Waspada Jangan Terjerat Ciri Aliran Sesat

Baru-baru ini media-media gencar menyuguhkan rentetan peristiwa, dari hilangnya beberapa orang atau perginya orang secara masal ke sebuah daerah. Dan kemudian pemerintah memeriksa dan mengawasinya dan hasilnya orang-orang tersebut bergabung dengan kelompok beraliran sesat.

(Terkadang) golongan yang paling mudah terjerumus dalam kelompok sesat adalah mereka yang memiliki semangat tinggi untuk mempelajari agama tetapi memiliki pondasi keilmuan yang lemah sehingga mudah “ditipu” oleh kelompok sesat.

Berikut ini adalah tanya-jawab yang sangat berguna untuk kita fahami bersama.

Anak saya yang baru saja masuk kuliah tengah getol-getolnya ikut pengajian di kampusnya. Meski senang, saya agak khawatir juga dia terbawa berbagai aliran ekstrem yang dulu sempat marak. Nah, tindakan apa yang harus saya lakukan agar anak saya tidak terjerumus pada kelompok ekstremis. Apa saja ciri-ciri gerakan atau pengajian tersebut sehingga saya bisa menasihati anak saya kalau terindikasi pengajian yang diikutinya menyimpang dari ajaran Islam? Mohon penjelasannya, Ustadz.

JAWAB :

Sikap Anda dalam memperhatikan pendidikan agama anak Anda saya nilai sudah tepat. Sebagai orangtua, selayaknya kita berbangga manakala anak memiliki kecenderungan untuk banyak beraktivitas dalam bidang keagamaan. Mudah-mudahan, di kemudian hari anak-anak kita menjadi anak yang saleh. Amin.

Namun, di balik kebanggaan itu, perlu kiranya kita mewaspadai adanya sejumlah kelompok yang ingin memanfaatkan semangat beragama anak-anak kita demi kepentingan tertentu yang belum tentu benar. Salah satu cara pengawasan terhadap aktivitas anak dalam bidang keislaman adalah mengetahui sumber ajaran yang diterima, baik gurunya atau buku-buku sumber yang dipakai. Lebih baik lagi bila Anda selaku orangtua dapat menganalisis sumber tersebut secara langsung. Kalaupun tidak, Anda bisa berkonsultasi dengan orang yang lebih tahu.

Memang tidak mudah mendeteksi keberadaan pengajian yang dapat menyesatkan akidah putra-putri kita karena sifat gerakannya yang bisa dibilang underground. Tapi, paling tidak, beberapa ciri khas yang dapat kita deteksi adalah sebagai berikut.

(1) Pengajian dilakukan secara sembunyi-sembunyi, umumnya dilakukan tengah malam.
(2) Doktrin yang disampaikan umumnya selalu dirahasiakan.
(3) Peserta pengajian selalu diminta untuk tidak mengumumkan siapa gurunya.
(4) Sumber rujukannya eksklusif dan jarang ditemukan.
(5) Perubahan yang tidak biasa terkait hubungan dengan keluarga.
(6) Perubahan cara pandang secara drastis terhadap jalan dan pandangan hidup.

Banyaknya aliran pengajian yang menyesatkan yang berkembang saat ini tentu saja menyulitkan kita mendeteksinya satu persatu. Di sinilah pentingnya komunikasi antara Anda dan anak sehingga Anda dapat memantau perkembangan pemahaman buah hati.

Aliran (terindikasi) sesat dan menyesatkan memiliki fanatisme buta terhadap kelompok tertentu, dalam arti fanatisme mereka tidak dilandasi metode ilmiah atau dalil ilmiah dari Al Quran dan As Sunnah. Sebab, pada dasarnya kita fanatik yang dibenarkan adalah fanatik terhadap kebenaran sejati, yaitu ajaran islam yang masih murni dan konsekuen, yang belum tercampur dengan berbagai dogma sesat seperti TBC (Takhayul – Bid’ah – Churofat) ataupun SIPILIS (sekulerisme – pluralisme – liberalisme).

Alhamdulillah, sebagian ciri dari aliran sesat yang ada di tanah air kita ini telah dikemukakan oleh Majelis Ulama Indonesia yang mengeluarkan ma’lumat tentang 10 ciri aliran sesat, yaitu:

(1) Mengingkari rukun iman (Iman kepada Allah, Malaikat, Kitab Suci, Rasul, Hari Akhir, Qadha dan Qadar) dan mengingkari rukun Islam (Mengucapkan 2 kalimat syahadah, sholat wajib 5 waktu, puasa, zakat, dan Haji)
(2) Meyakini dan atau mengikuti akidah yang tidak sesuai dalil syar`I (Al-Quran dan As-Sunah);
(3) Meyakini turunnya wahyu setelah Al Qur’an
(4) Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi Al Qur’an
(5) Melakukan penafsiran Al Quran yang tidak berdasarkan kaidah-kaidah tafsir
(6) Mengingkari kedudukan hadits Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam sebagai sumber ajaran Islam
(7) Menghina, melecehkan dan atau merendahkan para nabi dan rasul
(8) Mengingkari Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wa sallam sebagai Nabi dan Rasul terakhir
(9) Merubah, menambah dan atau mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan oleh syari’ah, seperti haji tidak ke Baitullah, shalat fardlu tidak 5 waktu
(10) Mengkafirkan sesama muslim tanpa dalil syar’i, seperti mengkafirkan seorang muslim hanya karena bukan kelompoknya.

Satuhal yang amat penting dalam mengkaji (ngaji) adalah menjadikan proses menuntut ilmu adalah dan hanya mencari keridhaan Alloh Swt semata.

Janganlah dalam rangka membantah ulama, menonjolkan diri dalam majelis, bersaing dan pamer kepada khalayak ramai. Rasulullah SAW bersabd: “Barang siapa menuntut ilmu untuk membodohi orang, atau menantang para ulama, atau mencari perhatian manusia, maka dia masuk neraka” [HR.bnu Majah]

Semoga Allah limpahkan taufik dan hidayah atas ilmu, amal dan dakwah kita semua.

Related Post

Humas PI

“Menuju Era Dakwah Tanpa Batas” ~~Kantor Sekretariat Galeri Dakwah Percikan Iman @Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 40235 Telp.022-8888 506640235 | 08112216667 | info@percikaniman.org

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *