Bandung & Sekitarnya
Shubuh : 4:26 | Terbit : 5:48 | Dzuhur : 11:39 | Asar : 15:01 | Magrib : 17:33 | Isya : 18:44 WIB TIM HUMAS: percikaniman yyudhanto
Info Penting!
  • Hadiri Kajian Ahad Pagi MPI (19/05/2013) di Masjid Al-Murosalah, jam 8-11 Bersama Ust. Dr. Aam Amiruddin.
Kategori : Tanya Jawab Islam
Cara Mendeteksi Pengajian Menyimpang?

Posted by homepi on 24 Mei 2012 | Comment 7 | dibaca : 3932

Cara Mendeteksi Pengajian Menyimpang?

Anak saya yang baru saja masuk kuliah tengah getol-getolnya ikut pengajian di kampusnya. Meski senang, saya agak khawatir juga dia terbawa berbagai aliran ekstrem yang dulu sempat marak. Nah, tindakan apa yang harus saya lakukan agar anak saya tidak terjerumus pada kelompok ekstremis. Apa saja ciri-ciri gerakan atau pengajian tersebut sehingga saya bisa menasihati anak saya kalau terindikasi pengajian yang diikutinya menyimpang dari ajaran Islam? Mohon penjelasannya, Ustadz.

Sikap Anda dalam memperhatikan pendidikan agama anak Anda saya nilai sudah tepat. Sebagai orangtua, selayaknya kita berbangga manakala anak memiliki kecenderungan untuk banyak beraktivitas dalam bidang keagamaan. Mudah-mudahan, di kemudian hari anak-anak kita menjadi anak yang saleh. Amin.

Namun, di balik kebanggaan itu, perlu kiranya kita mewaspadai adanya sejumlah kelompok yang ingin memanfaatkan semangat beragama anak-anak kita demi kepentingan tertentu yang belum tentu benar. Salah satu cara pengawasan terhadap aktivitas anak dalam bidang keislaman adalah mengetahui sumber ajaran yang diterima, baik gurunya atau buku-buku sumber yang dipakai. Lebih baik lagi bila Anda selaku orangtua dapat menganalisis sumber tersebut secara langsung. Kalaupun tidak, Anda bisa berkonsultasi dengan orang yang lebih tahu.

Memang tidak mudah mendeteksi keberadaan pengajian yang dapat menyesatkan akidah putra-putri kita karena sifat gerakannya yang bisa dibilang underground. Tapi, paling tidak, beberapa ciri khas yang dapat kita deteksi adalah sebagai berikut.

- Pengajian dilakukan secara sembunyi-sembunyi, umumnya dilakukan tengah malam.
- Doktrin yang disampaikan umumnya selalu dirahasiakan. 
- Peserta pengajian selalu diminta untuk tidak mengumumkan siapa gurunya. 
- Sumber rujukannya eksklusif dan jarang ditemukan. 
- Perubahan yang tidak biasa terkait hubungan dengan keluarga. 
- Perubahan cara pandang secara drastis terhadap jalan dan pandangan hidup. 

Banyaknya aliran pengajian yang menyesatkan yang berkembang saat ini tentu saja menyulitkan kita mendeteksinya satu persatu. Di sinilah pentingnya komunikasi antara Anda dan anak sehingga Anda dapat memantau perkembangan pemahaman buah hati. Wallahu a‘lam. 

 

7 Komentar

 
 
kamsiyanto
Pada : Selasa, 03 Juli 2012 / 10:59:34

ya seharusnya selalu memperhatikan dengan benar,jgn sampai tujuan pengajianya bagus malah jadi masalah

 
insan
Pada : Selasa, 04 September 2012 / 02:02:20

Ukuran pengajian yang benar seperti apa..? * mengikuti tradisi petunjuk turun temurun (literatur , buku2, dll)??? * mengikuti kebanyakan pendapat petunjuk orang banyak (seperti diakui seluruh umat manusia)??? * mengikuti keinginan petunjuk (hati)??? allah berfirman : allah, tidak ada tuhan selain dia, yang maha hidup,yang terus menerus mengurus mahluknya, tidak mengantuk dan tidak pula tidur, miliknyalah apa yang ada dibumi dan dilangit, tidak ada yang dapat memberi keselamatan di sisinya tanpa seijin nya, dia mnegetahui apa yang ada di hadapan meraka dan apa yang di belakang mereka , dan manusia tidak mengetahui sesuatu apapun tentang ilmunya melainkan apa yang allah kehendaki, keududukannya meliputi langit dan bumi, dan dia tidak merasa berat untuk memelihara keduanya, dan dia mahatinggi dan mahabesar. Kalo sudah berbicara tentang allah..tidak ada sumberlain yang redaksinya berbahasa untuk manusia dari pemilikNya, yaitu al-Quran karena allah tidak akan berkata2 kepada hambanya terkecuali melalui perantara wahyu. allah turunkan petunjuk untuk manusia dengan bahasa manusia dan petunjuk itu terperinci dan jelas dan berulang-ulang dengan mutu ayat yang sama. setelah datang petunjuk kepahaman ilmu kepada manusia. para ahli ilmu tersebut dikarenakan didalam hatinya ada kedengkian diantara mereka sendiri maka mereka berselisih, namun yang konsisten mengikuti ayat-ayatKU akan aku selamatkan, dan yang mengingkari ayatKu rasakan azabKu teramat pedih. belum dipandang benar oleh allah para ahli apapun keahliannya sebelum mengegakan hukum-hukum dari ayat-ayat allah. ajak saya sebagai manusia sama seperti anda... kembali yuk total ikuti alquran secara utuh...hilangkan isme2 lain terlebih dahulu agar alquran ini bisa masuk meresap didalam dadamu, insyaallah kita tidak akan mudah dipecah belah...kita bisa tau mana itu dr allah atau bukan dari allah.

 
ahmadsjahroni
Pada : Jumat, 14 September 2012 / 02:20:19

ukuran pengajian atau kajian yang benar adalah, menyebarluaskan yang haq (amar maruf dan nahi munkar) sesuai dg AlQuran dan sunnahnya, dgn kata lain Bertauhid kepada Allah seutuhnya dan berbuat kebajikan, yang dilandasi Iman kepada Allah (rukunIman 6 ) dan melaksanakan rukun Islam yang 5 dan berihsan yang satu(1)dan inini aplikasinya kepada seluruh aspek dalam kehidupan ini, hingga mencapai kedamaian dibumi Allah ini. Dan ini dikaji secara terbuka tidak tersembunyi, karena setiap Haq diajarkan Allah melalui Rasulnya tidak tersembunyi alias terang-terangan, mengapa? karena semua yang diterangkan perjelasannya secara terbuka, ilmu Allah tidak ada yang tersembunyi, biasanya kebenaran yang disembunyikan adalah ajaran setan terlaknat, sekalipun menurutnya benar harus disembunyika, sifat setan adalah menyembunyikan yang Haq, demikian ukuran pengajian yang benar, demikian yang bisa saya fahami selama ini.pengajian yang membingungkan orang lain pasti ada sesuatu yang disembunyikan..........wasslam

 
jaya sakti
Pada : Sabtu, 06 Oktober 2012 / 02:57:11

Jadikanlah Al-quran dan Hadist sebagai acuan pembelajaran. Jangan menelan mentah-mentah pendapat Imam jika menyelisihi hadist Rasulullah. Bahkan Imam besar berkata, apabila mahzabku menyelisihi hadist maka tinggalkan mahzabku dan ikutilah hadist Rasulullah, karena hadist Rasulullah adalah mahzabku.

 
Pencari Hidayah
Pada : Selasa, 02 April 2013 / 09:47:33

just ikuti jalan ( sunnah ) yang dicontohkan rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan jalan khulafaur rasyidin

 
Sentot Rahardjo
Pada : Rabu, 08 Mei 2013 / 04:29:03

Maaf Ustadz jawaban Ustadz masalah Pengajian yang Menyimpang. Itu memang Benar sperti itu, Sulit, perlu waktu yang cukup lama. Cuma Ustadz menganjurka supaya ibu orang tua itu berkonsultasi pada orang yang lebih tahu. Orang yang lebih tahu yang mana? Apa tidak tambah runyam. Yang setahu saya USTADZ itu sangatlah banyak,Kyai juga banyak. tapi ajaran ROSULULLAHsaw tidaklah yang disampaikanya. melainkan yang ,,,,, yang,,,,, yang,,,,,, lain. Dan itu telah menyelubungi negeri ini.

 
abdilah
Pada : Selasa, 14 Mei 2013 / 21:30:39

pengajian menyimpang itu ya, pengajian yang mengkafirkan golongan lain, berani dengan orang tua karena beda paham, sok alim dengan ditunjukkankan ke orang lain, baru selesai ngaji ngajak berdebat orang lain, jika jamaah di mesjid berbeda dengan pengajiannya berusaha merubah dengan cara yang tidak sopan...dan mudah membidahkan orang lain. Selain itu masuk golongan apa saja boleh yang penting tidak golongan yang tadi...kalo cuma ga ada dihadist berarti bidah yaitu yang penting bisa belu kitab hadist dan bisa baca ya bisa. Tapi mengatur puasanya astronot dibulan dan tentara dikapal selam, apa diatur di hadist kan perlu fatwa ulama...

 

Kirim Komentar

 
 
Nama :
E-mail :
Website :
Komentar :
Jawab :