Kepercayaan Ummat Kepada Pemimpin

Pemimpin yang dipercaya umat merupakan pilar utama kelancaran mekanisme suatu sistem kehidupan. Kesulitan yang teramat besar untuk mengatur urusan umat –demi sesejahteraan bersama– jika jalannya kehidupan dipimpin penguasa yang tidak sesuai dengan aspirasi masyarakat.

Tanpa ketaatan dan dukungan penuh umat terhadap pemimpin, justru hanya akan memunculkan kesalahfahaman yang bermuara pada tindak kezhaliman yang berkepanjangan.

Dan umat tidak mungkin akan percaya kepada kepemimpinan penguasa jika mereka tidak melihat sikap keterbukaan dari seorang penguasa itu sendiri. Sikap demikian setidaknnya terlihat jelas ketika tindakan Khalifah Umar membagi-bagikan harta rampasan perang (ghanimah) berupa kain buatan Yaman. Khalifah Umar membagi-bagikan secara adil dan merata kepada kaum muslimin, dengan masing-masing mendapat sehelai, termasuk Khalifah Umar sendiri. Namun karena Khalifah Umar bertubuh besar dan tinggi, maka sehelai kain itu tidak cukup untuk dibuat gamis. Lalu Abdullah –anaknya– menghadiahkan bagiannya kepada Umar.

Pada suatu kesempatan, Umar berpidato dihadapan umatnya dengan mengatakan, “Hai manusia, dengarlah dan taatlah…”. Namun sebelum Umar melanjutkan pidatonya, tiba-tiba shahabat Salman al Farisi tampil dan berkata: “Kami tidak akan mendengar pidatomu dan tidak akan taat kepadamu. Kami sangat heran dari mana engkau mendapatkan tambahan kain untuk bahan gamismu itu, bukankah engkau juga mendapat bagian seperti kami?”.

Mendengar kata-kata itu Umar menjawab, “Jangan saudara tergesa-gesa dulu”. Kemudian dia memanggil anaknya, “Hai Abdullah!, aku bertanya kepadamu. Dengan nama Allah, bukankah gamis yang aku pakai ini sebagian merupakan hadiah darimu? ”Abdullah menjawab: “Benar Ya Amirul Mu’minin, itu adalah bagianku yang kuhadiahkan kepadamu”. Setelah mendengarkan itu, Salman berkata kepada Umar: “Lanjutkan pidatomu, kami akan mendengar dan patuh kepadamu”.

Khalifah Umar sebenarnya bisa saja berkehendak memiliki bagian yang lebih besar dengan alasan dia sebagai penguasa. Namun sang Khalifah sangat memahami betul kedudukan dia sebagai pemimpin kaum muslimin yang sama sekali bukan untuk mencari kelebihan sedikitpun –dalam pandangan manusia. Tidak ada kelebihan seorang pemimpin dengan rakyatnya kecuali karena kelebihan ketakwaannya kepada Allah SWT.

Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling takwa (QS Al Hujurat 13).

Beliau –Umar– juga sangat paham bahwa kedudukan dia sebagai pemimpin umat adalah amanah demi kemashlahatan umat yang dipimpinnya, bukan demi meraih keuntungan pribadi atau keluarga dan kelompoknya.

Sikap keterbukaan pengusa terhadap kritikan umat juga terurai penguasa Al Mahdi Abu Ja’far Al Mansur kembali menunaikan ibadah haji dengan menggunakan harta Baitul Maal, dan dinasehati oleh Imam Sufyan dengan mengatakan: “Apa jawabanmu di hari kiamat nanti bila engkau ditanya oleh Allah tentang hal itu? Dan ingatlah ketika Khalifah Umar ra. pulang dari menunaikan ibadah haji. Beliau bertanya kepada pembantunya, “Berapa banyak uang yang telah kita pergunakan dalam perjalanan haji ini?” Pembantu itu menjawab, “Delapan belas dinar ya Amirul Mu’minin.” Umar berkata, “Celaka! Kita sudah memperkosa harta Baitul Maal”.

Walhasil, di tengah kepercayaan umat yang semakin menipis kepada penguasa seperti sekarang ini, transparansi dari penguasa sebagaimana yang dilakukan Umar, atau keikhlasan dikritik seperti Al Mahdi sangat urgen dijadikan tauladan bagi setiap pejabat atau penguasa. Apa pun alasannya, kepercayaan umat kepada penguasa, sehingga umat mengerti dan paham dia akan di bawa kemana, merupakan suatu landasan kuat menuju masa depan yang sarat dengan keadilan. Sebaliknya, lunturnya kepercayaan umat terhadap penguasanya merupakan problem serius, sehingga mustahil peradaban yang berkemanusiaan bisa ditegakkan. []


Oleh Ibnu Khaldun Aljabari
Humas PI

Humas PI

PERCIKAN IMAN ONLINE DIGITAL - Ruko Komplek Kurdi Regency 33A Jl. Inhoftank, Pelindung Hewan Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40243 Telp. 08112216667 | info@percikaniman.org

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *