Apasaja kriteria Shalat Khusyu itu?

Ustadz, saya mau tanya tentang kriteria shalat khusyu. Ada beberapa penjelasan yang mengatakan bahwa slat baru dikatakan khusyu bila kita sudah tidak mendengar apa-apa dan hanya fokus kepada Allah. Bagaimana pendapat Ustadz?

Jawaban :

Bila tolak ukur shalat khusyu adalah seperti itu, saya yakin tidak ada orang yang bisa mencapai derajat khusyu. Karena, bila sampai tidak mendengar apapun berarti orang tersebut telah kehilangan kesadaran. Padahal salah satu syarat sah shalat adalah dilakukan dalam keadaan sadar. Bila kita sadar, pasti tidak mendengar sesuatu. Coba sekarang kita liat bagaimana salat khusyu menurut Rasulullah SAW.

Suatu ketika, saat shalat berjamaah. Rasulullah SAW memendekkan bacaan salatnya. Sahabat bertanya, “selama bermakmum denganmu, inilah shalat tersingkat. Ada apa, ya Rasulullah SAW?” Lalu Rasul menjawab “Tidakkah kamu mendengar suara tangis seorang anak? Pastilah ibu dari anak itu tidak akan khusyu shalatnya bila mendengar tangis anaknya. Lantas, apakah shalat Rasululllah dikatakan tidak khusyu? Mohon maaf, bila masih mengatakan bahwa shalat khusyu itu tidak mendengar apapun, berarti sudah meragukan kekhusyukan salat Rasul. Padahal, tidak ada seorangpun yang lebih khusyu salatnya daripada Rasul.

Itu tandanya, indikator khusyu bukan terletak pada pendengaran kita ketika shalat. Khusyu itu adalah ketika hati dan pikiran kita berada pada orbot shalat. Jikalau kita sedikit melenceng, segeralah kembali ke orbit tersebut. Karena, yang namanya khusyu itu adalah membaca doa dalam shalat dengan penuh penghayatan dan tumaninah dan sama sekali tidak ada kaintan dengan pendengaran. Wallahu A’lam

Bedah Masalah MAPI April 2014

 

Related Post

Humas PI

"Menuju Era Dakwah Tanpa Batas" ~~Kantor Sekretariat Galeri Dakwah Percikan Iman @Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 40235 Telp.022-8888 506640235 | 08112216667 | info@percikaniman.org

There are 1 comments

  1. Jadi, bagaimana sebenarnya yang dimaksud dengan khusyu dalam sholat? karena melakukan penghayatan menurut saya sifatnya relatif. Dan apakah apabila kita menganggap sholat kita kurang khusyu, kita harus mengulang sholat kita sampai menurut kita sholat kita sudah cukup khusyu.
    Terima kasih atas penjelasannya

    Reply

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *