enak-enakan dan tidak berjuang.

Salah satu kunci dalam memperoleh syurga adalah dengan mampu mengendalikan hawa nafsu dan salah satunya adalah nafsu dalam memburu harta. Manusia tidak pernah puas akan harta yang telah digenggamnya, selalu dan akan selalu mencari dan menimbun sebanyak mungkin. Inilah sifat manusia, tidak pernah merasa puas dengan harta. Dalam hadist disebutkan bahwa :

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, 

« تَعِسَ عَبْدُ الدِّينَارِ وَالدِّرْهَمِ وَالْقَطِيفَةِ وَالْخَمِيصَةِ ، إِنْ أُعْطِىَ رَضِىَ ، وَإِنْ لَمْ يُعْطَ لَمْ يَرْضَ »

Celakalah hamba dinar, hamba dirham, hamba pakaian dan hamba mode. Jika diberi, ia ridho. Namun jika tidak diberi, ia pun tidak ridho“.(HR. Bukhari no. 6435)

Dari Ibnu ‘Abbas RA, ia mendengar Rasulullah SAW bersabda,

لَوْ كَانَ لاِبْنِ آدَمَ وَادِيَانِ مِنْ مَالٍ لاَبْتَغَى ثَالِثًا ، وَلاَ يَمْلأُ جَوْفَ ابْنِ آدَمَ إِلاَّ التُّرَابُ ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ

Seandainya manusia diberi dua lembah berisi harta, tentu ia masih menginginkan lembah yang ketiga. Yang bisa memenuhi dalam perut manusia hanyalah tanah. Allah tentu akan menerima taubat bagi siapa saja yang ingin bertaubat.” (HR. Bukhari no. 6436)

Dari Ibnu ‘Abbas RA, ia mendengar Rasulullah SAW bersabda,

لَوْ أَنَّ لاِبْنِ آدَمَ مِثْلَ وَادٍ مَالاً لأَحَبَّ أَنَّ لَهُ إِلَيْهِ مِثْلَهُ ، وَلاَ يَمْلأُ عَيْنَ ابْنِ آدَمَ إِلاَّ التُّرَابُ ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ

Seandainya manusia memiliki lembah berisi harta, tentu ia masih menginginkan harta yang banyak semisal itu pula. Mata manusia barulah penuh jika diisi dengan tanah. Allah tentu akan menerima taubat bagi siapa saja yang ingin bertaubat.” (HR. Bukhari no. 6437)

Ibnu Az Zubair pernah berkhutbah di Makkah, lalu ia mengatakan,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَقُولُ « لَوْ أَنَّ ابْنَ آدَمَ أُعْطِىَ وَادِيًا مَلأً مِنْ ذَهَبٍ أَحَبَّ إِلَيْهِ ثَانِيًا ، وَلَوْ أُعْطِىَ ثَانِيًا أَحَبَّ إِلَيْهِ ثَالِثًا ، وَلاَ يَسُدُّ جَوْفَ ابْنِ آدَمَ إِلاَّ التُّرَابُ ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ »

Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Nabi SAW bersabda, “Seandainya manusia diberi lembah penuh dengan emas, maka ia masih menginginkan lembah yang kedua semisal itu. Jika diberi lembah kedua, ia pun masih menginginkan lembah ketiga. Perut manusia tidaklah akan penuh melainkan dengan tanah. Allah tentu menerima taubat bagi siapa saja yang bertaubat.” (HR. Bukhari no. 6438)

Bahkan Allah-pun juga menurunkan ayat untuk memberikan tanda bahaya kepada para penggila harta yang telah melupakan Allah,

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ

Bermegah-megahan dengan harta telah mencelakakan kalian.” (QS. At Takatsur: 1)

Berikut ini adalah hikmah intisari dari keterangan-keterangan yang telah disebutkan diatas :
(1) Semua yang ada didunia hanyalah titipan dari Allah. Tak ada yang abadi, maka pergunakan dalam perjuangan Allah menuju ridho atas syurga-Nya.
(2) Manusia begitu tamak dalam memperbanyak harta. Manusia tidak pernah merasa puas dan merasa cukup dengan apa yang ada. Waspadalah!
(3) Sabda Nabi SAW, “Perut manusia tidaklah akan penuh melainkan dengan tanah”, maksudnya: Tatkala manusia mati, perutnya ketika dalam kubur akan dipenuhi dengan tanah. Perutnya akan merasa cukup dengan tanah tersebut hingga ia pun kelak akan menjadi serbuk. Alias nafsu tersebut hanya akan hilang ketika sudah mati.
(4) Hadits ini adalah celaan bagi orang yang terlalu tamak dengan dunia dan tujuannya hanya ingin memperbanyak harta. Oleh karenanya, para ulama begitu qona’ah dan selalu merasa cukup dengan harta yang mereka peroleh.
(5) Manusia akan diberi cobaan melalui harta. Ada yang bersyukur dengan yang diberi. Ada pula yang tidak pernah merasa puas.
(6) Godaan harta tidak hanya dalam hal “mencari” saja tetapi juga bagaimana dalam membelanjakan harta tersebut. Dan semua akan ditanyakan ketika manusia dialam kubur.
(7) Kekayaan yang mulia dan hakiki adalah kaya hati

لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ

Kekayaan (yang hakiki) bukanlah dengan banyaknya harta. Namun kekayaan (yang hakiki) adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari no. 6446 dan Muslim no. 1051).

Doa diberikan RASA KECUKUPAN Rizki

Oleh karena itu, banyak berdo’alah pada Allah agar selalu diberi kecukupan. Do’a yang selalu dipanjatkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah do’a:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى

Allahumma inni as-alukal huda wat tuqo wal ‘afaf wal ghina” (Ya Allah, aku meminta pada-Mu petunjuk, ketakwaan, diberikan sifat ‘afaf dan ghina) (HR. Muslim no. 2721)

Semoga Allah membimbing kita agar harta yang telah dan akan digenggam ini menjadi “jalan” mennuju syurga, bukan hanya kenikmatan sesaat di alam sementara ini. 

 

Dari : Kiriman Jamaah MPI 🙂

Related Post

Humas PI

"Menuju Era Dakwah Tanpa Batas" ~~Kantor Sekretariat Galeri Dakwah Percikan Iman @Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 40235 Telp.022-8888 506640235 | 08112216667 | info@percikaniman.org

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *