Bandung & Sekitarnya
Shubuh : 4:36 | Terbit : 5:59 | Dzuhur : 11:50 | Asar : 15:11 | Magrib : 17:43 | Isya : 19:04 WIB TIM HUMAS: percikaniman yyudhanto
Info Penting!
  • Gabung! Dakwah MAYA di http://www.facebook.com/kajianmpi and http://twitter.com/percikaniman.
Kategori : Tanya Jawab Islam
Masalah dalam Rumah Tangga Sakinah

Posted by admin on 05 Mei 2010 | Comment 26 | dibaca : 2655

Masalah dalam Rumah Tangga Sakinah
Ustadz saya seorang pria yang siap menikah, akan tetapi setiap mau menikah ada keraguan. Apakah permasalahan yang nanti terjadi pada rumah tangga merupakan bagian fase menuju keluarga sakinah?


ياَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ منْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّ خَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَ بَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَّ نِسَاءً، وَ اتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِه وَ اْلاَرْحَامَ، اِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا. النساء



Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. [QS. An-Nisaa’ : 1]

Melihat cita-cita sebuah rumah tangga sakinah itu bagaikan melihat sebuah pegunungan yang sangat indah, pemandangan yang menakjubkan namun ketika anda kesana anda akan merasakan terjalnya saat mendaki, bebatuan tajam, aliran sungai-sungai yang sangat deras dan lain sebagainya.

Untuk mencapai puncak gunung pasti akan mengalami berbagai rintangan yang sangat beragam dan bergantian, begitu pula dengan sebuah rumah tangga akan ada halangan rintangan. Sehingga hampir orang-orang berkata bahwa rumah tangga itu adalah sumber masalah, namun jika kita berhasil melewatinya maka syurga akan ada dapat dicapai.

Rekan-rekan yang dirahmati Allah swt, keimanan seseorang yang sudah berumah tangga itu dua kali lipat dari yang belum berumah tangga, kenapa? karena orang yang sudah berumah tangga itu memerlukan kesabaran yang ekstra sebab akan menghadapi ujian yang sebenarnya, lebih hebat dari sesuatu yang dilakukan sendirian (lajang).

عَنْ اَنَسٍ رض اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: مَنْ رَزَقَهُ اللهُ امْرَأَةً صَالِحَةً فَقَدْ اَعَانَهُ عَلَى شَطْرِ دِيْنِهِ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِى الشَّطْرِ اْلبَاقِى. الطبرانى فى الاوسط و الحاكم. و قال الحاكم صحيح الاسناد



Dari Anas RA, bahwasanya Rasulullah SAW telah bersabda, “Barangsiapa yang Allah telah memberi rezqi kepadanya berupa istri yang shalihah, berarti Allah telah menolongnya pada separo agamanya. Maka bertaqwalah kepada Allah untuk separo sisanya”. [HR. Thabrani di dalam Al-Ausath, dan Hakim. Hakim berkata, “Shahih sanadnya]

و فى رواية البيهقى، قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِذَا تَزَوَّجَ اْلعَبْدُ فَقَدِ اسْتَكْمَلَ نِصْفَ الدِّيْنِ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِى النِّصْفِ اْلبَاقِى.



Dan dalam riwayat Baihaqi disebutkan, Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seorang hamba telah menikah, berarti dia telah menyempurnakan separo agamanya, maka hendaklah dia bertaqwa kepada Allah pada separo sisanya”.

Misalnya saja mungkin istri anda termasuk orang yang rapi, yang teratur sedangkan anda adalah orang yang memiliki tipe /karakteristik yang terbalik dengan istri anda, dengan perbedaan itu anda harus lebih bersabar dan anda akan mengalami transformasi sifat prilaku dan lain sebagainya.

Nah, sahabatku sekalian yang saya contohkan itu merupakan hal yang kecil, memang melihat sebuah pernikahan itu sebagai yang mengerikan. Namun jika anda terus berfikir terus seperti itu anda akan terus merasa ketakutan dan tidak pernah siap untuk menikah. Padahal dengan menikah, keimanan seseorang akan menjadi dua kalipat dan dengan berumah tangga pula ladang amal sangat terbuka.


Sumber : Tanya Jawab MPI 25/4/2010

 

26 Komentar

 
 
Yasmin
Pada : Jumat, 12 Agustus 2011 / 18:52:40

Assalamu alaikum Pak Ustadz Saya Yasmin, menikah sudah 3 tahun dan memiliki 1 anak. Kebetulan saya sejak menikah tidak diijinkan suami saya untuk bekerja jadi penghasilan hanya dari suami saja (single income). Sejak kami menikah gaji dari suami saya tiap bulannya dipotong oleh bank karena kredit yang diperuntukkan ke keluarganya. Sekitar 50% gaji suami saya dipotong tiap bulannya dan itu sampai beberapa tahun yang akan datang. Sehingga tiap bulannya sisanya yang kami pakai untuk kehidupan sehari-hari, pas2an dan hampir tidak memungkinkan ada sisa untuk ditabung. Selain itu kalau suami saya mendapatkan bonus biasanya per tiga bulan dari bonus itu juga sebagiannya yaitu 20% dikirim ke keluarganya. Awalnya agak berat tapi karena sudah kesepakatan jadi saya sudah terbiasa dan alhamdulillah tidak jadi masalah. Yang saya kadang suka bertanya-tanya dan rasa2 tidak ikhlas adalah. Selain potongan tersebut, kadang juga dari keluarganya (orang tuanya) masih meminta lagi. Mertua saya adalah PNS golongan menengah, namun memang memiliki gaya hidup yang bisa dibilang mungkin melebihi batas kemampuannya (punya mobil,rumah besar,peralatan elektronik yg serba lengkap dsb). Sehingga sering kredit, utang dsb. Sehingga suami saya yang memang satu2nya anak laki2nya yang sudah bekerja (dr 4 bersaudara laki2 dan 1 perempuan) srg menjadi temapt untuk meminta bantuan melunasi tagihan2nya. Yang saya tanyakan apakah salah jika saya tidak menyetujui untuk mengirim uang tambahan (diluar potongan yang sdh ada) dikarenakan kami jg punya kebutuhan dan untuk keperluan menabung. Selain itu dari fakta yang ada mertua saya srg tdk jujur. Misalnya beliau meminta uang yang katanya untuk keperluan kuliah adik2 suami saya, karena kesusahan dsb.Tapi tiap saya berkunjung ke rumah mertua saya selalu ada sj barang2 baru yg mewah yg harganya lebih dr biaya kuliah adik2 suami saya. Misalnya tv plasma, beberapa kulkas, alat fitness dsb. Secara logika kalau memang kesusahan kenapa selalu ada brg2 yang harganya mahal. Dari 3 tahun pernikahan, tabungan kami bisa dibilang suka kehabisan. Padahal suami saya bekerja di tempat yang bisa dibilang gajinya lumayanlah. Dan kami jg sudah sangat hemat. Saya tidak pernah beli perhiasan dan tidak tiap bulan beli pakaian. Bagaimana seharusnya saya menyikapi ini. Karena kalau dari suami saya dia orangnya sangat baik dan gak enakan sama orang tuanya. Saya juga sebenarnya jg gak enakan. Cuman kadang kalau sudah diluar logika saya, saya menolak mengirimkan uang. Apakah tindakan saya sudah benar? Karena saya takut berdosa kepada Allah SWT. Terima kasih sebelumnya Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

 
ukhti_win
Pada : Sabtu, 12 Januari 2013 / 03:16:12

Assalamuallaikum ustadz.. Saya dan suami sudah menikah hampir 4 tahun dan memiliki 2 orang anak, putra 2thn dan putri 5bln. Saya anak tunggal dan suami anak kedua dari lima bersaudara. Saya tinggal bersama orangtua Pulau Jawa, dan suami sedang bekerja di Pulau Sulawesi dan tinggal bersama ibu nya disana. Permasalahan yg kami hadapi selalu sama setiap tahunnya, dan kami belum menemukan solusi yang tepat hingga saat ini. Permasalahannya adalah jika mertua sy ingin bertemu cucunya dari kami berdua. Pada awal pernikahan mertua saya yg selalu rajin menjenguk kami, dalam setahun bisa sampai 2-3 kali untuk menjenguk kami. Dua tahun belakangan ini mertua sy sudah jarang untuk menjenguk kami, mungkin karena usia, sebagai gantinya saya dan anak-anak yg menjenguknya. Dalam hal akomodasi beliau yang menanggung. Saya tidak pernah keberatan, karena saya pikir adalah lebih sopan kalau kami yang menjenguk beliau. Tapi diluar dugaan saya dan suami, ibu saya menentangnya. Dengan alasan masih banyak tanggungan kami di Pulau Jawa (hutang) dan kondisi saya yang pada waktu itu tengah mengandung anak kedua kami. Saya pun berkeras dan sempat ribut dengan ibu saya. Sampai akhirnya saya dan anak pertama saya berangkat, saya pun meminta ibu saya untuk mengikhlaskan kami pergi. Setelah sampai di Pulau Sulawesi, 2 minggu pertama komunikasi antara saya dan ibu saya masih baik. Mungkin karena kesepian ibu saya jd lebih sering menangis dan marah-marah karena kami tidak segera pulang. Saya selalu meyakinkan ibu saya agar memanfaatkan waktu untuk beristirahat dan refreshing, agar tidak terlalu lelah. Tetapi lama kelamaan, saya diteror oleh ibu saya karena saya tidak patuh dan durhaka, dan menuduh saya memisahkan ibu saya dari cucunya. Bukan hanya saya, suami saya pun terkena imbasnya dengan menuduh suami saya memisahkannya dari anak dan cucunya. Sampai-sampai ibu saya menelpon teman saya dan menceritakan permasalahan kami. Puncaknya adalah saat ibu saya membuat skenario bahwa dirinya lari dari rumah. Ayah saya mengirim sms kebingungan karena ibu saya tidak kunjung pulang padahal saat itu langit sudah gelap. Saya pun bingung, dan menelpon kesana kemari. Saya pun meminta bantuan pada adik ibu saya untuk mencari informasi. Dan sampai esok harinya pun ayah saya memberi kabar bahwa ibu saya tidak pulang, hingga kakak dari ibu saya pun menelpon saya dan membentak-bentak saya dan suami bahwa kami yang menyebabkan ibu saya lari dari rumah, sampai akhirnya kakak dari ibu saya pun berbicara kepada ibu mertua saya, dan akhirnya mereka pun bertengkar ditelpon. 2 hari kemudian ayah saya memberitahu saya bahwa ibu tidak pergi dari rumah. Saya tidak habis pikir dengan perlakuan ibu saya. Saya dan om saya (adik ibu) kemudian meminta maaf atas kejadian tersebut kepada mertua saya, saat itu pun mertua saya memakluminya. Setelah 2bulan di Sulawesi saya dan anak pun pulang diantar oleh mertua saya. Situasi waktu itu pun sedikit membaik. Saya pun melahirkan dan bayi saya pun sdh menginjak usia 5bulan, suami pun sudah kembali lagi ke Sulawesi untuk bekerja. Dua minggu yang lalu, mertua saya akan mengirimkan tiket untuk kami (saya, kedua anak saya, dan ibu saya). Beliau ingin melihat cucunya yang baru lahir. Tapi karena ad musibah di keluarga suami saya, kami tidak jadi berangkat. Dan beberapa hari yang lalu mertua saya kembali menelpon saya untuk menanyakan saya masih mau brangkat atau tidak. Saya mengiyakan tapi karena kterbatasan biaya mertua saya tidak mengikutkan ibu saya. Ibu saya pun menentang dan ingin anak pertama saya tetap bersama ibu saya. Saya pun tidak ingin kejadian setahun lalu kembali terjadi. Jadi saya mengambil jalan tengah dan menyarankan ke mertua saya, agar saya dan bayi saya saja yang berangkat sedangkan anak pertama saya tidak ikut dengan alasan ibu saya tidak ada yang menemani. Ibu Mertua saya menolaknya, dan bilang lebih baik tidak sama sekali. Sampai saat ini mertua saya masih marah dan kecewa. Dan ibu saya selalu bilang, kapanpun saya berangkat si sulung harus tetap tidak boleh ikut. Apa yang harus saya dan suami lakukan ustadz?? Terus terang Mertua saya sifatnya independent terhadap anak2nya. Sedangkan Ibu saya memiliki perasaan terlalu menyayangi dan agak memaksakan kehendaknya terhadap saya. Tapi yang pasti keduanya sama2 keras dan mudah tersinggung. Saat ini saya dan suami sedang mencoba berbicara pelan-pelan kepada ibu kami masing-masing. Yang mau saya tanyakan, adakah solusi yang tepat untuk masalah kami ini pak ustadz?? Solusi yg membuat kedua pihak sama-sama senang. Karena kami tidak ingin mengorbankan rumah tangga kami. Dan bagaimana caranya untuk melunakan hati ibu dan mertua saya. Mohon solusinya ustadz.. Terimakasih Wassalamuallaikum..

 
sri dewi ratna sugiharti
Pada : Sabtu, 29 Juni 2013 / 18:29:19

assalammualaikum sy ibu rmh tangga baru 8 bln ini pak ustad, nikah jands dan duda knapa setiap kami bertengkar suami selalu bilang demi allah demi rosullallah sambil ambil al quran lalu ditaro diatas kepala sy suami blg udahan cerai tnggalin sy atau mau ninggalin pdhal dia ustad jg dia sllu mimpin majlis dimana orangsllu menghormatinya tp mrk tdk tau gmna perlakuannya ke sy istrinya kadang sy kasian sm dia....tp sy ga pernah bs benci atau marah ke dia krn sy sngat mncintainya (mungkin krn inilah mungkin suami jd semenake sy)sy selalu memaafkannya walau sakit dan terluka oleh katanya sy sllu memaafkan krn sy ga mau dia nambah bnyak dosanya menurut pak ustadz hukumnya gmna??? apa sy yg salah???? atau siapa????

 
DhiedhienPtr
Pada : Selasa, 02 Juli 2013 / 02:52:34

asalamualaikum wr.wb Ustadz saya mohon bantuan dan saran uztad Saya seorang pria berumur 42 th, punya 2 anak yang berumur 11 tahun dan 9 tahun. Saya punya permasalahn uztadz… beberapa bulan ini saya kurang bergairah dengan istri saya (berumur 40 tahun). Dan saya tau istri saya merasakan ini dan saya sadar dia kecewa. Saya pun sedih dengan ke adaan ini. Di tempat kerja, saya bertemu dengan seorang wanita yang berumur 19 tahun (sebut saja PT). Awalnya saya niat membantu PT karena melihat kehidupan keluarganya yg kekurangan dalam hal materi, bapaknya kena stroke sehingga tidak bisa kerja lagi, usaha warungnyapun tutup, sehingga praktis tidak ada yang dijadikan sebagai sumber penghasilan. Pernah kejadian PT harus operasi namun karena tidak ada biaya keluarganya meminta PT untuk membatalkan operasi tersebut. Melihat hal ini saya membantu PT membiayai operasi tersebut. Karena kedekatan ini akhirnya timbul gosipfitnah yang membuat PT dan keluarganya merasa tidak nyaman di kampungnya. Akhirnya dengan keuangan se adanya saya menikahi PT. Dengan PT ini gairah saya normal kembali bahkan kami bisa melakukan hubungan suami istri 3-4 kali dalam sehari. Sebelum pernikahan dengan PT terjadi saya sampaikan semua keadaan saya yaitu 1. Saya sudah punya anak dan istri 2. saya sampaikan mungkin saya hanya bisa berkunjungmendatangi PT kira-kira setiap 2-3 bln saja bahkan bisa lebih lama 3. Untuk saat ini saya hanya bisa menyantuni sekitar 500ribu – 1 juta perbulan (tergantung rejeki yg saya dapatkan) 4. Kebahagian berumahtangga mungkin hanya bisa di rasakan sekitar 5% saja di banding keluarga normal. Semua yang saya sampaikan ini di terima oleh PT dan keluarganya, dan mereka siap menerima keadaan ini. Saya melihat PT dan keluarganya sangat jarang menjalankan sholat 5 waktu. Namun sejak menikah PT mulai rajin menjalankan sholat 5 waktu karena itu memang perjanjian yang saya tuntut ke diri PT. Sayapun mulai mengajarkan PT untuk mengajak orangtua,kakak dan adik2nya untuk melaksanakan sholat 5 waktu. Perlu ustadz ketahui domisili istri pertama saya dengan istri ke 2 saya ini berlainan propinsi. Dan saya lebih banyak di istri pertama Saat ini istri pertama saya belum tau kalo saya sudah menikah lagi. Istri pertama saya taat beribadah, namun jika saya sampaikan bahwa dalam agama tidak dilarang beristri 2, istri pertama saya menangis. Pertanyaan saya ustadz. 1. Salahkah saya karena menikah lagi 2. Haruskah pernikahan ini saya rahasiakan terus ( meskipun istri saya paham agama, tapi saya tetap tidak tega dan tidak sanggup membuat istri pertama dan anak2 saya bersedih) 3. Salahkah saya menikah lagi dengan alasan nafsu syahwat. 4. Sudah adilkah saya terhadap istri-istri saya.(jatah bulanan istri pertama saya, tdk saya kurangi hanya karena pernikahan ke dua saya ini ). 5. Haruskah saya ceraikan saja PT, karena meskipun saya sudah tidak bergairah dengan istri pertama namun saya tidak tega kalo sampai istri pertama dan anak2 saya bersedih. 6. Kadang saya merasa pikiran saya terbebani dengan ke adaan ini Saya Menanti Jawaban ustadz. Jazakumullahu khairan katsiira.

 
zuoe
Pada : Minggu, 07 Juli 2013 / 13:08:05

asalamualaikum wr.wb Ustadz Apa pantas seorang istri memarahi, membentak dan memaki di depan orang tua istri terhadap saya.karena saya sudah tidak tahan atas perlakuannya.saya tahu karena penghasilan saya tidak sepadan sama istri.

 
Dotty
Pada : Jumat, 14 Februari 2014 / 05:10:18

Intsghis like this liven things up around here.

 
health insurance how to buy
Pada : Minggu, 16 Februari 2014 / 01:01:54

Its a real pleasure to find someone who can think like that

 
herbal impotence
Pada : Minggu, 16 Februari 2014 / 14:51:17

Economies are in dire straits, but I can count on this!

 
oklahoma health insurance high risk
Pada : Senin, 17 Februari 2014 / 00:44:18

Whoa, things just got a whole lot easier.

 
www.portitt.com
Pada : Rabu, 19 Februari 2014 / 07:55:49

And I was just wondering about that too!

 
propecia
Pada : Jumat, 21 Februari 2014 / 14:59:32

Pleasing you should think of something like that

 
auto insurance quote free
Pada : Sabtu, 22 Februari 2014 / 08:04:03

Its good to get a fresh way of looking at it.

 
cheap car insurance in nj
Pada : Selasa, 25 Februari 2014 / 10:38:14

At last! Someone with real expertise gives us the answer. Thanks!

 
car insurance quote
Pada : Selasa, 04 Maret 2014 / 20:54:48

Wow, this is in every respect what I needed to know.

 
auto insurance quotes
Pada : Kamis, 06 Maret 2014 / 05:09:07

Yours is a point of view where real intelligence shines through.

 
ca auto insurance quotes
Pada : Jumat, 07 Maret 2014 / 08:51:56

Wowza, problem solved like it never happened.

 
lunchpailleft.com
Pada : Jumat, 07 Maret 2014 / 20:49:01

This shows real expertise. Thanks for the answer.

 
link
Pada : Minggu, 09 Maret 2014 / 12:11:57

Thats really thinking out of the box. Thanks!

 
free car insurance quote online
Pada : Senin, 10 Maret 2014 / 14:30:30

Phenomenal breakdown of the topic, you should write for me too!

 
life insurance for a child
Pada : Senin, 10 Maret 2014 / 16:35:36

We need more insights like this in this thread.

 
Cipro side effect
Pada : Rabu, 12 Maret 2014 / 12:36:30

Your answer lifts the intelligence of the debate.

 
mobile
Pada : Sabtu, 15 Maret 2014 / 11:52:46

Haha. I woke up down today. Youve cheered me up!

 
viagra
Pada : Minggu, 16 Maret 2014 / 00:17:11

You are so awesome for helping me solve this mystery.

 
link
Pada : Selasa, 18 Maret 2014 / 07:15:42

Well put, sir, well put. Ill certainly make note of that.

 
auto insurance quotes nj
Pada : Senin, 24 Maret 2014 / 21:18:17

Thats more than sensible! Thats a great post!

 
doessayonline.com
Pada : Jumat, 18 April 2014 / 04:59:58

I appreciate you taking to time to contribute Thats very helpful.

 

Kirim Komentar

 
 
Nama :
E-mail :
Website :
Komentar :
Jawab :
     
   

Buku Khazanah

Cinta & Seks Rumah Tangga Muslim
Cinta & Seks Rumah Tangga Muslim
dr. Untung Sentosa, M.Kes., Aam Amiruddin, M.Si
Rp. 37.500,-
Kode : K0027

Mayoritas masyarakat kita masih memandang seks bukanlah prioritas penting dalam membina rumah tangga. Bahkan tidak sedik ... Baca »

PELUANG
Pusat buku bermutu karya Ust. Dr. Aam Amiruddin
www.khazanahintelektual.com
Tim Pengurus Kematian Percikan Iman | Melayani Sesuai Syariah | Telp.08122-119-189/022-4238445
tpk.percikaniman.org
Kajian Ahad Pagi Bandung @Majelis Percikan Iman
MPI (Majlis Percikan Iman)
Investasi Tiada Batas untuk Akherat yang Abadi
http://wakaf.percikaniman.org
Profil,buku,jadwal,video aktifitas Dr.Aam Amiruddin
Pusat Artikel Islam, Tanya Jawab dan Dakwah
Kontak ZIS telp.022-76888795/081802023030
Pengelola Zakat Infaq Percikan Iman ZISWAF Amany
Kumpulan Software, Program dan Aplikasi Islam
http://software-islam.percikaniman.org/