Bandung & Sekitarnya
Shubuh : 4:05 | Terbit : 5:25 | Dzuhur : 11:33 | Asar : 14:49 | Magrib : 17:44 | Isya : 18:54 WIB TIM HUMAS: percikaniman yyudhanto
Info Penting!
  • Gabung! Dakwah MAYA di http://www.facebook.com/kajianmpi and http://twitter.com/percikaniman.
Kategori : Artikel Islam
Sebaik-baik Manusia yang Bermanfaat ..

Posted by yyudhanto on 24 Juli 2009 | Comment 20 | dibaca : 8759

Ada hadits pendek namun sarat makna dikutip Imam Suyuthi dalam bukunya Al-Jami’ush Shaghir. Bunyinya, “Khairun naasi anfa’uhum linnaas.” Terjemahan bebasnya: sebaik-baik manusia adalah siapa yang paling banyak bermanfaat bagi orang lain.

Derajat hadits ini ini menurut Imam Suyuthi tergolong hadits hasan. Syeikh Nasiruddin Al-Bani dalam bukunya Shahihul Jami’ush Shagir sependapat dengan penilaian Suyuthi.

Adalah aksioma bahwa manusia itu makhluk sosial. Tak ada yang bisa membantah. Tidak ada satu orangpun yang bisa hidup sendiri. Semua saling berketergantungan. Saling membutuhkan.

Karena saling membutuhkan, pola hubungan seseorang dengan orang lain adalah untuk saling mengambil manfaat. Ada yang memberi jasa dan ada yang mendapat jasa. Si pemberi jasa mendapat imbalan dan penerima jasa mendapat manfaat. Itulah pola hubungan yang lazim. Adil.

Jika ada orang yang mengambil terlalu banyak manfaat dari orang lain dengan pengorbanan yang amat minim, naluri kita akan mengatakan itu tidak adil. Orang itu telah berlaku curang. Dan kita akan mengatakan seseorang berbuat jahat ketika mengambil banyak manfaat untuk dirinya sendiri dengan cara yang curang dan melanggar hak orang lain.

Begitulah hati sanubari kita, selalu menginginkan pola hubungan yang saling ridho dalam mengambil manfaat dari satu sama lain. Jiwa kita akan senang dengan orang yang mengambil manfaat bagi dirinya dengan cara yang baik. Kita anggap seburuk-buruk manusia orang yang mengambil manfaat banyak dari diri kita dengan cara yang salah. Apakah itu menipu, mencuri, dan mengambil paksa, bahkan dengan kekerasan.

Namun yang luar biasa adalah orang lebih banyak memberi dari mengambil manfaat dalam berhubungan dengan orang lain. Orang yang seperti ini kita sebut orang yang terbaik di antara kita. Dermawan. Ikhlas. Tanpa pamrih.
Tidak punya vested interes.

Orang yang selalu menebar kebaikan dan memberi manfaat bagi orang lain adalah sebaik-baik manusia. Kenapa Rasulullah saw. menyebut seperti itu? Setidaknya ada empat alasan.

Pertama, karena ia dicintai Allah swt. Rasulullah saw. pernah bersabda yang bunyinya kurang lebih, orang yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Siapakah yang lebih baik dari orang yang dicintai Allah?

Alasan kedua, karena ia melakukan amal yang terbaik. Kaidah usul fiqih menyebutkan bahwa kebaikan yang amalnya dirasakan orang lain lebih bermanfaat ketimbang yang manfaatnya dirasakan oleh diri sendiri. Apalagi jika spektrumnya lebih luas lagi. Amal itu bisa menyebabkan orang seluruh negeri merasakan manfaatnya.

Karena itu tak heran jika para sahabat ketika ingin melakukan suatu kebaikan bertanya kepada Rasulullah, amal apa yang paling afdhol untuk dikerjakan. Ketika musim kemarau dan masyarakat kesulitan air, Rasulullah berkata membuat sumur adalah amal yang paling utama. Saat seseorang ingin berjihad sementara ia punya ibu yang sudah sepuh dan tidak ada yang merawat, Rasulullah menyebut berbakti kepada si ibu adalah amal yang paling utama bagi orang itu.

Ketiga, karena ia melakukan kebaikan yang sangat besar pahalanya. Berbuat sesuatu untuk orang lain besar pahalanya. Bahkan Rasulullah saw. berkata, “Seandainya aku berjalan bersama saudaraku untuk memenuhi suatu kebutuhannya, maka itu lebih aku cintai daripada I;tikaf sebulan di masjidku ini.” (Thabrani). Subhanallah.

Keempat, memberi manfaat kepada orang lain tanpa pamrih, mengundang kesaksian dan pujian orang yang beriman. Allah swt. mengikuti persangkaan hambanya. Ketika orang menilai diri kita adalah orang yang baik, maka Allah swt. menggolongkan kita ke dalam golongan hambanya yang baik-baik.

Pernah suatu ketika lewat orang membawa jenazah untuk diantar ke kuburnya. Para sahabat menyebut-nyebut orang itu sebagai orang yang tidak baik. Kemudian lewat lagi orang-orang membawa jenazah lain untuk diantar ke kuburnya. Para sahabat menyebut-nyebut kebaikan si mayit. Rasulullah saw. membenarkan. Seperti itu jugalah Allah swt.

Karena itu di surat At-Taubah ayat 105, Allah swt. menyuruh Rasulullah saw. untuk memerintahkan kita, orang beriman, untuk beramal sebaik-baiknya amal agar Allah, Rasul, dan orang beriman menilai amal-amal kita. Di hari akhir, Rasul dan orang-orang beriman akan menjadi saksi di hadapan Allah bahwa kita seperti yang mereka saksikan di dunia.

Untuk bisa menjadi orang yang banyak memberi manfaat kepada orang lain, kita perlu menyiapkan beberapa hal dalam diri kita.

Pertama, tingkatkan derajat keimanan kita kepada Allah swt. Sebab, amal tanpa pamrih adalah amal yang hanya mengharap ridho kepada Allah. Kita tidak meminta balasan dari manusia, cukup dari Allah swt. saja balasannya. Ketika iman kita tipis terkikis, tak mungkin kita akan bisa beramal ikhlas Lillahi Ta’ala.

Ketika iman kita memuncak kepada Allah swt., segala amal untuk memberi manfaat bagi orang lain menjadi ringan dilakukan. Bilal bin Rabah bukanlah orang kaya. Ia hidup miskin. Namun kepadanya, Rasulullah saw. memerintahkan untuk bersedekah. Sebab, sedekah tidak membuat rezeki berkurang. Begitu kata Rasulullah saw. Bilal mengimani janji Rasulullah saw. itu. Ia tidak ragu untuk bersedekah dengan apa yang dimiliki dalam keadaan sesulit apapun.

Kedua, untuk bisa memberi manfaat yang banyak kepada orang lain tanpa pamrih, kita harus mengikis habis sifat egois dan rasa serakah terhadap materi dari diri kita. Allah swt. memberi contoh kaum Anshor. Lihat surat Al-Hasyr ayat 9. Merekalah sebaik-baik manusia. Memberikan semua yang mereka butuhkan untuk saudara mereka kaum Muhajirin. Bahkan, ketika kaum Muhajirin telah mapan secara financial, tidak terbetik di hati mereka untuk meminta kembali apa yang pernah mereka beri.

Yang ketiga, tanamkan dalam diri kita logika bahwa sisa harta yang ada pada diri kita adalah yang telah diberikan kepada orang lain. Bukan yang ada dalam genggaman kita. Logika ini diajarkan oleh Rasulullah saw. kepada kita. Suatu ketika Rasulullah saw. menyembelih kambing. Beliau memerintahkan seoran sahabat untuk menyedekahkan daging kambing itu. Setelah dibagi-bagi, Rasulullah saw. bertanya, berapa yang tersisa. Sahabat itu menjawab, hanya tinggal sepotong paha. Rasulullah saw. mengoreksi jawaban sahabat itu. Yang tersisa bagi kita adalah apa yang telah dibagikan.

Begitulah. Yang tersisa adalah yang telah dibagikan. Itulah milik kita yang hakiki karena kekal menjadi tabungan kita di akhirat. Sementara, daging paha yang belum dibagikan hanya akan menjadi sampah jika busuk tidak sempat kita manfaatkan, atau menjadi kotoran ketika kita makan. Begitulah harta kita.

Jika kita tidak memanfaatkannya untuk beramal, maka tidak akan menjadi milik kita selamanya. Harta itu akan habis lapuk karena waktu, hilang karena kematian kita, dan selalu menjadi intaian ahli waris kita. Maka tak heran jika dalam sejarah kita melihat bahwa para sahabat dan salafussaleh enteng saja menginfakkan uang yang mereka miliki. Sampai sampai tidak terpikirkan untuk menyisakan barang sedirham pun untuk diri mereka sendiri.

Keempat, kita akan mudah memberi manfaat tanpa pamrih kepada orang lain jika dibenak kita ada pemahaman bahwa sebagaimana kita memperlakukan seperti itu jugalah kita akan diperlakukan. Jika kita memuliakan tamu, maka seperti itu jugalah yang akan kita dapat ketika bertamu. Ketika kita pelit ke tetangga, maka sikap seperti itu jugalah yang kita dari tetangga kita.

Kelima, untuk bisa memberi, tentu Anda harus memiliki sesuatu untuk diberi. Kumpulkan bekal apapun bentuknya, apakah itu finansial, pikiran, tenaga, waktu, dan perhatian. Jika kita punya air, kita bisa memberi minum orang yang harus. Jika punya ilmu, kita bisa mengajarkan orang yang tidak tahu. Ketika kita sehat, kita bisa membantu beban seorang nenek yang menjinjing tak besar. Luangkan waktu untuk bersosialisasi, dengan begitu kita bisa hadir untuk orang-orang di sekitar kita.

Mudah-mudahan yang sedikit ini bisa menginspirasi.


 

20 Komentar

 
 
irma fatmawati
Pada : Jumat, 24 Juli 2009 / 20:05:39

Assalamualaikum wr.wb

Ikut berbagi sedikit ya,, ^_^"

Sebaik-baiknya manusia di muka bumi ini adalah Rosulullah SAW, karena beliau telah memberikan manfaat terbesar yaitu keselamatan di negeri akhirat yang kekal abadi.

  • Rasulullah SAW telah memperkenalkan siapakah Tuhan yang sebenarnya sehingga manusia tidak lagi salah menyembah Tuhan.
  • Rasulullah SAW telah memperkenalkan kehidupan akhirat yang sebenarnya, syurga yang sebenarnya, neraka yang sebenarnya, dan bagaimana cara memperoleh keselamatan di sana.
  • Rasulullah telah memperkenalkan agama Islam, satu cara hidup yang selamat menyelamatkan, yang menjadikan setiap orang selalu merasa bahagia meskipun di dalam kesulitan hidup, kemiskinan, rasa sakit, perlakuan jahat orang lain, fitnah dan berbagai macam kesusahan lain.
  • Rasulullah telah menyempurnakan akhlak yang mulia untuk menjadi contoh bagi seluruh
    manusia.

Itulah manfaat terbesar yang Rasulullah SAW berikan kepada manusia lain, yang
semua itu tidak terukur oleh harta benda dan materi.

Akhirnya, jika kita ingin menjadi bagian dari orang-orang terbaik di muka bumi ini maka
teladanilah Baginda Rasulullah SAW. Jadilah orang yang senantiasa menginginkan dan
mengusahakan keselamatan akhirat untuk orang lain. Perkenalkanlah Tuhan yang sebenarnya dan ajaklah diri sendiri dan orang lain untuk mengamalkan apa yang diperintahkan-Nya dan meninggalkan apa yang tidak diredhai-Nya. Selamatkanlah orang lain dari ancaman siksa neraka agar kita bersama-sama dapat masuk ke dalam syurga-Nya. Dan selanjutnya sempurnakan dengan memberikan juga manfaat dunia kepada orang lain yang memerlukannya, baik berupa pertolongan harta, material, tenaga, pikiran, waktu dan lain sebagainya. Semoga dengan semua itu, Allah memasukkan diri kita ke dalam golongan hamba-hamba terbaik-Nya.Amin.

 
agus
Pada : Senin, 27 Juli 2009 / 20:14:54

Subhanallah, terima kasih atas berbagi iLmunya. Insya Allah bermanfaat:)

 
jumady
Pada : Sabtu, 05 Desember 2009 / 14:14:27

sumber hadis tersebut apakah dari kitab jami'u shagir atau jami'u shahih

 
sukiman
Pada : Sabtu, 26 Juni 2010 / 12:55:17

semoga Allah menambahi ilmu bagi orang yang telah menulis artikel ini, menulislah terus untuk kebaikan

 
Pankaj
Pada : Kamis, 13 Februari 2014 / 21:38:02

Thanks for writing such an earnsto-uydes-tand article on this topic.

 
overcome impotence
Pada : Sabtu, 15 Februari 2014 / 17:42:03

Posts like this brighten up my day. Thanks for taking the time.

 
car insurance quotes free
Pada : Sabtu, 22 Februari 2014 / 05:32:08

What a great resource this text is.

 
21 blackjack games
Pada : Rabu, 26 Februari 2014 / 12:43:52

TYVM youve solved all my problems

 
auto insurance average rates
Pada : Selasa, 04 Maret 2014 / 22:27:37

Thats a quick-witted answer to a difficult question

 
click here to get started
Pada : Rabu, 05 Maret 2014 / 10:08:40

Free knowledge like this doesnt just help, it promote democracy. Thank you.

 
life insurance cost
Pada : Sabtu, 08 Maret 2014 / 09:40:48

That insight would have saved us a lot of effort early on.

 
life insurance compare rates
Pada : Sabtu, 08 Maret 2014 / 21:55:42

Ah, i see. Well thats not too tricky at all!

 
life insurances companies
Pada : Minggu, 09 Maret 2014 / 17:38:29

Why does this have to be the ONLY reliable source? Oh well, gj!

 
greatgameslive.com
Pada : Selasa, 11 Maret 2014 / 04:29:13

Finding this post. Its just a big piece of luck for me.

 
over the counter viagra
Pada : Rabu, 12 Maret 2014 / 12:33:30

Thats a sharp way of thinking about it.

 
discount Nexium
Pada : Kamis, 13 Maret 2014 / 19:51:34

Boy that really helps me the heck out.

 
mobile
Pada : Senin, 17 Maret 2014 / 19:46:23

All things considered, this is a first class post

 
www.mybestinsurancequotes.net
Pada : Selasa, 18 Maret 2014 / 03:17:59

Yeah thats what Im talking about baby--nice work!

 
order Ciprofloxacin
Pada : Jumat, 28 Maret 2014 / 08:33:43

A good many valuables youve given me.

 
quotes by insurance companies on net life insurance
Pada : Senin, 14 April 2014 / 17:45:23

I thought finding this would be so arduous but its a breeze!

 

Kirim Komentar

 
 
Nama :
E-mail :
Website :
Komentar :
Jawab :
     
   

Buku Khazanah

Cinta & Seks Rumah Tangga Muslim
Cinta & Seks Rumah Tangga Muslim
dr. Untung Sentosa, M.Kes., Aam Amiruddin, M.Si
Rp. 37.500,-
Kode : K0027

Mayoritas masyarakat kita masih memandang seks bukanlah prioritas penting dalam membina rumah tangga. Bahkan tidak sedik ... Baca »

PELUANG
Pusat buku bermutu karya Ust. Dr. Aam Amiruddin
www.khazanahintelektual.com
Tim Pengurus Kematian Percikan Iman | Melayani Sesuai Syariah | Telp.08122-119-189/022-4238445
tpk.percikaniman.org
Kajian Ahad Pagi Bandung @Majelis Percikan Iman
MPI (Majlis Percikan Iman)
Investasi Tiada Batas untuk Akherat yang Abadi
http://wakaf.percikaniman.org
Profil,buku,jadwal,video aktifitas Dr.Aam Amiruddin
Pusat Artikel Islam, Tanya Jawab dan Dakwah
Kontak ZIS telp.022-76888795/081802023030
Pengelola Zakat Infaq Percikan Iman ZISWAF Amany
Kumpulan Software, Program dan Aplikasi Islam
http://software-islam.percikaniman.org/