Ber-tetangga di lingkungan orang SYIAH

Begini ustadz, didekat rumah saya adalah sebuah sekolah yang dimiliki salah seorang tokoh Syiah. Kami, warga sekitar tidak merasa terganggu oleh hal tersebut. Namun, ketika mereka mengadakan acara besar-besaran dalam memperingati hari Asy-Syura kami menjadi risau. apakah kami termasuk dalam kategoti umat Islam yang membiarkan kemungkaran? Mohon penjelasannya ustadz.

Sampai saat ini , memang aliran syiah seolah tidak bisa dipisahkan dari khazanah peradaban Islam.Sejak awal keberadaanya kurang lebih dimulai dari wafatnya Khalifah Ali bin Abi Thalib, syiah selalu eksis menjadi bagian dari perjalanan sejarah Islam. Sehingga wajar jika banyak pihak, baik eksternah maupun internal mereka sendiri mengklaim bahwa Syiah bagian integral yang tidak terpisahkan dengan ISlam.

Dengan kata lain sebagai bagian dari komponen umat Islam. Tentunya tidak hanya Syiah yang memiliki klaim seperti itu. Sehingga, setiap komponen yang sama-sama menjadi bagian didalamnya, perlu kearifan dan kehati-hatian dalam menyikapi riyak dari peristiwa yang terjadi.

Sedikit banyak kita bisa mengambil inspirasi daro pola Rasulullah Saw dalam menyikapi kehadiran orang-orang munafik yang jelas-jelas menentang secara sembunyi-sembunyi ajaran Rasulullah Saw. Meski berulang kali Umar RA meminta izin untuk membasminya, Rasulullah memintanya untuk mencari waktu yang tepat atau menunggu wahyu arahan dari Allah Swt.

Bukan bermaksud menyamakan, tetapi ada tuntunan dalam menyikapi  perbedaan (akidah, ibadah dan lain sebagainya) dalam diri umat yang sama-sama mengaku umat Islam.

Beberapa hal perlu diketahui sebagai bagian dari metode dakwah dalam menyerukan kemurnian ajaran Islam. Sampaikan ajaran kebaikan dengan bijak, ilmiah dan argumentatif.Lakukan cara ini selama mereka didapati mau membuka diri, bekerja sama, berdialog serta tidak memberikan penolakan secara kasar.

Sesuai dengan Firman Allah :

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah[845] dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.(QS.16:125)

Jika kenyataanya adalah ajakan kita tidak berbekas, bahkan ada mengarah kepada perkembangan perpecahan keutuhan umat, maka tindakan perlu dilakukan sesuai koridor yang berlaku agar secara keseluruhan umat Islam tidak dirugikan.

Menggalang persatuan dan kesadaran umat akan pentingnya memiliki pengetahuan dan wawasan keislaman yang memadai agar kita terhindar dari ajaran yang mengandung kebenaran yang semu,

(Arsip Mapi Januari 2014)

Related Post

Humas PI

“Menuju Era Dakwah Tanpa Batas” ~~Kantor Sekretariat Galeri Dakwah Percikan Iman @Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 40235 Telp.022-8888 506640235 | 08112216667 | info@percikaniman.org

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *