Warning: include(/home2/yyudhanto/public_html/percikaniman.org/zis/phpMyAdmin/setup/test.php): failed to open stream: No such file or directory in /home2/yyudhanto/public_html/percikaniman.org/index.php on line 20

Warning: include(): Failed opening '/home2/yyudhanto/public_html/percikaniman.org/zis/phpMyAdmin/setup/test.php' for inclusion (include_path='.:/opt/php56/lib/php') in /home2/yyudhanto/public_html/percikaniman.org/index.php on line 20

Warning: session_start(): Cannot send session cookie - headers already sent by (output started at /home2/yyudhanto/public_html/percikaniman.org/index.php:20) in /home2/yyudhanto/public_html/percikaniman.org/wp-content/plugins/php-code-for-posts/php-code-for-posts.php on line 14

Warning: session_start(): Cannot send session cache limiter - headers already sent (output started at /home2/yyudhanto/public_html/percikaniman.org/index.php:20) in /home2/yyudhanto/public_html/percikaniman.org/wp-content/plugins/php-code-for-posts/php-code-for-posts.php on line 14
Merenungi AJAL – Artikel Islam Berita Islami Tanya Jawab Muslim
logo-percikan-iman-sementara

Merenungi AJAL

Kematian identik dengan ajal sementara sebagian manusia jika mendengar kata ajal masih merasa belum siap dan punya perasaan takut. Alasan mereka bervariasi, masih banyak dosa, belum punya bekal, anak-anak masih kecil-kecil, dan berbagai argumentasi lainnya.

Allah SWT menegaskan, “Tiap-tiap yang berjiwa akan mati, Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (QS 21:35).

Rahasia Allah yang tidak semua makhluk bernyawa mengetahuinya adalah kematian. Sebab, kematian merupakan salah satu hak prerogatif Allah semata. Bila Allah berkehendak kematian seseorang telah tiba, tak seorang pun yang bisa menolak atau minta ditangguhkan barang sesaat pun.

 

llah SWT berfirman dalam Alquran (QS 15: 5): “Tidak ada satu umat pun yang dapat mendahului ajalnya dan tidak (pula) dapat mengundurkan (nya).”

Gemerlapnya dunia sering kali menggoda dan melalaikan manusia untuk mengingat mati. Maka, tak ayal lagi, akan lahir sosok manusia berperilaku hewaniyah, menghalalkan berbagai cara untuk memuaskan nafsu syahwatnya termasuk korupsi, kolusi, dan nepotisme yang cukup merugikan dirinya dan orang lain. Sogok-menyogok, suap-menyuap menjadi santapan rutinitas kesehariannya karena hanya mengejar kepuasan sesaat.

Pada era global ini, keberadaan fasilitas yang maju dan modern juga ikut andil bagi manusia untuk semakin jauh dari tujuan diciptakannya.

 

Allah berfirman: “Bermegah-megahan (dalam soal banyak anak, harta, pangkat, pengikut, dan kemuliaan) telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatan itu) dan janganlah begitu kelak kamu akan mengetahui.” (QS 108: 1-4).

Yang mengherankan, toh masih banyak manusia yang tidak segera sadar bahwa waktu dan kesempatan yang telah berlalu adalah langkah pasti menuju kematian. Karena tidak disadari kedatangannya, seringkali kematian dianggap terlalu cepat, mendadak, dan di luar perkiraan.

Tidak sedikit manusia yang ketika dicabut nyawanya sedang dalam kondisi “mabuk kepayang terhadap kenikmatan dunia”, misalnya, sedang berbuat zina, mencuri, mabuk, berjudi, dan perbuatan dosa lainnya. Ini semua bisa terjadi lantaran manusia sudah tidak ingat lagi kepada kematian.

Padahal, dengan datangnya kematian maka tidak ada artinya lagi isi dunia ini. Sebab, kematian berarti berhentinya segala nikmat yang pernah atau sedang dirasakan manusia dan terpisahnya manusia dengan anak, keluarga, pangkat, harta, dan segala apa yang ada di dunia ini.

Karena itu, alangkah baiknya bila kematian-baik saudara, anak, tetangga, atau teman, dan bahkan orang lain pun-bisa dijadikan sebagai renungan yang jitu hingga manusia tidak lupa diri terhadap hak dirinya dan hak kepada penciptanya. Orang bijak mengatakan, “Sering-seringlah kamu takziah karena dengannya akan mengingatkan diri kamu akan kematian.”

Dan di bulan Rajab ini, sudah selayaknya bagi kita untuk lebih mawas diri dengan meningkatkan ibadah kita kepada Allah, dalam rangka menyambut kedatangan tamu Allah, yakni kematian. Wallahu a’lam.

(Hasan Basrie Alcaff)

Related Post

Humas PI

"Menuju Era Dakwah Tanpa Batas" ~~Kantor Sekretariat Galeri Dakwah Percikan Iman @Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 40235 Telp.022-8888 506640235 | 08112216667 | info@percikaniman.org

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *