Untitled Document
  Home Profil DPU AMANY UMHAJ TPFPI Majalah Hubungi
   
 
Bandung & Sekitarnya Shubuh : 4:30 | Terbit : 5:45 | Dzuhur : 11:51 | Asar : 15:05 | Magrib : 17:49 | Isya : 18:58 WIB
 
 
 
Jilbab di Bulan Ramadhan saja?
Memperlambat dan Mempercepat Takdir Allah
Masih Junub di Pagi hari bulan Ramadhan
Zakat yang diduga dari Korupsi
Hukum Belum Melunasi Shaum tahun sebelumnya
Aqiqah yang benar dalam Islam?
Bagaimana Cara Bertobat dari Dosa ZINA?
Profil Ust.
Aam Amiruddin
Kehamilan Yang Didamba



dr. H hanny Ronosulistyo, Sp.OG (K).,M.M dan Ust. Aam Amiruddin
Harga : Rp. 20.000,-







 


04-05-2008 / 13:01:55
Kupas Tuntas Tawakal


Pengertian Tawakal Menurut etimologi tawakal berasal dari kata at Tawakkul, berkata dasar wakala menyerahkan; meninggalkan; Kata Tawakkul berwazan tafa’ulun dari kata al wakalah atau al wikalah berarti memperlihatkan ketidakmampuan dan bersandar pada orang lain.

• Al Wikalah, memiliki dua makna; at Tawkiil; mewakilkan sekaligus menyerahkan. At Tawakul; menjalankan tugas berdasarkan perwakilan yang diberikan oleh pemberi hak tersebut.
• Menurut terminologi tawakal adalah membebaskan diri dari segala ketergantungan kepada selain Allah dan menyerahkan keputusan segala sesuatunya kepada Allah swt.
• Menurut Syekh Ahmad Faridl, “Benar dan lurusnya hati dalam pasrah dan berpegang teguh kepada Allah dalam mencari kemaslahatan dan kebaikan, menolak kemadlaratan yang menyangkut urusan dunia dan akhirat.”

Perintah Bertawakal
• QS. Alu Imran : 159.
• QS. An Nisa : 81.
• QS. Al Maidah : 11, 23.
• QS. Hud : 123.
• QS. Al Ahzab : 3.
• QS. At Taghabun : 13.

Komentar Para Ulama

• Ibnu Abbas berkata, “Percaya sepenuhnya kepada Allah.”
• Ibnu Hajar berkata, “Memalingkan pandangan dari pelbagai sebab setelah dipersiapkannya sebab.”
• Imam Sahal berkata, “Siapa yang menentang ikhtiar berarti menentang sunnah, dan siapa yang mencela tawakal berarti mencela iman. Sebab tawakal adalah sikap dan sifat Rasulullah saw, sedang ikhtiar adalah sunnahnya. Maka, siapa yang ingin meniru Rasulullah, janganlah meninggalkan sunnahnya.”

Tawakal dan Ikhtiar
• QS. An Nisa : 71, 102.
• QS. Al Anfal : 60.
• QS. Yusuf : 87.
• Rasulullah saw bersabda, “Seandainya kamu sekalian bertawakal kepada Allah sepenuh hati niscaya Allah akan memberi rezeki untukmu sekalian, sebagaimana Ia memberinya kepada burung. Burung itu pergi dalam keadaan lapar dan pulang dalam keadaan kenyang.’ (HR. at Tirmidzi dan Ibnu Majah).
• Rasulullah saw bersabda, “Matikanlah lampu-lampu di waktu malam sebelum kamu tidur. Ikatlah pundi-pundi air dan tutuplah makanan dan minuman.” (HR. al Bukhari).

Tidak Tawakal Kepada Ikhtiar
• QS. Taubah : 25.

Urgensi Tawakal
• Syarat sempurnanya Iman dan Islam; (QS. Yunus : 84-85, QS. Al Maidah : 35).
• Tawakal berkaitan dengan Hidayah; (QS. Ibrahim : 12, QS. an Naml : 79).
• Tawakal berkaitan dengan Ihsan; (QS. Al Anfal : 2-4).
• Tawakal berkaitan dengan takwa; (QS. Ath Thalaq : 2-3).
• Tawakal berkaitan dengan sabar; (QS. Ibrahim ; 11-12, QS. an Nahl : 41-42, QS. al Ankabut : 58-59).
• Tawakal berkaitan dengan ibadah; (QS. Hud : 123).

Balasan Untuk Yang Bertawakal

• Ketenangan jiwa (QS. Ibrahim : 11-12).
• Mendapatkan kecukupan hidup (QS. Ath Thalaq : 3).
• Mendapatkan keselamatan hidup (QS. Al Anbiya : 69-70).
• Memiliki kekuatan, keteguhan, dan keberanian. Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang ingin menjadi orang yang paling kuat, maka hendaklah ia bertawakal kepada Allah. Siapa yang ingin menjadi orang paling kaya, maka hendaklah ia mempercayai apa yang di tangan Allah dari pada apa yang ada di tangannya sendiri. Dan siapa yang yang ingin menjadi orang yang mulia, hendaklah ia bertakwa kepada Allah swt.” (HR. Ibnu Abi Hatim dari Ibnu Abbas).
• Mendapatkan kesabaran (QS. An Nahl : 41-42).
• Mendatangkan pertolongan Allah Swt (QS. Alu Imran : 160).
• Melindungi diri dari godaan syetan (QS. An Nahl : 98-100).
• Mendapatkan cinta Allah Swt (QS. Alu Imran : 159).
• Menjadi sebab masuk surga. Rasulullah saw bersabda, "Ada tujuh puluh ribu orang dari umatku yang masuk surga tanpa hisab. Para sahabat bertanya, 'Siapakah mereka itu ya Rasulallah?' Nabi saw menjawab, 'Mereka adalah orang yang tidak beristirqa –meminta pengobatan dengan cara jampi jampi-, tidak tathayyur –menggantungkan nasib terhadap terbangnya burung-, tidak melakukan pengobatan dengan cara membakar bagian yang sakit dengan besi panas membara, dan orang-orang yang bertawakal kepada Rabb." (HR. Muslim dari Imran bin Hushain).

Doa Agar Bisa Bertawakal
• Doa Nabi Ibrahim : (Al Mumtahanah : 4-5).
• Doa Nabi Syu’aib : (QS. Al A’raf : 89).
• Doa Kaum Nabi Musa : (QS. Yunus : 85).
• Doa Rasulullah saw :

اللهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَ بِكَ آمَنْتُ، وَ عَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَ إِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَ بِكَ خَاصَمْتُ، وَ إِلَيْكَ حَكَمْتُ، أَعُوْذُ بِعِزَّتِكَ، لاَ الهَ إِلاَّ أَنْتَ أَنْ تُضِلَّنِي، أَنْتَ الْحَيُّ الَّذِي لاَ يَمُوْتُ، وَ الْجِنُّ وَ الإِنْسُ يَمُوْتُوْنَ


Ya Allah, kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku kembali, kepada-Mu aku mengadu, dan kepada-Mu aku mencari keputusan. Aku berlindung dengan keagungan-Mu, Tidak Tuhan kecuali Engkau, jangan sesatkan aku, Engkau Mahahidup yang tidak akan pernah mati. Jin dan manusia akan mati.” (HR. Al Bukhari).

Wallaahu A'lam Bish Shawwab.
Ahmad Humaedi.

 

Cetak Kirim Ke Teman Download PDF dibaca : 5785

Berita Sebelumnya
Nasehat Lukman
Shabar Menghadapi Kehidupan
Doa Nabi Ibrahim AS (2)
Doa Nabi Ibrahim AS

 

nasir
(18-05-2009 / 09:45:01)

salam, PII

Dalam menjlan kehidupan ini memang banyak cobaan yang harus kita lalui sebagai simpang menuju Akhirat (ujian) sehingga kita perlu menjalan kan tawakal kepadaNya dengan menjalankan sunatullah tentunya,

syukan kashiran

 

Ahmad
(31-12-2008 / 17:18:59)
Buat Jundu : "Apakah bentuk saya berikhtiar mengunci "stang" bisa disebut saya sebagai tidak tawakal kepada Allah SWT.?" Justru sebuah kepasrahan tidak akan pernah ada tanpa usaha/ikhtiar...bukankah dalam hadist disebutkan..ikatlah untamu dahulu baru pasrah..karena sunnatullah juga berlaku di dunia ini.
jundu
(31-12-2008 / 12:25:46)

assalamualaikum....

saya lagi bingung dengan dimana madom tawakal dan maqom ikhtiar....

karena ada saudara saya mengatakan bahwa tawakal adalah penyerahan/bersandar sepenuh hati hanya kepada Allah, kalo mash ada rasa
bersandar selain Allah SWT tawakal orang tersebut diragukan,,,

sebagai contoh :

kita meletakkan sepeda motor di depan rumah tanpa mengunci "stang" adalah bentuk kepasrahan kepada Allah SWT, kare3na saudara saya berpendapat, meskipun sudah dikunci stang pun tidak ada yang menjamin sepeda motor itu hilang, sehingga kalau kita tidak mengunci stang dan kita pasrahkan sepeda motor itu kepada Allah SWt, itulah bentuk tawakal sebenarnya....

dalam pikiran saya belum menerima penjelasan saudara saya tersebut, alasan saya karena kita sebagai makhluk diberikan hak yaitu berikhtiaR (DALAM HAL INI WUJUDNYA MENGUNCI STANG SEPEDA MOTOR)...

pertanyaan :

apakah bentuk saya berikhtiar mengunci "stang" bisa disebut saya sebagai  tidak tawakal kepada Allah SWT.???

jazakillah....

 

Yayat Supriatna
(25-10-2008 / 09:58:00)
Ralat! bukan menghindari tapi menghadiri
Yayat Supriatna
(25-10-2008 / 09:49:16)
Satyo saudaraku, iman manusia itu kadang bertambah kadang berkurang, untuk mengatasi hal ini maka iman itu perlu disiram dan dipupuk setiap hari, setiap jam, setiap menit bahkan setiap detik. Maka saran saya sering-seringlah mencari ilmu, menghindari majelis ta'lim dan mendengarkan ceramah-ceramah.
satyo
(03-09-2008 / 11:36:00)
Tolong bantu aku saudaraku,(kalau aku dianggap saudara)bagaimana menghilangkan nafsu yang bertentangan dengan islam.Ini aku lakukan, aku sadar ini dosa, aku sadar ini dosa, tapi aku tidak kuasa mencegah.mungkin anda harus bersyukur menjadi orang yang kuat iman. tapi aku, saudaramu seiman yang percaya Allah dan muhammad RasulNya......Sungguh kasihan aku inimenjadi orang yang tidak kuat iman.Aku ingin bertaanya adakah pertobatan yang dapat aku lakukan?wujud konkritnya seperti apa?aku harus mekakukan apa?
Rindu
(22-07-2008 / 11:59:12)

Bantu saya untuk menjadi lebih baik mas ... yang caranya masih saya cari.

Kang Syarif
(07-05-2008 / 17:38:47)
Haturnuhun pisan atas resensi ini..sebab Ahad tersebut pas saya datang terlambat..makasih MPI


Kirim Komentar

Nama


E-mail
(* Tidak ditampilkan

Website
(* Kolom Website Dapat Dokosongkan

Komentar

Visual CAPTCHA

Input Kode Validasi: