10 Amalan Ramadhan

Alhamdulillah, berkat ridho Allah kita diberikan kesempatan untuk memasuki bulan Ramadhan. Bulan yang mulia, selalu ditunggu bagi orang-orang yang beriman. Seserius itukah? benar, orang yang beriman akan benar-benar mempersiapkan dan mengisi Ramadhan dengan sebaik-baiknya karena bisa jadi ini adalah Ramadhan terakhir. Seorang muslim pasti berbahagia jika memasuki bulan Ramadhan, bersemangat bahkan sampai dengan menanggalkan kesibukan rutin agar bisa fokus beribadah kepada Allah Swt.

Setidaknya ada sepuluh amalan yang dapat dilakukan saat Ramadhan:

Berpuasa adalah amalan utama dalam Ramadhan. namun sesungguhnya puasa itu hal yang termudah dilakukan, dipermudah oleh Allah, dan paling sedikit pahalanya. Ada amalan dimana pahalanya bisa melebihi puasa itu sendiri yaitu:

1.       Sahur

Sahur adalah bentuk kesiapan kita atas perintah puasa, Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً

“Makanlah sahur karena sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat berkah.” [HR Al Bukhari (1923) dan Muslim (1095)]

Makna sahur disini bukan hanya mengenai makanan melainkan ‘memaksa’ diri untuk bangun dan melaksanakan ibadah dan yang paling penting berdoa di waktu sahur menjadi mustajab.

Dalilnya adalah hadits Abu Sa’id Al Khudri radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

فَلَا تَدَعُوهُ وَلَوْ أَنْ يَتَجَرَّعَ أَحَدُكُمْ جَرْعَةً مِنْ مَاءٍ فَإِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِينَ

“Janganlah kalian tinggalkan ia (sahur) meskipun kalian hanya minum seteguk air. Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang yang melaksanakan sahur.” [HR Ahmad (11101). Hadits shahih] – See more at: http://dakwahquransunnah.blogspot.com/2012/07/berkah-makan-sahur.html#sthash.8f0zzyHG.dpuf

2.       Ta’jilul Iftar

Nabi mencontohkan berbuka puasa dengan yang manis (3 butir kurma) dan tidak makan sebelum Isya.  Hal ini dimaksudkan agar badan tidak terlalu kenyang saat menjalankan shalat qiyamul lail.

3.       Rangkaian Shalat Sunnah

Sesungguhnya shalat Sunnah itu tidak hanya dilakukan saat Ramadhan saja namun saat Ramadhan pahalanya menjadi berlipat.

4.       Tilawatil Qur’an

Seperti kita semua ketahui bahwa Al-qur’an itu diturunkan di Bulan suci Ramadhan, alangkah baiknya bila kita meningkatkan amalan membaca Qur’an seperti halnya Allah akan memberikan pahala berlipat semua amalan baik di bulan ramadhan.

Pada bulan Ramadhan pula Nabi Muhammad SAW sering melakukan tadarus bersama malaikat Jibril, saat  Nabi membaca Alqur’an maka malaikat Jibril mendengarkan dan membetulkan bacaannya dan sebaliknya hingga hatam.

5.       Dzikir dan Doa

Karena doa adalah perantara umat dengan Allah maka memperbanyak doa salah satu bentuk komunikasi kita dengan-Nya, apalagi kita memang selalu butuh pertolongan Allah. Waktu terbaik untuk berdoa adalah menjelang maghrib, di waktu sahur hingga terbit matahari.

6.       Zakat Infak Shodaqoh

Serupa dengan ibadah lainnya, Zakat Infak Shodaqoh sedianya dilakukan juga selain di bulan Ramadhan, bukan sebaliknya merasa sering berakat di bulan Ramadhan maka tidak mengharuskan diri berzakat.

Rasulullah melakukan Shodaqoh sepanjang tahun namun menjadi berlipat ganda saat Ramadhan, bahkan diibaratkan shodaqoh Rasulullah seperti angin berhembus yang artinya terus bersambut dan tidak pernah berhenti.
Namun begitu  memang ada zakat yang hanya bisa dilakukan di bulan ramadhan yaitu Zakat Fitrah. Zakat ini dapat dilakukan sepnajang bulan Ramadhan hingga menjelang sholat Ied.

7.       Memperbanyak ibadah sunnah

Ibadah itu bukan melulu tentang shalat, tersenyum saja sudah ibadah. Amalan soleh lainnya termasuk ibadah, tolabul Ilmi hingga berbakti kepada orangtua termasuk ibadah pula. Maka perbanyaklah melakukannya di bulan Ramadhan.

8.       Meninggalkan hal yang tidak bermanfaat

Matikan TV, Playstation, bahkan internet bila tidak ada manfaatnya, kecuali hal yang menambah keimanan kita.

9.       I’tikaf

Rukun i’tikaf adalah Niat dan hadir maka tentu saja ibadahnya terikat dengan tempat yaitu mesjid namun tidak terikat waktu, sepanjang tahun juga disebut i’tikaf namun bila dilakukan saat ramdhan maka pahalanya berlipat.

Dalam itikaf perbanyaklah shalat, dzikir dan do’a serta tidak boleh tidur karena i’tikaf bukan memindahkan tempat tidur kita yang biasanya di kamar menjadi di mesjid.

10.   Mencari Lailatul Qadar.

Berbeda dengan I’tiqaf yang tidak terikat waktu namun terikat tempat, Lailatul Qadr terikat dengan waktu namun tidak terikat pada tempat. Ia bisa hadir di sepuluh hari terakhir, beberapa ulama menyebutnya di malam ganjil, lalu sebnagian ulama lain menyebutnya di malam 27 Ramadhan.

Bagaimana mencari Lailatul qadar padahal ia tidak dipastikan kehadirannya?

Jawabnya adalah terjaga setelah ba’da Isya hingga fajar dengan melakukan ibadah sunnah di malam yang disebutkan di atas seperti tertera dalam surat Lailatu Qadr:

(1)     Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemulian. (2) Dan tahukan kamu apakah malam kemuliaan itu? (3) Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. (4) Pada malam itu turun malaikat-malaikan dan malaikan Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. (5) Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.

Disampaikan oleh Ustad Hilman Rosyad Shihab,LC di acara Penyambutan bulan Ramadhan FK Unpad 

Semoga kita bisa meraih kebaikan-kebaikan di bulan Ramadhan, adalah sebuah kesalahan jika tak ada rasa bahagia menyambut Ramadhan. Dan malah membuatnya sebagai bulan yang ‘biasa’ saja.

Disarikan oleh :
Pipit Nurul Fatimah


Related Post

Humas PI

"Menuju Era Dakwah Tanpa Batas" ~~Kantor Sekretariat Galeri Dakwah Percikan Iman @Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 40235 Telp.022-8888 506640235 | 08112216667 | info@percikaniman.org

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *