Pengertian Tawakal Menurut etimologi tawakal berasal dari kata
at Tawakkul, berkata dasar
wakala menyerahkan;
meninggalkan; Kata Tawakkul berwazan
tafa’ulun dari kata
al wakalah atau
al wikalah berarti
memperlihatkan ketidakmampuan dan bersandar pada orang lain. • Al Wikalah, memiliki
dua makna; at Tawkiil;
mewakilkan sekaligus
menyerahkan. At Tawakul; menjalankan tugas berdasarkan perwakilan yang diberikan oleh pemberi hak tersebut.
• Menurut
terminologi tawakal adalah membebaskan diri dari segala ketergantungan kepada selain Allah dan menyerahkan keputusan segala sesuatunya kepada Allah swt.
• Menurut
Syekh Ahmad Faridl,
“Benar dan lurusnya hati dalam pasrah dan berpegang teguh kepada Allah dalam mencari kemaslahatan dan kebaikan, menolak kemadlaratan yang menyangkut urusan dunia dan akhirat.”Perintah Bertawakal• QS. Alu Imran : 159.
• QS. An Nisa : 81.
• QS. Al Maidah : 11, 23.
• QS. Hud : 123.
• QS. Al Ahzab : 3.
• QS. At Taghabun : 13.
Komentar Para Ulama• Ibnu Abbas berkata, “
Percaya sepenuhnya kepada Allah.”
• Ibnu Hajar berkata, “
Memalingkan pandangan dari pelbagai sebab setelah dipersiapkannya sebab.”
• Imam Sahal berkata, “
Siapa yang menentang ikhtiar berarti menentang sunnah, dan siapa yang mencela tawakal berarti mencela iman. Sebab tawakal adalah sikap dan sifat Rasulullah saw, sedang ikhtiar adalah sunnahnya. Maka, siapa yang ingin meniru Rasulullah, janganlah meninggalkan sunnahnya.”
Tawakal dan Ikhtiar• QS. An Nisa : 71, 102.
• QS. Al Anfal : 60.
• QS. Yusuf : 87.
• Rasulullah saw bersabda, “
Seandainya kamu sekalian bertawakal kepada Allah sepenuh hati niscaya Allah akan memberi rezeki untukmu sekalian, sebagaimana Ia memberinya kepada burung. Burung itu pergi dalam keadaan lapar dan pulang dalam keadaan kenyang.’ (HR. at Tirmidzi dan Ibnu Majah).
• Rasulullah saw bersabda,
“Matikanlah lampu-lampu di waktu malam sebelum kamu tidur. Ikatlah pundi-pundi air dan tutuplah makanan dan minuman.” (HR. al Bukhari).
Tidak Tawakal Kepada Ikhtiar• QS. Taubah : 25.
Urgensi Tawakal• Syarat sempurnanya Iman dan Islam; (QS. Yunus : 84-85, QS. Al Maidah : 35).
• Tawakal berkaitan dengan Hidayah; (QS. Ibrahim : 12, QS. an Naml : 79).
• Tawakal berkaitan dengan Ihsan; (QS. Al Anfal : 2-4).
• Tawakal berkaitan dengan takwa; (QS. Ath Thalaq : 2-3).
• Tawakal berkaitan dengan sabar; (QS. Ibrahim ; 11-12, QS. an Nahl : 41-42, QS. al Ankabut : 58-59).
• Tawakal berkaitan dengan ibadah; (QS. Hud : 123).
Balasan Untuk Yang Bertawakal• Ketenangan jiwa (QS. Ibrahim : 11-12).
• Mendapatkan kecukupan hidup (QS. Ath Thalaq : 3).
• Mendapatkan keselamatan hidup (QS. Al Anbiya : 69-70).
• Memiliki kekuatan, keteguhan, dan keberanian. Rasulullah saw bersabda,
“Siapa yang ingin menjadi orang yang paling kuat, maka hendaklah ia bertawakal kepada Allah. Siapa yang ingin menjadi orang paling kaya, maka hendaklah ia mempercayai apa yang di tangan Allah dari pada apa yang ada di tangannya sendiri. Dan siapa yang yang ingin menjadi orang yang mulia, hendaklah ia bertakwa kepada Allah swt.” (HR. Ibnu Abi Hatim dari Ibnu Abbas).
• Mendapatkan kesabaran (QS. An Nahl : 41-42).
• Mendatangkan pertolongan Allah Swt (QS. Alu Imran : 160).
• Melindungi diri dari godaan syetan (QS. An Nahl : 98-100).
• Mendapatkan cinta Allah Swt (QS. Alu Imran : 159).
• Menjadi sebab masuk surga. Rasulullah saw bersabda,
"Ada tujuh puluh ribu orang dari umatku yang masuk surga tanpa hisab. Para sahabat bertanya, 'Siapakah mereka itu ya Rasulallah?' Nabi saw menjawab, 'Mereka adalah orang yang tidak beristirqa –meminta pengobatan dengan cara jampi jampi-, tidak tathayyur –menggantungkan nasib terhadap terbangnya burung-, tidak melakukan pengobatan dengan cara membakar bagian yang sakit dengan besi panas membara, dan orang-orang yang bertawakal kepada Rabb." (HR. Muslim dari Imran bin Hushain).
Doa Agar Bisa Bertawakal• Doa Nabi Ibrahim : (Al Mumtahanah : 4-5).
• Doa Nabi Syu’aib : (QS. Al A’raf : 89).
• Doa Kaum Nabi Musa : (QS. Yunus : 85).
• Doa Rasulullah saw :
اللهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَ بِكَ آمَنْتُ، وَ عَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَ إِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَ بِكَ خَاصَمْتُ، وَ إِلَيْكَ حَكَمْتُ، أَعُوْذُ بِعِزَّتِكَ، لاَ الهَ إِلاَّ أَنْتَ أَنْ تُضِلَّنِي، أَنْتَ الْحَيُّ الَّذِي لاَ يَمُوْتُ، وَ الْجِنُّ وَ الإِنْسُ يَمُوْتُوْنَ
Ya Allah, kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku kembali, kepada-Mu aku mengadu, dan kepada-Mu aku mencari keputusan. Aku berlindung dengan keagungan-Mu, Tidak Tuhan kecuali Engkau, jangan sesatkan aku, Engkau Mahahidup yang tidak akan pernah mati. Jin dan manusia akan mati.” (HR. Al Bukhari).
Wallaahu A'lam Bish Shawwab.
Ahmad Humaedi.