Warning: include(/home2/yyudhanto/public_html/percikaniman.org/zis/phpMyAdmin/setup/test.php): failed to open stream: No such file or directory in /home2/yyudhanto/public_html/percikaniman.org/index.php on line 20

Warning: include(): Failed opening '/home2/yyudhanto/public_html/percikaniman.org/zis/phpMyAdmin/setup/test.php' for inclusion (include_path='.:/opt/php56/lib/php') in /home2/yyudhanto/public_html/percikaniman.org/index.php on line 20

Warning: session_start(): Cannot send session cookie - headers already sent by (output started at /home2/yyudhanto/public_html/percikaniman.org/index.php:20) in /home2/yyudhanto/public_html/percikaniman.org/wp-content/plugins/php-code-for-posts/php-code-for-posts.php on line 14

Warning: session_start(): Cannot send session cache limiter - headers already sent (output started at /home2/yyudhanto/public_html/percikaniman.org/index.php:20) in /home2/yyudhanto/public_html/percikaniman.org/wp-content/plugins/php-code-for-posts/php-code-for-posts.php on line 14
Profil dan Visi Misi – Artikel Islam Berita Islami Tanya Jawab Muslim

Profil dan Visi Misi

“Mencetak Generasi Qur’ani Berwawasan Lingkungann dan Budaya”

Jika hanya dilihat sepintas, mungkin tak seorangpun menyangka, bangunan yang berdiri dikawasan perbukitan kota Bandung itu merupakan tempat pengkaderan muslim unggul. Padahal tempat itu adalah Taman Pendidikan Firdaus Percikan Iman ( TPFPI ). Bertempat di daerah Komplek Gegerkalong Permai Bandung, tempat itu tidak seperti taman bermain anak, atau yang lebih populer dinamai play group pada umumnya. Suasana disekelilingnya benar-benar alami. Hamparan bunga bunga berwarna-warni menghiasi halaman ditambah pemandangan pegunungan yang tampak begitu asri. Gemericik air sungai diselingi suara burung bersahutan menambah indahnya suasana.

 

Selain lokasinya yang terletak dikawasan perbukitan yang sejuk, desain bangunan yang digunakan untuk proses belajar mengajar pun cukup unik. Ada bangunan Joglo, bangunan khas tradisional jawa yang berdiri cukup mentereng. Konon bangunan tersebut sudah berumur ratusan tahun. Dibeli dari seorang penduduk sebuah dusun di Jawa Tengah, dan langsung diboyong ke kota Kembang. Ada juga bangunan khas tradisianal Bali, Bale Bengong dan Bale Jineng. Semua bahan bangunan didatangkan langsung dari pulau Bali dan dibuat langsung oleh para seniman bangunan dari pula Dewata. Selain itu ada juga Bangunan Modifikasi rumah adat menado,  rumah sunda khas adat kampung naga.

Mulanya ide mendirikan pendidikan pra sekolah ini dicetuskan oleh Ibu Sasa Esa Agustiana, S.H yang dulu aktif mengisi rubrik Buah Hatiku di Majalah Percikan Iman , lalu ide tersebut mendapat sambutan positif dari Ir. Susilo Soekardi Dipl.HE, Rd. Romlah Nuryati, Ust Aam Amiruddin (Ketua Yayasan Percikan Iman) & Ir. Eva Rufaah (Kepala Divisi Pendidikan  Yayasan Percikan Iman) yang akhirnya membuahkan hasil dengan berdirinya Taman Bermain Firdaus Percikan Iman (TBFPI ) yang sekarang lebih dikenal sebagai Taman Pendidikan Firdaus Percikan Iman (TPFPI)

Menurut Bpk.H.Susilo Soekardi, pengagas konsep cinta khazanah budaya, pendirian bangunan belajar yang kaya nilai budaya tersebut dimaksudkan agar anak cucu menyadari kekayaan budaya yang selaras dengan alam. Taman Pendidikan Firdaus Percikan Iman yang berada dibawah Divisi Pendidikan Yayasan Percikan Iman ini kaya akan taman bermain, baik flora maupun fauna yang digunakan sebagai pendukung belajar. Di halaman muka terdapat taman bunga yang menghampar luas dengan aneka macam bunga berwarna-warni. Disebelahnya terdapat taman air yang berisi ikan-ikan beraneka ragam. Taman sayuran dan taman buah pun ada. Selain tumbuh-tumbuhan di lokasi Taman Pendidikan Firdaus Percikan Iman  terdapat kandang-kandang kecil yang berisi berbagai macam hewan ternak seperti kelinci dan ayam. Pokoknya komplit. Sedangkan nama Firdaus sendiri diambil dari surga tertinggi, surga Firdaus. Tidak hanya itu, Taman bermain ini memiliki fasilitas pendukung belajar yang lengkap. Mulai dari komputer multimedia, perpustakaan, hingga Laboratorium Edutaiment. Semuanya tersedia. Plus fasilitas antar jemput pula.

 

Menurut Ir. Eva Rufa’ah, lokasi TPFPI yang dekat dengan alam tersebut bertujuan agar anak dapat belajar dari lingungannya. Anak-anak ibarat mesin foto copy yang tak pernah berhenti memotret berbagai fenomena yang ada dihadapannya.  Hadirnya nuansa alam yang terdiri dari unsur air, tanah dan udara berikut habitat yang ada didalamnya, diharapkan dapat dipotret sang anak sehinngga dapat mewarnai kepribadiannya. ”

Konsep berwawasan lingkungan dan budaya inilah yang tidak ada di tempat bermain yang lain, ” tutur Eva. Konsep ini menurut pakar patologi , Tauhid Nur Azhar, M.BBS.M.BIOMEDSC  sangatlah penting. ” Pengalaman yang berkesan akan merangsang pertumbuhan otak anak khususnya bagi anak 0-7 tahun” ucapnya. ” Serta berpengaruh terhadap faktor kejiwaan anak dikemudian hari,” sambung Tauhid lagi.

Dalam penggodokan kurikulum dan sarana belajar pun taman bermain yang dikhususkan bagi anak umur 2-4 tahun ini, tidak main-main. Sejumlah staf dan pakar ahli diterjunkan untuk dimintai sumbangan pemikirannya. Sebut saja Drs. Andhi Yudha Asfandiar, yang dimintai sumbangannya untuk kreatifitas dan seni. Untuk kurikulum TPFPI meminta saran dari Tauhid Nur Azhar, mahasiswa Universitas Kebangsaan Malaysia. TBFPI pun meminta pendapat Deshinta Arrova Dewi S.T.,M.T dalam urusan manajemen. Sedangkan untuk masalah lingkungan, TBFPI meminta sumbangan pemikiran kepada Ir. Diana Astrid H.R Sukardi, MT mahasiswi jebolan S2 ITB dengan program studi ilmu arsitektur yang concern terhadap lingkungan.

 

Para pakar tersebut diatas mencoba meramu program dan metode yang berkualitas dan berbeda dengan metode grup bermain ( play group ) kebanyakan. Kurikulum yang diterapkan ditaman bermain yang berdiri ai atas lahan 1000 M2 ini mengakomodasi 8 isu stategis diantaranya iman dan takwa, logika, kreativitas, bahasa, cinta lingkungan, sehat jasmani, kepemimpinan, kemandiria. Dengan fasilitas yang ada, si anak dapat belajar dari alam sekitarnya, sekaligus dikenalkan dengan bukti kebesaran sang Khalik lewat ciptaannya. Selain itu anak pun dilatih kecakapan jasmaninya, baik motorik kasar, motorik halus, maupun sensoriknya. Untuk menuju kelas, anak harus melewati batu-batuan yang ada diatas kolam ” Sehingga sebelum masuk kelas, si anak-anak akan loncat-loncat dulu kegirangan, ini bagus untuk mengasah kecakapan motorik kasanya, ” ungkap Eva.

Kedelapan isu stategis terus dapat berjalan mulus jika dibarengi oleh kerjasama antara orangtua, guru dan anak. Karena itu, yang diajari disekolah ini tidak hanya anak murid, tapi juga orang tua. Orang tua turut berpartisipasi dalam proyek sekolah ( family learning ), hal ini dimaksudkan agar orang tua dapat memonitoring perkembangan anak-anaknya. Hal ini relevan dengan pendapat Bpk. Ary Ginanjar Agustian, penggagas ESQ yang mengatakan pentingnya menjaga fitrah anak pada usia dini.

Selain itu metode menarik yang ada ditaman bermain ini adalah si anak dijamin enggak bakalan bosen belajar karena taman bermain ini menggunakan metode Learning by Playing ( bermain sambil belajar ). Lewat cara tersebut seorang anak akan mudah menyerap pelajaran karena penyampaiannya begitu mudah dan meyenangkan, dalam lingkungan yang indah dan nyaman. Dengan konsep seperti ini pengembangan potensi anak akan lebih optimal.

Untuk mendukung Learning By Playing, digunakan juga sistem belajar yang dikenal dengan sistem belajar yang dikenal dengan sistem moving class atau sistem kelas berpindah. Setiap mata pelajaran berbeda si anak akan berada dalam ruang dan lingkungan yang berbeda pula. Ketika pengajaran kreatifitas dan seni misalnya, si anak akan diajak menyusuri indahnya akan diajak menyususri indahnya taman sambil berguling-guling. Selain menyenangkan, cara ini juga membuat anak lebih kreatif dan tidak cepat bosan.

Dengan berbagai fasilitas dan kurikulum yang berkualitas, Taman Pendidikan  Firdaus Percikan Iman diharapkan dapat menjadi alternatif orang tua yang berkeinginan membekali anak-anaknya dengan nilai-nilai Qur’ani. Hingga setelah beranjak dewasa kelak, si anak dapat meniti jalan menuju surga Firdaus.Amin

Taman Pendidikan Firdaus Percikan Iman terlahir dari Visi & Misi Divisi Pendidikan yang bernaung dibawah Yayasan Percikan Iman yang sangat memiliki kepedulian terhadap pembangunan generasi muda muslim yang berkualitas.

Visi kami yaitu :

“Menjadi mitra terbaik bagi masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan yang berspiritkan Islam untuk mewujudkan Intelektual yang berwawasan Tauhid, lingkungan, dan budaya”.

Dan untuk mencapai hal tersebut kami memiliki misi – misi yang mulia diantaranya:
(1) Membangun lembaga pendidikan yang ramah terhadap lingkungan baik internal maupun eksternal.
(2) Menggali, membina, dan mengoptimalkan potensi setiap individu yang ada di lingkungan divisi pendidikan yayasan percikan iman.
(3) Mendesain dan melaksanakan program pembinaan menuju generasi Qurani yang memiliki integritas ketakwaan, integritas intelektual, dan integritas sosial.
(4) Menciptakan iklim yang menstimulasi kreatifitas untuk melahirkan pemikiran baru

Motto  :

” GENERASI QUR’ANI, CERDAS, CINTA LINGKUNGAN DAN BUDAYA ”

(1) GENERASI QUR’ANI
Membangun Generasi yang mengaplikasi Al Qur’an dan Sunnah Nabi  dalam kesehariannya, disesuaikan dengan tugas perkembangan anak.
(2) CERDAS
Menstimulasi seluruh potensi  kecerdasan anak dari segi  spiritual, intelektual dan emosional
(3) CINTA LINGKUNGAN
Mengenalkan wawasan lingkungan kepada anak.
(4) CINTA BUDAYA
Mengenalkan khazanah budaya Indonesia kepada anak

Realisasi dari Visi, misi, dan Moto kami sangat didukung oleh  Bapak Aam Amiruddin sebagai pendiri Yayasan Percikan Iman dan Bapak Susilo Soekardi sebagai pencinta khazanah budaya Indonesia yang sama- sama memliki kepedulian terhadap pendidikan dan pembentukan karakter anak bangsa.

Kontak Informasi :
Kontak Informasi :
TAMAN PENDIDIKAN FIRDAUS PERCIKAN IMAN
JLN. BUKIT FIRDAUS NO. 9
KOMPLEK GEGERKALONG PERMAI BANDUNG
TELP. 022 –87776549
HOT LINE 0821-2000-9692 / 0899-9691-131