Bandung & Sekitarnya
Shubuh : 4:23 | Terbit : 5:41 | Dzuhur : 11:41 | Asar : 14:55 | Magrib : 17:43 | Isya : 18:51 WIB TIM HUMAS: percikaniman yyudhanto
Info Penting!
  • Gabung! Dakwah MAYA di http://www.facebook.com/kajianmpi and http://twitter.com/percikaniman.
Kategori : Artikel Islam
Makna Pergantian Tahun

Posted by www.republika.co.id on 01 Januari 2004 | Comment 4 | dibaca : 1468

Beberapa jam lagi, insya Allah, tahun 2003 akan kita tinggalkan dan kita memasuki tahun 2004. Pergantian tahun mengingatkan kita bahwa jatah hidup kita di dunia ini semakin berkurang. Seorang ulama besar, Imam Hasan Al-Basri, mengatakan, 'Wahai anak Adam, sesungguhnya Anda bagian dari hari, apabila satu hari berlalu, maka berlalu pulalah sebagian hidupmu.' Dengan makna seperti itu, seharusnyalah kalau pergantian tahun justru mesti kita manfaatkan untuk mengevaluasi (muhasabah) diri. Allah SWT berfirman, 'Wahai orang-orang beriman bertakwalah kalian kepada Allah, dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah disiapkan untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa-apa yang kalian kerjakan.' (QS 59: 18). Khalifah Umar bin Khathab menyatakan, 'Hitunglah diri kalian sebelum kalian dihitung. Timbanglah amal-amal kalian sebelum ditimbang. Bersiaplah untuk menghadapi hari yang amat dahsyat. Pada hari itu segala sesuatu yang ada pada diri kalian menjadi jelas, tidak ada yang tersembunyi.' Rasulullah SAW bersabda, 'Tidaklah melangkah kaki seorang anak Adam di hari kiamat sebelum ditanyakan kepadanya empat perkara: tentang umurnya untuk apa dihabiskan, tentang masa mudanya untuk apa digunakan, tentang hartanya dari mana diperoleh dan ke mana dihabiskan, dan tentang ilmunya untuk apa dimanfaatkan.' (HR Tirmidzi). Terkait dengan usia itu, Rasulullah menjelaskan, 'Sebaik-baik manusia ialah yang panjang umurnya dan baik amal perbuatannya, sedangkan seburuk-buruk manusia adalah yang panjang umurnya tetapi buruk amal perbuatannya.' (HR Tirmidzi). Pergantian tahun baru pada hakikatnya adalah mengingatkan manusia tentang pentingnya waktu. Imam Syahid Hasan Al-Banna berkata, 'Siapa yang mengetahui arti waktu berarti mengetahui arti kehidupan. Sebab, waktu adalah kehidupan itu sendiri.' Dengan begitu, orang-orang yang selalu menyia-nyiakan waktu dan umurnya adalah orang yang tidak memahami arti hidup. Ulama kharismatik, Dr Yusuf Qardhawi, dalam kitab Al-Waqtu fi Hayatil Muslim menjelaskan tentang tiga ciri waktu. Pertama, waktu itu cepat berlalunya. Kedua, waktu yang berlalu tidak akan mungkin kembali lagi. Dan ketiga, waktu itu adalah harta yang paling mahal bagi seorang Muslim. Nah, kalau waktu itu cepat berlalu dan tidak mungkin akan kembali lagi, serta harta yang paling mahal, maka apakah kita pantas masih menyia-nyiakannya? Untuk itu, marilah pada kesempatan pergantian tahun ini kita mengevaluasi diri, ber-muhasabah. Karena, bisa jadi inilah tahun terakhir kita hidup di dunia yang fana ini. Allah SWT mengingatkan, 'Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak pula mendahulukannya.' (QS 10: 49).
 

4 Komentar

 
 
ema nurhalimah
Pada : Rabu, 03 Desember 2008 / 16:59:16

assalamu'alaykum wr.wb. pa aam, mungkin ini bukankomentar, tapi sebuah pertanyaan, mengenai kifarat, bagaimana kalau begini, kalau misalnya berjanji, tapi janji tersebut tidak terpenuhi lantaran ada sebab-sebab yang lain,. nah,, apakah dengan kasus seperti itu juga harus membayar kafarat?? terimakasih sebelumnya

 
Darian
Pada : Kamis, 04 Desember 2008 / 13:14:18

Teh Ema, kalo janji tidak terpenuhi lantaran sebab yang dibenarkan agama..maka otomatis tidak ada kafarat:)

 
elman
Pada : Minggu, 14 Desember 2008 / 14:25:17

asskum.sdri ema... kalomenurut saya,seperti yang orang bilang kbanyakan.janji adalah hutang,dan hutang harus di bayar, saya tidak tau alasan anda membatalkan janji itu.biasanya kalo orang mau berjanji orang itu punya satu keinginan. jika keinginan itu sudah tercapai apakah dia melupakan janjinya? secara logikanya,orang yang di janjiin pun akan marah dan bukankah salah satu ciri orang yang munafik itu adalah orang yang mengingkari janji? wassalam

 
Robi
Pada : Kamis, 15 Januari 2009 / 00:38:35

Ada keutamaan lain nggak selain disaksikan Malaikat?

www.robyirawan.blogspot.com

www.e-publishingmedia.co.cc

 

Kirim Komentar

 
 
Nama :
E-mail :
Website :
Komentar :
Jawab :
     
   

Buku Khazanah

Cinta & Seks Rumah Tangga Muslim
Cinta & Seks Rumah Tangga Muslim
dr. Untung Sentosa, M.Kes., Aam Amiruddin, M.Si
Rp. 37.500,-
Kode : K0027

Mayoritas masyarakat kita masih memandang seks bukanlah prioritas penting dalam membina rumah tangga. Bahkan tidak sedik ... Baca »

PELUANG
Pusat buku bermutu karya Ust. Dr. Aam Amiruddin
www.khazanahintelektual.com
Tim Pengurus Kematian Percikan Iman | Melayani Sesuai Syariah | Telp.08122-119-189/022-4238445
tpk.percikaniman.org
Kajian Ahad Pagi Bandung @Majelis Percikan Iman
MPI (Majlis Percikan Iman)
Investasi Tiada Batas untuk Akherat yang Abadi
http://wakaf.percikaniman.org
Profil,buku,jadwal,video aktifitas Dr.Aam Amiruddin
Pusat Artikel Islam, Tanya Jawab dan Dakwah
Kontak ZIS telp.022-76888795/081802023030
Pengelola Zakat Infaq Percikan Iman ZISWAF Amany
Kumpulan Software, Program dan Aplikasi Islam
http://software-islam.percikaniman.org/