Untitled Document
  Home Profil DPU AMANY UMHAJ TPFPI Majalah Hubungi
 
 
 
Bandung & Sekitarnya Shubuh : 4:15 | Terbit : 5:40 | Dzuhur : 11:55 | Asar : 15:22 | Magrib : 18:11 | Isya : 19:26 WIB
 
 
Satu Langkah Mudah Membaca Al-Quran
Yudi Imana

Harga : Rp. 49.000,-

Al-Quran merupakan pedoman hidup. Tapi hanya segelintir orang yang mampu membacanya dengan baik sesuai kaidah-kaidah ilm ...


Keajaiban Doa Orangtua
Nino Yudiar

Harga : Rp. 29.800,-

Doa merupakan senjata. Doa bukan merupakan simbol kelemahan dan ketidakberdayaan, melainkan kekuatan.

Doa berpen ...


Melangkah ke Surga dengan SHALAT SUNAT
Aam Amiruddin, M.Si

Harga : Rp. 40.000,-

Amal yang pertama kali akan ditanya di akherat kelak adalah shalat. Jika baik shalatnya akan baik pula seluruh amalannya ...


Kunci Sukses Meraih Cinta Ilahi
Ust. Aam Amiruddin, MSi

Harga : Rp. 45.000,-

Berbicara mengenal manusia adalah berbicara mengenai kompleksitas. Seorang manusia yang kita nilai buruk, pasti memiliki ...


Dzikir Orang-Orang Sukses
Aam Amiruddin dan M. Arifin Ilham

Harga : Rp. 49.900,-

Orang yang berdzikir selalu ingat pada kebesaran Allah, mengakui keagungan-Nya, dan menyadari bahwa ...


Anak Anda Bertanya Seks?
Alva Handayani, Aam Amiruddin

Harga : Rp. 29.900,-

Apa yang anda katakan kalau suatu saat buah hati anda bertanya, "Bunda, penis itu apa?". Atau bagaima ...



Kenapa Harus TAKUT MATI?
14-11-2009 / 10:02:10

Saya sering merasa takut, terutama takut mati. Salahkah saya? Bagaimana cara menghilangkannya


Perasaan takut adalah fitrah. Kita harus punya rasa takut sebagai bagian dari mekanisme pertahanan hidup. Seorang mahasiswa takut tidak lulus ujian, membuat dia belajar sungguh-sungguh. Seorang sopir takut mengalami kecelakaan, membuat dia hati-hati membawa kendaraan, dll. Jadi, rasa takut diperlukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup.

Takut dalam batas-batas normal sangatlah bermanfaat bagi kehidupan. Namun apabila rasa takut itu sudah melebihi ambang normal berarti menjadi abnormal. Nah, perasaan takut yang berlebihan inilah yang harus kita benahi. Rasa takut jangan dibuang tapi harus dimanage, harus dikelola dengan baik sehingga menjadi energi kehidupan.

Kita wajib mampu mengelola rasa takut sebab dia merupakan bagian dari ujian hidup. Kita akan diuji Allah dengan rasa takut, khawatir, kekurangan harta, bahkan kelaparan.

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Q.S. Al Baqarah 2: 155).

../images/banner/banner-kalender-2010-pi.jpgKita wajib berlindung diri pada Allah apabila merasakan ketakutan yang berlebihan. Kita harus yakin bahwa Allah swt. Maha Melindungi, Maha Penyayang, dan Maha Berkuasa. Hal ini membuat kita menjadi lebih tenang menghadapi rasa takut yang berlebihan.

”Orang-orang yang beriman dan hati mereka tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah hanya dengan mengingat Allahlah hati menjadi tenteram.” (Q.S. Ar-Rad 13: 28).

Ada perasaan takut yang justru harus kita pupuk, kita latih, dan kita rawat. Yaitu rasa taku pada Allah swt. Allah memberi penghargaan yang tinggi pada orang-orang yang memiliki rasa takut kepada-Nya. Allah memberi gelar pada orang-orang yang punya rasa takut dengan Ulul Albab artinya orang yang berakal atau memiliki kearifan.

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi Ulul Albab (orang yang berakal atau kearifan). Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), ’Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (Q.S. Ali Imran 3: 190-191).

Ekspresi takut kepada Allah akan melahirkan sikap takwa, yaitu takut dari siksa atau azab Allah sehingga menjadi pendorong untuk selalu melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.” (Q.S. As-Sajdah 32: 16).

Bagaimana dengan perasaan takut mati?

Dalam batas-batas tertentu, takut mati adalah fitrah alias wajar. Bahkan baik, apabila takut mati mampu menjadi pendorong atau motivator untuk berbuat berbagai kebajikan dan menjadi energi untuk menjauhkan diri dari kemaksiatan. Takut mati seperti ini sangat baik, harus kita tumbuhkan dan dirawat. Nabi saw. pernah bersabda, ”Perbanyaklah mengingat ’pemutus kenikmatan’ yaitu kematian!”

Keterangan ini mengisyaratkan bahwa dalam batas-batas tertentu, takut mati sangatlah baik. Namun takut mati menjadi sangat buruk apabila membawa kita pada sikap apatis, tidak ada semangat hidup, bahkan putus asa. Takut mati semacam ini harus disembuhkan dengan cara memupuk kesadaran bahwa setiap orang akan mati, baik cepat ataupun lambat.

Kita tidak perlu takut mati, sebab mati pasti akan kita alami. Yang harus kita takuti, apa yang akan kita bawa setelah mati. Jadikanlah takut mati sebagai motivator atau pendorong untuk berlomba dalam kebaikan.

Wallahu A’lam

../images/icon/icon-aam-png.png


Cetak Kirim Ke Teman Download PDF dibaca : 1108

Berita Sebelumnya
Filantropis diwaktu Lapang & Sempit
Masih banyak ikan di Laut…
CANTIK ...
Puasa Sunnah 9 dan 10 Muharram

 

Belum Ada Komentar


Kirim Komentar

Nama


E-mail
(* Tidak ditampilkan

Website
(* Kolom Website Dapat Dokosongkan

Komentar

Visual CAPTCHA

Input Kode Validasi: