Luqman adalah seorang yang Sholeh dan memiliki akhlaq yang mulia, yaitu akhlaq yang berbasiskan kepada keimanan yang kokoh. Namanya diabadikan oleh Allah dalam salah satu surat di dalam Al Qur an, yakni surat ke 31.
Sehingga di dalam surat ini Allah memberikan pelajaran kepada kita akan kesholehan Luqman dalam memberikan nasehat kepada anaknya, yakni nasehat yang mengandung unsur KEILMUAN yang mendalam, KEIKHLASAN yang suci dan KECINTAAN yang tinggi.
Oleh karena itu Allah memberikan hikmah kepada Luqman, tetapi Allah tidak memberikan wahyu, karena wahyu diperuntukkan bagi seorang Nabi, dan secara otomatis setiap Nabi pasti dikaruniakan Hikmah oleh Allah.
12. dan Sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, Yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. dan Barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), Maka Sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan Barangsiapa yang tidak bersyukur, Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji".
13. dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".
14. dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam Keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun[1180]. bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.
15. dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, Maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, Maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
16. (Luqman berkata): "Hai anakku, Sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus[1181] lagi Maha mengetahui.
17. Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu Termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).
18. dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.
19. dan sederhanalah kamu dalam berjalan[1182] dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.
[1180] Maksudnya: Selambat-lambat waktu menyapih ialah setelah anak berumur dua tahun.
[1181] Yang dimaksud dengan Allah Maha Halus ialah ilmu Allah itu meliputi segala sesuatu bagaimana kecilnya.
[1182] Maksudnya: ketika kamu berjalan, janganlah terlampau cepat dan jangan pula terlalu lambat.
(Q.S. 31 : Lukman : 12-19)
HIKMAH :
a. Ilmu yang mendalam
b. Ilmu yang diamalkan/dipraktekkan
c. Intuisi yang tajam
d. Kemampuan untuk menyampaikan pesan (Q.S. 16 : An Nahl : 125)
e. Sikap yang bijaksana, yaitu kemampuan seseorang untuk menempatkan sesuatu secara proporsional
MACAM-MACAM SYUKUR :
1. Syukur dengan Hati
Mengekspresikan nikmat-nikmat Allah yang tak terhingga (menyadari nikmat Allah)
2. Syukur dengan Lisan
Mengekspresikan rasa syukur dengan kata-kata
3. Syukur dengan Perbuatan
Mengekspresikan rasa syukur dengan cara berperilaku seperti yang diinginkan/diridhoi Allah SWT
NASEHAT LUKMAN :
1. Jangan Berbuat Syirik (menyekutukan Allah), meyakini ada dzat yang setingkat dengan Allah. (contoh, percaya kepada Paranormal, dll)
Macam-macam Syirik ;
a. Syirik Akbar (paling besar dosanya)
i. Syirik Do’a : (Q.S. 39 : Az Zumar : 3)
Adalah Memohon kepada selain Allah/Memohon melalui perantara orang yang sudah wafat.
ii. Syirik dalam perbuatan : (Q.S. 9 : At Taubah : 31)
Adalah Mengamalkan penyembahan kepada selain Allah. (contoh : ramalan)
Macam-macam Ramalan :
a. Ramalan Ilmiah : Prediksi Ilmuwan bisa dipertanggungjawabkan dengan IPTEK
b. Ramalan Wahyu : Prediksi Nabi yang dibimbing dengan Wahyu
c. Ramalan Mistik : Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Q.S. 31 : Lukman : 34)
• Tiyaroh : Menghubungkan suatu binatang dengan kejadian tertentu, yang tidak bisa dibuktikan secara ilmiah (contoh ; kupu-kupu dirumah bakal ada tamu, dll)
iii. Syirik Niat. (Q.S. 11 : Huud : 15-16)
Adalah Melakukan pekerjaan 100 % karena niatnya bukan karena Allah.
iv. Syirik Mahabbah (Q.S. 9 : At Taubah : 24)
Adalah Mencintai sesuatu objek melebihi cintanya kepada Allah.
b. Syirik Asghor
adalah penyertaan sesuatu selain Allah pada saat beribadah kepada Allah, misalnya, melakukan shalat karena riya (kecenderungan ingin dipuji/pamer), mengeluarkan infaq karena ingin disebut sebagai dermawan, dan lain-lain. Bentuk taubat adalah dengan Istighfar.
c. Syirik Khofi
adalah syirik yang tersembunyi dalam kehendak hati, ucapan lisan, lintasan pikiran berupa penyerupaan Allah dengan makhluk. Terkadang pelakunya sendiri kurang menyadarinya. Bentuk taubat adalah recovery dengan amal sholeh.
...............................................
Selengkapnya :
Download Resensi PDF :
MPI-Nasehat-Luqman-PDF