Renungan Akhir Tahun

Islam telah mempunyai ciri khas Kalender Hijriyah. Beberapa waktu lalu kita telah memasuki tahun baru Hijriyah dengan datangnya bulan Muharram.

Hari ini adalah akhir tahun menurut kalender Masehi. Realita yang terjadi sekarang banyak umat yang telah “menomor duakan” tahun hijriyah. Segala keperluan bisnis, ekonomi, pendidikan dan bahkan dakwah secara langsung menggunakan patokan tahun masehi. Bahkan orang lebih hafal nama-nama bulan di tahun masehi daripada nama bulan hijriyah.

Apapun itu, marilah kita merenungi kembali arti makna dan waktu yang telah diberikan kepada Allah Swt. Di akhir tahun 2013 ini, marilah mempergunakannya untuk merenungi bermuhasabah terhadap amalan dan dosa yang telah kita perbuat. Sehingga menjadi bekal taubat dan perbaikan yang bernilai untuk melangkah di tahun 2014.

 

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الإنْسَانَ مِنْ سُلالَةٍ مِنْ طِينٍ (١٢)ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَكِينٍ (١٣)ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ (١٤)ثُمَّ إِنَّكُمْ بَعْدَ ذَلِكَ لَمَيِّتُونَ (١٥)ثُمَّ إِنَّكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ تُبْعَثُونَ

 

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati. Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat” (QS Al Mu’minun [23]: 12 – 16)

Allah SWT memerintahkan kepada hamba-hambanya baik melalui kalimat secara langsung maupun tidak langsung, agar memperbanyak tafakkur/merenung. Termasuklah salah satu bahan renungan adalah tentang makna sebuah kehidupan; darimana asal kejadian, bagaimana proses penciptaan manusia, mengapa dan untuk apa diciptakan, kemudian kemana akhir kehidupan, serta apa kejadian sesudah dimatikan. Demikian isi kandungan dari ayat di atas.

Yang dapat diketahui bahwa manusia diciptakan dari saripati tanah, menjadi mani, menjadi segumpal darah, segumpal darah kemudian menjadi segumpal daging, daging dikuatkan dengan tulang jadilah manusia seperti kita yang kemudian berproses dalam kehidupan dari masa anak-anak, remaja, tua, hingga mengakhirinya dengan kematian, kemudian dibangkitkan untuk mempertanggung-jawabkan masa kehidupan di dunia. Ini adalah proses alamiah yang tidak hanya manusia yang akan melewatinya, tetapi seluruh makhluk yang bernyawa.

وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تَمُوتَ إِلا بِإِذْنِ اللَّهِ كِتَابًا مُؤَجَّلا وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الآخِرَةِ نُؤْتِهِ مِنْهَا وَسَنَجْزِي الشَّاكِرِينَ

“Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang Telah ditentukan waktunya.” (QS Ali Imran :145)

Apabila disadari betul-betul hidup di dunia sungguh-sungguh singkat, sangat-sangat sebentar/sesa’at, menurut WHO salah satu badan kesehatan dunia, rata-rata harapan manusia untuk hidup maksimal adalah antara 50-79 tahun. Hal ini apabila dibandingkan dengan kehidupan akhirat yang kekal abadi. Allah SWT menggambarkannya: “Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi.” (QS 79: 46)

كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوا إِلا عَشِيَّةً أَوْ ضُحَاهَا

 

Dari pemahaman yang mendalam inilah, diharapkan timbul kesadaran, dan dari kesadaran diharapkan muncul akhlak yang mulia selama menjalani hidup di dunia. Dengan prinsip untuk apa melalaikan perintah Allah dalam kehidupan yang singkat dan terbatas, dan untuk apa berbuat jahat kepada sesama manusia, semua itu akan sia-sia dan menjadikan rugi bahkan menyesal ketika di hari pertanggungjawaban.

Sebaliknya, hidup yang serba singkat ini hendaknya banyak berbekal dengan keshalehan, ketakwaan, mengisi waktu tersisa dengan hal-hal yang bermanfaat dan banyak membahagiakan orang lain tentunya dapat mengantarkan manusia kepada ketenangan menjalani kehidupan dunia dan akhirat.

يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا وَلِبَاسُ التَّقْوَى ذَلِكَ خَيْرٌ ذَلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan pakaian untuk menutupi ‘auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.”(QS 7: 26) .

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa jahannam dan siksa kubur, fitnah kehidupan dan kematian, serta keburukan fitnah Dajjal.” (HR. Muslim 924)

Berfoya-foya merayakan akhir tahun 2013 adalah tindakan yang mengarah kepada maksiyat dan kesia-siaaan. Dan itu bukan dari Islam!..jadi apayang harus kita lakukan?? Mari kita renungi kembali apa yang telah kita lakukan, sehingga bisa menjadi lebih hebat dari tahun sebelumnya. Tidak harus setiap akhir tahun, tetapi setiap hari setiap waktu karena maut dan jatah umur kita adalah ghaib. Seaktu-waktu akan datang kepada kita entah dengan siap atau tidak siap. Amin

Wallahu ‘alam bish-shawab.

(Kiriman dari Jamaah MPI)

Related Post

Humas PI

"Menuju Era Dakwah Tanpa Batas" ~~Kantor Sekretariat Galeri Dakwah Percikan Iman @Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 40235 Telp.022-8888 506640235 | 08112216667 | info@percikaniman.org

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *