Untitled Document
  Home Profil DPU AMANY UMHAJ TPFPI Majalah Hubungi
 
 
 
Bandung & Sekitarnya Shubuh : 4:32 | Terbit : 5:53 | Dzuhur : 12:03 | Asar : 15:20 | Magrib : 18:14 | Isya : 19:26 WIB
 
 
Satu Langkah Mudah Membaca Al-Quran
Yudi Imana

Harga : Rp. 49.000,-

Al-Quran merupakan pedoman hidup. Tapi hanya segelintir orang yang mampu membacanya dengan baik sesuai kaidah-kaidah ilm ...


Keajaiban Doa Orangtua
Nino Yudiar

Harga : Rp. 29.800,-

Doa merupakan senjata. Doa bukan merupakan simbol kelemahan dan ketidakberdayaan, melainkan kekuatan.

Doa berpen ...


Melangkah ke Surga dengan SHALAT SUNAT
Aam Amiruddin, M.Si

Harga : Rp. 40.000,-

Amal yang pertama kali akan ditanya di akherat kelak adalah shalat. Jika baik shalatnya akan baik pula seluruh amalannya ...


Kunci Sukses Meraih Cinta Ilahi
Ust. Aam Amiruddin, MSi

Harga : Rp. 45.000,-

Berbicara mengenal manusia adalah berbicara mengenai kompleksitas. Seorang manusia yang kita nilai buruk, pasti memiliki ...


Dzikir Orang-Orang Sukses
Aam Amiruddin dan M. Arifin Ilham

Harga : Rp. 49.900,-

Orang yang berdzikir selalu ingat pada kebesaran Allah, mengakui keagungan-Nya, dan menyadari bahwa ...


Anak Anda Bertanya Seks?
Alva Handayani, Aam Amiruddin

Harga : Rp. 29.900,-

Apa yang anda katakan kalau suatu saat buah hati anda bertanya, "Bunda, penis itu apa?". Atau bagaima ...



Syukur Nikmat
03-07-2004 / 18:35:00

Dalam surat Al Baqarah ayat 152, Allah SWT berfirman, "Maka ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat pula kepadamu, dan bersyukurlah kepadaKu, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku."


Dalam surat Al Baqarah ayat 152, Allah SWT berfirman, "Maka ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat pula kepadamu, dan bersyukurlah kepadaKu, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku."Ayat ini secara jelas dan gamblang memerintahkan kepada kita untuk selalu mengingat Allah dan bersyukur atas segala nikmat-Nya.

Secara bahasa, syukur berarti berterima kasih kepada Allah. Sedangkan Ar-Raghib Al-Isfahani, salah seorang yang dikenal sebagai pakar bahasa Alquran, dalam Al-Mufradat fi Gha rib Al-Quran, mengatakan bahwa kata ˜syukur" mengandung arti gambaran dalam benak tentang nikmat dan menampakkannya ke permukaan.

Kesyukuran, pada hakikatnya, merupakan konsekuensi logis bagi seorang manusia, yang notabene sebagai makhluk, kepada Allah, sebagai Tuhan yang telah menciptakan dan melimpahkan berbagai nikmat. Namun, kerap kali manusia terlupa dan tidak bersyukur atas karunia-Nya.

Ketidakbersyukuran manusia, biasanya disebabkan oleh tiga hal.
Pertama, salah melakukan ukuran/menilai. Dalam konteks ini maksudnya bahwa manusia selalu mengukur suatu nikmat deri Allah itu dengan ukuran keinginannya. Artinya, jika keinginannya dipenuhi, maka ia akan mudah untuk bersyukur. Sebaliknya, jika belum dikabulkan, maka ia akan enggan untuk bersyukur,

Penilaian seperti ini jelas bertentangan dan cenderung menafikan nikmat yang diberikan. Penilaian yang benar adalah berdasarkan apa yang kita peroleh. Karena, apa yang kita inginkan belum tentu yang terbaik di hadapan Allah. Dan, belum tentu juga itu yang terbaik buat diri kita. Perhatikan firman Allah, “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.(QS 2: 216).

Kedua, selalu melihat kepada orang lain yang diberikan lebih banyak nikmat. Perilaku ini hanya menyuburkan iri, hasad, dan dengki kepada orang lain. Sedangkan perilaku bagi orang beriman haruslah melihat kepada orang yang kurang beruntung. Rasulullah, sebagaimana diriwayatkan Bukhari dan Muslim, mengajarkan, Apabila seseorang di antara kamu melihat orang yang dilebihkan Allah dalam hal harta benda dan bentuk rupa, maka hendaklah ia melihat kepada orang-orang yang lebih rendah daripadanya.

Ketiga, menganggap apa yang didapati dan nikmat Allah adalah hasil usahanya. Perilaku ini menumbuhkan sifat kikir dan melupakan Allah sebagai pemberi nikmat tersebut. Padahal, tidak ada satu nikmat pun yang datang dengan sendirinya. Melainkan, Allah yang telah mengatur semuanya. Firman Allah SWT, Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji (QS 31: 12).
Kini, mumpung Allah masih memberikan waktu, sudahkah kita mensyukuri semua nikmat-Nya?



Cetak Kirim Ke Teman Download PDF dibaca : 1208

Berita Sebelumnya
Kenapa Nikmat itu Menghilang?
Maksud MALU Sebagian dari Iman
Jadikan Pagimu Penuh Berkah
Ilmu Sabar dan Tawakal

 

Belum Ada Komentar


Kirim Komentar

Nama


E-mail
(* Tidak ditampilkan

Website
(* Kolom Website Dapat Dokosongkan

Komentar

Visual CAPTCHA

Input Kode Validasi: