Cepatnya Manusia Berubah…

Berawal ada seorang pria buta yang membenci dirinya sendiri karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, bahkan dia juga membenci semua orang di sekitarnya kecuali pada kekasihnya seorang. Kekasihnya itu selalu berada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya setiap waktu.

Sang buta selalu berjanji akan menikahi kekasihnya bilamana suatu ketika dia sudah bisa melihat dunia.

Suatu hari, ada seseorang yang dengan sukarela mendonorkan sepasang mata kepadanya sehingga akhirnya dia bisa melihat dunia ini lagi dan sekaligus bisa melihat sang kekasihnya juga.

Kekasihnya bertanya, “Sekarang kamu sudah bisa melihat dunia. Apakah kamu mau menikah denganku?”

Pria yang awalnya buta itu terguncang hatinya saat melihat bahwa kekasihnya ternyata juga buta. Dia menolak untuk menikahinya.

Sang kekasih tersebut begitu kecewa dan akhirnya pergi meninggalkannya dengan hati yang hancur dan berlinang air mata, kemudian dia dengan susah payah menulis secarik kertas yang isinya singkat kepada pria itu,,,,

“Wahai Sayangku, tolong jaga baik-baik kedua bola mataku..semua hal perbuatanmu akan kembali kepada dirimu”.

*****

Sahabat ..

Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia begitu cepat sekali BERUBAH..apalagi disaat terjadi perubahan …apabila status hidupnya sudah berubah menjadi lebih baik atau beruntung.

Hanya sedikit orang yang INGAT bagaimana keadaan hidup sebelumnya ….dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa saja, dia harus berterima kasih dan balas budinya karena telah menopang dia pada saat dia dalam kesusahan.

*****

Sahabat..

Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata-kata kasar. Ingatlah akan seseorg yg tidak “bisa berbicara”.

Sebelum engkau mengeluh tentang cita rasa makananmu, Ingatlah akan seseorang yang tidak punya sesuatu apapun untuk “dimakan”.

Sebelum engkau mengeluh tentang suami atau isterimu, Ingatlah akan seseorang yang menangis sebab dia “kehilangan” pasangan hidupnya.

Sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu, Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat sudah “dipanggil kembali ke surga”.

Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu, Ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak, tetapi ketentuan Allah Swt belum “mendapatinya”.

Hidup ini adalah Anugerah, sebab itu bersyukurlah selama engkau masih hidup dengan apapun yang engkau punyai。

Semoga bermanfaat dan bisa lebih santun tutur kata kita…

Related Post

Humas PI

“Menuju Era Dakwah Tanpa Batas” ~~Kantor Sekretariat Galeri Dakwah Percikan Iman @Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 40235 Telp.022-8888 506640235 | 08112216667 | info@percikaniman.org

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *