Membuat, Memasang Gambar Atau Patung

Hadist yang mengharamkan membuat gambar atau patung cukup banyak, di antaranya, :

Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya orang yang membuat gambar/patung akan diadzab pada hari kiamat. Lalu dikatakan pada mereka (pembuatnya): Hidupkanlah apa yang kamu buat!” (HR. Bukhari)

Rasulullah saw. bersabda, “Malaikat tidak akan masuk ke rumah yang di dalamnya ada anjing dan gambar/patung.” (HR. Bukhari) .

Di antara ulama ada yang memahami hadits-hadits tersebut secara tekstual (apa adanya seperti tertera dalam teks hadits, tanpa ada penafsiran apa pun). Dengan pendekatan ini mereka menyimpulkan bahwa membuat atau memajang gambar dan patung hukumnya haram, apapun bentuknya. Tapi ada juga yang memahaminya secara kontekstual (memahami hadits dengan memperhatikan konteks sosio-kultural). Dengan pendekatan ini mereka menyimpulkan bahwa tidak semua gambar atau patung itu diharamkan, tergantung jenis dan bagaimana memperlakukan gambar atau patung tersebut.

Gambar atau patung yang bernuansa maksiat seperti gambar porno, simbol-simbol agama non-Islam, dan hal-hal lain yang biasa dikultuskan, hukumnya haram, seperti diterangkan dalam hadits-hadits di atas. Hal ini dikuatkan oleh hadits berikut, Aisyah ra. berkata “Sesungguhnya Rasulullah saw. tidak pernah membiarkan palang salib di rumahnya, (kalau menemukan) ia memusnahkannya.” (HR. Bukhari) .



Namun kalau patung atau gambar itu bukan yang biasa diagungkan oleh agama non-Islam, serta tidak bernuansakan maksiat, maka hukumnya mubah (boleh), hal ini merujuk pada beberapa keterangan berikut ini.

Aisya ra. berkata: “Rasulullah saw. masuk (rumah), dan saya telah memasang gorden yang bergambar, lalu Rasulullah menyingkirkannya. Kemudian saya jadikan dua bantal.” (HR. Muslim)

Aisyah ra. berkata, “Saya pernah menggunakan gorden (tabir) bergamabar, lalu Rasulullah saw. melepasnya, dan saya menjadikannya dua bantal, kemudian Rasulullah bersandar padanya.” (HR. Muslim)

Kedua hadits ini menjelaskan bahwa di rumah orang Islam boleh ada gambar, asalkan jangan dikeramatkan atau dikultuskan (dianggap suci). Buktinya saat Aisyah ra. menjadikan kain bergambar itu sebagai bantal, rasulullah saw. tidak menegurnya bahkan Rasul pun bersandar pada bantal tersebut. Jadi, kita boleh memajang foto wisuda, pernikahan, keluarga, atau patung celengan berbentuk ayam, kucing, kelinci, dan lain-lain, karena bukan untuk diagungkan (dikultuskan), tapi hanya sekedar hiasan dan kenang-kenangan.
Kesimpulannya, haram membuat atau memasang gambar atau patung yang bernuansa maksiat seperti gambar porno dan juga simbul-simbul agama non-Islam seperti tanda salib, bunda Maria, dan lain-lain, sedangkan yang tidak mengandung maksiat, bukan simbol agama non-Islam, dan tidak dikultuskan, hukumnya mubah (boleh). Wallahu a’lam

Related Post

Humas PI

"Menuju Era Dakwah Tanpa Batas" ~~Kantor Sekretariat Galeri Dakwah Percikan Iman @Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 40235 Telp.022-8888 506640235 | 08112216667 | info@percikaniman.org

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Membuat, Memasang Gambar Atau Patung

Related Post

Humas PI

"Menuju Era Dakwah Tanpa Batas" ~~Kantor Sekretariat Galeri Dakwah Percikan Iman @Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 40235 Telp.022-8888 506640235 | 08112216667 | info@percikaniman.org

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *