usia kematian

Kualitas Umur itu Pilihan…

Sahabat Percikan Iman, sering sekali dalam kajian atau dalam pembelajaran mendengar hadist tentang konsep Panjang Umur dalam Silaturrahim.Tak ada yang bisa memastikan yang muda akan melewati garis usia tua. Belum tentu anak menguburkan bapaknya, atau malah sebaliknya orangtuanyalah yang mengantar anaknya ke kuburan.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ ، وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Barangsiapa yang ingin rizqinya diperluas dan umurnya ditambah, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.”

Yang selalu menarik adalah istilah yang ada hubungannya dengan RIZQI dan UMUR. Kata-kata “rizqinya diperluas” ini sangat logis, sangat masuk akal. “Siapa yang ingin diluaskan rejeki bersilaturahmilah”, itu isyarat bahwa untuk mendapatkan rejeki yang luas. Tidak cukup dengan keahlian yang dimiliki, tapi kita harus mempunyai relasi networking kerjasama yang bagus.

Andai kita telah mempunyai keahlian luar biasa, tapi kalau sisi networking kita masih kurang bagus, sangat mungkin menjadi sulit untuk bisa berkembang. Andai kita mempunyai produk bagus, tetapi promosi dan jaringan kurang bagus, maka belum tentu barang bagus itu lekas laku dan menjadi favorit.

Jelas bahwa pernyataan tersebut logis. Secara ilmiah bisa dibuktikan bahwa networking itu menjadi nafas dari sebuah bisnis. Oleh karena itu, orang-orang yang lebih piawai membangun jaringan biasanya lebih mudah untuk maju.

Ada orang yang pandai tapi (maap) kuper, maka dia akan lebih sulit berkembang. Usahanya begitu-begitu aja, karena tak ada inovasi dan kreatifitas. Dalam kasus lain (maaf) hanya mempunyai kecerdasan intelektualnya relatif biasa saja tapi dia lebih supel. Mampu membangun jaringan, temannya banyak, relasinya banyak maka biasanya suka lebih maju. Itulah yang disebut dengan kecerdasan sosial.

Anak yang cerdas otaknya, matematika 10 fisika 10 kimia 10 tapi kalau ada kesulitan dalam bergaul. Bisa jadi di hari kemudian bukan jaminan menjadi lebih unggul dari anak yang lain. Tapi boleh jadi, anak yang biasa saja matematika 7, fisika 6, yang bagus hanya kesenian dan bahasa ingris, nilainya 8, tapi dia sangat pandai bergaul komunikasi. Nah suatu saat ketika memilih berbisnis, maka bisnisnya akan cepat berkembang.

Kenapa? Karena dia mempunyai kecerdasan sosial. Ini yang disebut dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,  man akhabba ayugh satollahu fi rizkihi. Siapa yang ingin diluaskan rejeki, bangun silaturahmi dan jaringan. Networkingnya harus kuat. Sudah jelas dalil tersebut logis, dalam dunia bisnis sudah terbuktikan secara nyata.

Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa kalau ingin diluaskan rejeki harus bersilaturahmi. Maksudnya, harus pandai membangun jaringan. Networkingnya harus kuat.

Nah, masalah kedua yang anda tanyakan, “Dan siapa yang ingin dipanjangkan umur perbanyak silaturahmi”, apa yang dimaksud dengan perpanjang umur? Bukankah umur itu sudah ditentukan?

Sahabatku, Umur itu ada dua makna yaitu umur biologis dan umur amal salih. Yang dimaksud dengan umur itu sudah ditentukan itu adalah umur biologis. Misalnya, ada orang yang diberi kehidupan 30 tahun, 40 tahun, 50 tahun, ini adalah umur biologis. Ini tidak bisa ditawar dan diketahui awal.

doa-mohon-anugerah-amal-dan-umur-terbaik

 

Tapi untuk umur amal salih, kita bisa memperpanjangnya. Umur kebaikan bisa diperpanjang. Kalau kita sering silaturahim, perbuatan kita baik dan bermanfaat maka pada saat kita meninggal, boleh jadi kita masih dikenang oleh banyak orang. Ini berarti umur kita panjang karena banyak yang mengenang kita dan banyak yang kenal dengan kita. Kalau kita banyak dikenal orang, berarti banyak yang “mengingat” kita sekalipun kita sudah meninggal.

Umur amal soleh itu tergantung bagaimana kita mengisi detik-detik dengan amal soleh, yang salah satunya adalah dengan silaturahmi.

Ada orang meninggal ketika berumur 30 tahun, tapi sejak baligh dia sudah soleh. Berarti amal solehnya 15 tahun kalau asumsi kita bahwa dia mulai baligh pada usia 15 tahun. Dia meninggal diusia 30 tahun berarti umur kesolehannya 15 tahun. Ada orang yang meninggal umur 70 tahun, tetapi baru insaf, baru soleh pada umur 69,5 tahun, kalau kita hitung umur amal solehnya berapa tahun? Ini berarti umur amal solehnya hanya 6 bulan.

Kesimpulannya, yang dimaksud dengan dipanjangkan umur di sini bukan umur yang ditambah secara biologis (definitif) tetapi umur amal salih. Jumlah jatah umur memang takbisa ditawar tapi menjadikannya berkualiatas adalah PILIHAN.

“Rabbana athina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah. Waqina adzabannar”

Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan di akhirat. Dan peliharalah kami dari siksa api neraka. (QS Al Baqarah: 201).

Wallahualam..

Referensi : Tanya Jawab Ust.Aam Amirudidn

Related Post

Humas PI

"Menuju Era Dakwah Tanpa Batas" ~~Kantor Sekretariat Galeri Dakwah Percikan Iman @Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 40235 Telp.022-8888 506640235 | 08112216667 | info@percikaniman.org

There are 1 comments

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *