Profil TPF PI (TAMAN PENDIDIKAN FIRDAUS PERCIKAN IMAN)

“Mencetak Generasi Qur’ani Berwawasan Lingkungann dan Budaya

Jika hanya dilihat sepintas, mungkin tak seorangpun menyangka, bangunan yang berdiri dikawasan perbukitan kota Bandung itu merupakan tempat pengkaderan muslim unggul. Padahal tempat itu adalah Taman Bermain Firdaus Percikan Iman ( TBFPI ). Bertempat di daerah Komplek Gegerkalong Permai Bandung, tempat itu tidak seperti taman bermain anak, atau yang lebih populer dinamai play group pada umumnya. Suasana disekelilingnya benar-benar alami. Hamparan bunga bunga berwarna-warni menghiasi halaman ditambah pemandangan pegunungan yang tampak begitu asri. Gemericik air sungai diselingi suara burung bersahutan menambah indahnya suasana.

Selain lokasinya yang terletak dikawasan perbukitan yang sejuk, desain bangunan yang digunakan untuk proses belajar mengajar pun cukup unik. Ada bangunan Joglo, bangunan khas tradisional jawa yang berdiri cukup mentereng. Konon bangunan tersebut sudah berumur ratusan tahun. Dibeli dari seorang penduduk sebuah dusun di Jawa Tengah, dan langsung diboyong ke kota Kembang. Ada juga bangunan khas tradisianal Bali, Bale Bengong dan Bale Jineng. Semua bahan bangunan didatangkan langsung dari pulau Bali dan dibuat langsung oleh para seniman bangunan dari pula Dewata. Selain itu ada juga Bangunan Modifikasi rumah adat menado,  rumah sunda khas adat kampung naga.

Mulanya ide mendirikan pendidikan pra sekolah ini dicetuskan oleh Ibu Sasa Esa Agustiana, S.H yang dulu aktif mengisi rubrik Buah Hatiku di Majalah Percikan Iman , lalu ide tersebut mendapat sambutan positif dari Ir. Susilo Soekardi Dipl.HE, Rd. Romlah Nuryati, Ust Aam Amiruddin ( Ketua Yayasan Percikan Iman ) & Ir. Eva Rufaah ( Kepala Divisi Pendidikan  Yayasan Percikan Iman ) yang akhirnya membuahkan hasil dengan berdirinya Taman Bermain Firdaus Percikan Iman (TBFPI ) yang sekarang lebih dikenal sebagai Taman Pendidikan Firdaus Percikan Iman ( TPFPI )

Menurut Bpk.H.Susilo Soekardi, pengagas konsep cinta khazanah budaya, pendirian bangunan belajar yang kaya nilai budaya tersebut dimaksudkan agar anak cucu menyadari kekayaan budaya yang selaras dengan alam. Adapun nama taman bermain diambil karena Taman Bermain yang berada dibawah Divisi Pendidikan Yayasan Percikan Iman ini kaya akan taman bermain, baik flora maupun fauna yang digunakan sebagai pendukung belajar. Di halaman muka terdapat taman bunga yang menghampar luas dengan aneka macam bunga berwarna-warni. Disebelahnya terdapat taman air yang berisi ikan-ikan beraneka ragam. Taman sayuran dan taman buah pun ada. Selain tumbuh-tumbuhan di lokasi TBFPI terdapat kandang-kandang kecil yang berisi berbagai macam hewan ternak seperti kelinci dan ayam. Pokoknya komplit. Sedangkan nama Firdaus sendiri diambil dari surga tertinggi, surga Firdaus. Tidak hanya itu, Taman bermain ini memiliki fasilitas pendukung belajar yang lengkap. Mulai dari komputer multimedia, perpustakaan, hingga Laboratorium Edutaiment. Semuanya tersedia. Plus fasilitas antar jemput pula.

Menurut Ir. Eva Rufa’ah, Ketua Divisi Pendidikan Yayasan Percikan Iman, lokasi TBFPI yang dekat dengan alam tersebut bertujuan agar anak dapat belajar dari lingungannya. Anak-anak ibarat mesin foto copy yang tak pernah berhenti memotret berbagai fenomena yang ada dihadapannya.  Hadirnya nuansa alam yang terdiri dari unsur air, tanah dan udara berikut habitat yang ada didalamnya, diharapkan dapat dipotret sang anak sehinngga dapat mewarnai kepribadiannya. ” Konsep berwawasan lingkungan dan budaya inilah yang tidak ada di tempat bermain yang lain, ” tutur Eva. Konsep ini menurut pakar patologi , Tauhid Nur Azhar, M.BBS.M.BIOMEDSC  sangatlah penting. ” Pengalaman yang berkesan akan merangsang pertumbuhan otak anak khususnya bagi anak 0-7 tahun” ucapnya. ” Serta berpengaruh terhadap faktor kejiwaan ank dikemudian hari,” sambung Tauhid lagi.

Dalam penggodokan kurikulum dan sarana belajar pun taman bermain yang dikhususkan bagi anak umur 2-4 tahun ini, tidak main-main. Sejumlah staf dan pakar ahli diterjunkan untuk dimintai sumbangan pemikirannya. Sebut saja Drs. Andhi Yudha Asfandiar, yang dimintai sumbangannya untuk kreatifitas dan seni. Untuk kurikulum TBFPI meminta saran dari Tauhid Nur Azhar, mahasiswa Universitas Kebangsaan Malaysia. TBFPI pun meminta pendapat Deshinta Arrova Dewi S.T.,M.T dalam urusan manajemen. Sedangkan untuk masalah lingkungan, TBFPI meminta sumbangan pemikiran kepada Ir. Diana Astrid H.R Sukardi, MT mahasiswi jebolan S2 ITB dengan program studi ilmu arsitektur yang concern terhadap lingkungan.

Para pakar tersebut diatas mencoba meramu program dan metode yang berkualitas dan berbeda dengan metode grup bermain ( play group ) kebanyakan. Kurikulum yang diterapkan ditaman bermain yang berdiri ai atas lahan 1000 M2 ini mengakomodasi 8 isu stategis diantaranya iman dan takwa, logika, kreativitas, bahasa, cinta lingkungan, sehat jasmani, kepemimpinan, kemandiria. Dengan fasilitas yang ada, si anak dapat belajar dari alam sekitarnya, sekaligus dikenalkan dengan bukti kebesaran sang Khalik lewat ciptaannya. Selain itu anak pun dilatih kecakapan jasmaninya, baik motorik kasar, motorik halus, maupun sensoriknya. Untuk menuju kelas, anak harus melewati batu-batuan yang ada diatas kolam ” Sehingga sebelum masuk kelas, si anak-anak akan loncat-loncat dulu kegirangan, ini bagus untuk mengasah kecakapan motorik kasanya, ” ungkap Eva.

Kedelapan isu stategis terus dapat berjalan mulus jika dibarengi oleh kerjasama antara orangtua, guru dan anak. Karena itu, yang diajari disekolah ini tidak hanya anak murid, tapi juga orang tua. Orang tua turut berpartisipasi dalam proyek sekolah ( family learning ), hal ini dimaksudkan agar orang tua dapat memonitoring perkembangan anak-anaknya. Hal ini relevan dengan pendapat Bpk. Ary Ginanjar Agustian, penggagas ESQ yang mengatakan pentingnya menjaga fitrah anak pada usia dini.

Selain itu metode menarik yang ada ditaman bermain ini adalah si anak dijamin enggak bakalan bosen belajar karena taman bermain ini menggunakan metode Learning by Playing ( bermain sambil belajar ). Lewat cara tersebut seorang anak akan mudah menyerap pelajaran karena penyampaiannya begitu mudah dan meyenangkan, dalam lingkungan yang indah dan nyaman. Dengan konsep seperti ini pengembangan potensi anak akan lebih optimal.

Untuk mendukung Learning By Playing, digunakan juga sistem belajar yang dikenal dengan sistem belajar yang dikenal dengan sistem moving class atau sistem kelas berpindah. Setiap mata pelajaran berbeda si anak akan berada dalam ruang dan lingkungan yang berbeda pula. Ketika pengajaran kreatifitas dan seni misalnya, si anak akan diajak menyusuri indahnya akan diajak menyususri indahnya taman sambil berguling-guling. Selain menyenangkan, cara ini juga membuat anak lebih kreatif dan tidak cepat bosan.

Bangunan pu disetting sedemikian rupa dengan fungsi berbeda pula. Bangunan khas Jawa, Joglo dipergunakan sebagainya pusat aktivitas anak. Untuk Labaratorium edutaiment
dan perpustakaan dipergunakan bangunan khas sunda. Sedangkan Bale Bengong dan Jineng diperuntukkan bagi pengenalan, pengetahuan umum dan pengoptimalan logika anak. Adapun lamanya belajar setiap minggunnya adalah 3 hari dengan lama belajar sekitar 2 jam setiap harinya.

Dengan berbagai fasilitas dan kurikulum yang berkualitas, Taman Bermain Firdaus Percikan Iman diharapkan dapat menjadi alternatif orang tua yang berkeinginan membekali anak-anaknya dengan nilai-nilai Qur’ani. Hingga setelah beranjak dewasa kelak, si anak dapat meniti jalan menuju surga Firdaus.Amin

 

TAMAN PENDIDIKAN FIRDAUS PERCIKAN IMAN
JLN. BUKIT FIRDAUS NO. 9
KOMPLEK GEGERKALONG PERMAI BANDUNG
TELP         : 022 – 70799019
FAX           : 022 – 2005286
HOT LINE        : 022 – 72580061 / 081322064064
( Marketing : Arliena Widiyanti, SE )