Untitled Document
  Home Profil DPU AMANY UMHAJ TPFPI Majalah Hubungi
 
 

 
 
Bandung & Sekitarnya Shubuh : 4:30 | Terbit : 5:44 | Dzuhur : 11:51 | Asar : 15:05 | Magrib : 17:49 | Isya : 18:58 WIB
 
 
Buku Istikharah Ala Rasulullah
Ust. Dadang Khaeruddin

Harga : Rp. 38.000,-



CheckUp Shalat : Sesuai Sunnah Rosululloh saw
Ust. Dadang Khaeruddin

Harga : Rp. 48.000,-



Mudah dan Cepat Pahami Al Qur'an
Dr. Aam Amiruddin

Harga : Rp. 198.000,-



EDUVACATION : Panduan Wisata Cerdas
Ali K. Bakti, Muslik Nawita & Ahmad Ruhiat

Harga : Rp. 49.000,-



Sudah Baik dan Benarkah Bacaan AlQur'anku?
Yudi Imana

Harga : Rp. 40.000,-



Sudahkah Aku Jadi Orangtua Shaleh?
Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari

Harga : Rp. 35.000,-



Ibu, Susui Aku! (Bayi Sehat dan Cerdas dengan ASI)
dr. Ariani (Konselor Menyusui)

Harga : Rp. 55.000,-



Satu Langkah Mudah Membaca Al-Quran
Yudi Imana

Harga : Rp. 49.000,-




Masih banyak ikan di Laut…
04-01-2010 / 05:27:00

Nikmati setiap kegagalan dengan senyuman, atau bolehlah anda menuliskannya.


أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لا يُفْتَنُونَ وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ


“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ”Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?. Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta”. (QS.29 : 2-3)

Hari belum lagi gelap, namun kegelapan menyelimuti hati seseorang. Dia menceritakan kesedihan tentang kegagalan mendapatkan pekerjaan menjadi PNS kepada sahabatnya. Yang dicurhati, sahabatnya ini seandainya harus, dia pasti akan bercerita panjang lebar mengenai kegagalannya mencari pasangan. Tak terbayang bila terjadi komunikasi 3 orang, maka kegagalan apalagi yang akan terkuak.

Kegagalan adalah kata yang senantiasa dihindari, seolah kata ini membuat target jadi mundur. Padahal banyak kegagalan membawa kita pada pekerjaan yang lebih disempurnakan. Kegagalan dapat dijadikan sebagai waktu sekedar untuk ‘istirahat’ juga ajang instrospeksi. Kita lihat saja para atlet, mereka mundur dulu untuk berlari kemudian meloncat lebih tinggi.

Membayangkan kegagalan daripada usaha adalah seperti seorang yang sudah kalah sebelum perang. Seorang mahasiswa bisnis secara terang-terangan enggan menjadi pengusaha karena dia tidak sanggup dengan setiap kegagalan di awal usahanya. Maka kalau anda sudah siap dengan kegagalan, anda sudah lebih hebat dari seorang mahasiswa bisnis. Kalau bukan dari kegagalan dari mana lagi kita akan belajar?

Bagaimana bila kegagalan sudah terjadi. Kecewa adalah reaksi paling manusiawi, namun jangan terlalu lama karena kecewa yang berkelamaan akan menutup pandangan positif mencari kesempatan berikutnya.


كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ


Diwajibkan atas kamu berperang, Padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia Amat baik bagimu, dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia Amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS.2:216)

Bisa jadi kegagalan adalah cermin bahwa kita belum qualified di target tertentu. Jangan pernah menurunkan targetnya, yang betul adalah naikkan kualifikasi kita untuk bisa duduk di target tertentu.

Saya secara pribadi penyuka kegagalan. Karena bagi saya keberhasilan menutup peluang lain. Misalkan dalam kasus gagal menjadi PNS, ketika berhasil maka hanya segitu saja kejadiannya. Namun ketika gagal peluangnya justru mungkin melebihi menjadi PNS, contohnya: menjadi ustad dengan banyak santri atau pengusaha dengan omzet milyaran, insyaAllah. Hal yang pastinya tak terbayangkan sebelum kita antri mengurus arsip kelengkapan PNS.

Seandainya gagal dengan pasangan idaman kita justru lebih menggemaskan lagi. Bila calon idaman kita seorang yang soleh, maka ketika berhasil mendapatkannya hanya itu saja yang didapat. Ketika gagal justru peluang mendapatkan pasangan soleh dan pintar menjadi terbuka lebar.


وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلالا مُبِينًا


dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan Barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya Maka sungguhlah Dia telah sesat, sesat yang nyata. (QS.33:36)

Ada yang membuat perumpamaan keberhasilan itu bagaikan memancing ikan. Bila ingin mendapatkan hasil tangkapan ikan yang banyak maka yang disiapkan jaring, jaringlah di tambak. Ingin mahal sedikit jaringlah di laut. Namun bila ingin mendapatkan ikan yang besar, langka, istimewa, jarang ada di pantai maka anda harus memancing di laut. Memancing sendiri bukan perkara mudah, selain alatnya mahal ada semacam kesabaran juga ilmu yang mumpuni untuk melakukannya.

Anda mungkin tidak setuju dengan perumpamaan di atas dan punya definisi sendiri mengenai keberhasilan. Apapun itu jangan pernah jatuh ketika kegagalan datang.

Nikmati setiap kegagalan dengan senyuman, atau bolehlah anda menuliskannya. Bila tips itu tidak menawarkan kelegaan di hati anda, pakailah idiom anak muda jaman sekarang ketika kegagalan datang. Sambil senyum ikhlas ucapkanlah “masih banyak ikan di laut!!!” (p)




Cetak Kirim Ke Teman Download PDF dibaca : 1593

Berita Sebelumnya
Kesucian (Fitri) adalah Buah Ikhtiar Ramadhan
Apa Makna Lebaran Bagimu?
Yang TERLUPA dalam Ramadhan
BERBAKTI NAMUN TAK BERARTI

 

subagya
(15-01-2010 / 07:29:26)

 memang kegagalan membawa kepahitan dan kegamangan jiwa namun semua itu adalah manusiawi yang menjadi permasalahan bagaimana memenejemen ras gamang dan lelah ini dus bagaimana kita dapak memenuhi kebutuhan keluarga yang mendesak  disinilah peran penting dari upaya dakwah yang bukan sekedar bicara namun dapat mampu memberikan solusi serta proteksi dalam mengatasi kesulitan saudara kita mari bergabung bersama kami www.bagjasugema.com



Kirim Komentar

Nama


E-mail
(* Tidak ditampilkan

Website
(* Kolom Website Dapat Dokosongkan

Komentar

Visual CAPTCHA

Input Kode Validasi: