Bandung & Sekitarnya
Shubuh : 4:35 | Terbit : 5:54 | Dzuhur : 12:03 | Asar : 15:12 | Magrib : 18:11 | Isya : 19:22 WIB TIM HUMAS: percikaniman yyudhanto
Info Penting!
  • Dapatkan Buku PANDUAN PRAKTIS : FIQIH JENAZAH edisi terbatas,,,.
Kategori : Tanya Jawab Islam
Menghadapi Tukang Fitnah

Posted by homepi on 16 Desember 2011 | Comment 1 | dibaca : 847

Menghadapi Tukang Fitnah
Saya seorang ibu bekerja yang sudah meiliki dua orang putri dan insya Allah sedang mengandung anak ke-3. Saya sedang menghadapi suatu permasalah yang mungkin akan menjadi dilema. Saya sedang berada dalam pilihan yang sangat berat, yaitu setelah kelahiran anak ke-3 apakah tetap bekerja atau berhenti saja. Di satu sisi, dengan saya bekerja alhamdullilah bisa membantu perekonomian keluarga tapi di sisi yang lain saya sedang merasakan kejenuhan di kantor. Memang, kantor merupakan tempat berkumpulnya orang-orang dengan karakter yang berbeda-beda. Tapi, dari dua tahun pertama bekerja, saya merasakan ketidaknyamanan terlebih semenjak ada teman saya yang berinisial "I".

Hal tersebut ditambah lagi dengan kejadian beberapa waktu lalu yang membuat cukup banyak orang beranggapan bahwa saya bukan teman (kerja) yang baik. Waktu itu saya hendak ikut istirahat di mess sekalian menjenguk anak teman saya yangg berinisial "V". Nah, "I" ini paling tidak suka dengan "V" dengan alasan sifatnya yang menyebalkan. Saya sengaja tidak mengajak "I" karena sebelumnya ia pernah diajak oleh teman yang lain dan tidak mau. Setelah sampai di mess, saya sempat beristirahat di kamar "V" (teman akhwat juga). Tidak berapa lama, ruang tamu ramai karena ada mantan pegawai berinisial "S" dan disambul oleh teman-teman kantor yang lain. Saya tidak tahu kalau "S" akan datang dan mengajak makan. Saya juga tidak tahu dengan siapakah "S" membuat janji datang ke mess. Tersebarlah berita kami makan-makan dengan "S" dan sampai ke telinga "I" yang langsung bertanya kepada sahabatnya "D" kenapa ia tidak diajak.

Singkatnya, setelah saya menerangkan lewat sms kepada "I" dan "D", mereka bersikap manis di depan saya tapi di belakang saya mereka bercerita yang tidak sesuai dengan kenyataan dan orang-orang di kantor percaya akan cerita "I" karena memang dia pandai bersilat lidah. Kalau mau jujur, saya-lah yang lebih sering sakit hati karena kelakuan "I" dan "D" yang selalu yakin kalau mereka tidak pernah berbuat salah kepada siapa pun dan mengaku selalu mengalah karena mereka sudah dewasa.

Yang mau saya tanyakan:
1. Apakah sikap saya salah mengingat saya sudah berusaha untuk menerangkan dengan sejelas-jelasnya mengenai situasi yang terjadi dan telah meminta maaf?
2. Kalau memang saya salah dan permohonan maaf saya tidak diterima oleh "I" dan "D", apakah Allah juga tidak akan memaafkan saya?

Jazakallah atas jawabannya. Saya mohon doanya semoga saya dapat menghadapi kedua orang tersebut dengan lapang dada dan sabar.

Sebelumnya, saya ucapkan selamat atas kehamilan anak Anda yang ke-3. Semoga seluruh keturunan Anda kelak menjadi generasi shaleh-shalehah yang siap menyongsong masa depan tegaknya kalimatullah di muka bumi ini. Amin.

Persoalan yang Anda hadapi mungkin bertitik-tolak pada kesalahpahaman dan komunikasi yang sedikit tersendat. Saya melihat bahwa niat Anda sudah benar karena hendak menjaga sesuatu (yang buruk) yang mungkin akan terjadi antara Anda dengan "V" ketika mengajak "I". Namun, perlu juga kiranya Anda mengevaluasi sikap tidak mengajak "I" yang sedikit dilatar-belakangi oleh prasangka yang belum tentu benar.

Seandainya Anda tidak mengawalinya dengan prasangka tersebut dan tetap menjaga komunikasi dalam setiap kesempatan, sepertinya kejadian seperti ini tidak akan terjadi. Yang saya sampaikan ini bukan bermaksud untuk menyalahkan siapa pun. Namun, perlu kiranya menjadi pelajaran bahwa sekecil apa pun permasalahan, jika tidak dikomunikasikan akan memunculkan sakwa sangka yang merugikan.

Sekarang, semuanya sudah terjadi. Tinggal Anda beristighfar meski belum tentu Anda yang bersalah. Jaga dan tingkatkan sillaturahmi dengan orang yang membenci kita sekali pun. Jika itu semua sudah dilakukan dan ternyata sejumlah teman kantor sepertinya tetap membenci Anda, maka Anda tidak perlu risau karena teman yang sesungguhnya adalah mereka yang sama-sama menginginkan adanya ishlah dan tetap terjaganya silaturahmi.

Allah Maha Pemaaf dan Maha Pengampun. Setiap maaf yang dimohonkan kepada-Nya dengan tulus, baik langsung ataupun tidak langsung, dipastikan akan senantiasa diterima. Bahkan, Allah membenci hamba-Nya yang merasa selalu bersih dari dosa dan memandang diri tidak perlu memohon ampun kepada-Nya. Jika kesalahan itu ada pada sesama manusia, maka di saat kita memintakan maaf kepada orang yang bersangkutan, secara otomatis di saat itu pula Allah dengan cepat memaafkan kita meski orang tersebut tidak memberikan maaf.

Perlu diingat pula bahwa hal tersebut (teman tidak memberi maaf) jangan sampai membuat kita tidak memaafkan teman tersebut karena hal itu hanya akan merugikan kita sendiri. Wallahu a'lam.

 

1 Komentar

 
 
ubay
Pada : Senin, 23 Januari 2012 / 02:35:02

Jangan perdulikan orang lain, apalagi orang macam I dan D, orang2 pun tau sifat mereka jadi orang yang bijak akan maklum apa dan bagaimana omongan mereka berdua. Allah Swt maha tau apa yang anda lakukan, jadi ggak perlu menjelaskan pada I dan D itu tentang masalah anda. Untuk meneruskan kerja atau tidak, diskusikan dengan suami bagaimana sebaiknya. Bersabar dan bersyukur adalah solusi terbaik. Jangan lupa sholat khusus untuk mengambil keputusan yang terbaik, semoga Allah Swt memberi jalan terbaik buat anda. Salam buat keluarga

 

Kirim Komentar

 
 
Nama :
E-mail :
Website :
Komentar :
Jawab :
     
   

Buku Khazanah

Ketika Dosa Tak Dirasa
Ketika Dosa Tak Dirasa
Dr. Aam Amiruddin & MaPI
Rp. 25.000,-
Kode : K0065

Saat bergaul dan berinteraksi dengan banyak orang, tanpa disadari kata-kata mengalir dari mulut kita seolah keluar\nt ... Baca »

PELUANG
Pusat buku bermutu karya Ust. Dr. Aam Amiruddin
www.khazanahintelektual.com
Tim Pengurus Kematian Percikan Iman
www.percikaniman.org
Investasi Tiada Batas untuk Akherat yang Abadi
http://wakaf.percikaniman.org
Lembaga Kemanusiaan Percikan Iman
www.amany.org
Kumpulan Software, Program dan Aplikasi Islam
http://software-islam.percikaniman.org/