Apakah Persamaan Alam Kubur dan Kuburan?

Ada dua macam cemburu, positif dan negatif. Ketika suami terlambat pulang, isteri sibuk mencari tahu tentang keberadaan suaminya karena khawatir terjadi apa-apa pada diri suaminya, inilah cemburu yang positif.

Namun jika keterlambatan suami itu melahirkan prasangka buruk, mikir yang nggak karuan, sehingga melahirkan percekcokan, ini disebut cemburu yang negatif.

Rasulullah saw. melarang para suami ataupun isteri bersikap cemburu yang negatif, sabdanya,

إِنَّ مِنَ الْغَيْرَةِ غَيْرَةٌ يُبْغِضُهَا اللهُ، وَهِيَ غَيْرَةُ الرَّجُلِ عَلَى أَهْلِهِ مِنْ غَيْرِ رِيْبَةٍ

“Sesungguhnya di antara cemburu ada cemburu yang dibenci Allah, yaitu cemburunya seorang laki-laki kepada isterinya tanpa alasan.” ( HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud, dan Tirmidzi).

Hadits ini ditujukan pada suami, namun karena kecemburuan juga bisa terjadi pada isteri, keterangan ini berlaku juga untuk isteri. Jadi, cemburu itu sehat asal positif. Ada yang mengatakan, cemburu itu tanda cinta. Ini benar kalau yang dimaksud adalah cemburu positif. Banyak kasus perceraian yang berawal dari cemburu yang negatif. Ke mana saja isteri atau suami pergi selalu dimata-matai, ada yang nelpon dicurigai, ada yang ngajak senyum dicaci, dan lain-lain.

Ini akan menjadi awal petaka. Banyak penyebab terjadinya cemburu negatif. Bisa karena tidak percaya diri, Isteri yang tidak pe de, cenderung berprasangka buruk saat suami berada di sekitar para wanita yang punya kelebihan, atau bisa juga karena pengalaman Wanita yang sering dikhianati saat belum menikah, bisa menjadi pencemburu negatif karena takut dikhianati, atau malah sebaliknya, ia malah menjadi wanita tahan banting (tidak mudah cemburu) karena sudah biasa dikhianati.

Atau mungkin juga Anda sebagai suami tidak pernah menunjukkan cinta kasih baik dengan bahasa verbal ataupun non verbal, sehingga isteri merasa tidak dicintai lagi, dan masih banyak penyebab lainnya. Nah kalau ingin memperbaiki keadaan, tugas Anda sebagai suami adalah mencoba mempelajari apa kira-kira yang menjadi penyebabnya, kemudian lakukan komunikasi yang terbuka.



Survei membuktikan, kalau komunikasi suami-isteri masih bisa jalan, kehancuran rumah tangga bisa ditolong. Sebaliknya, bila komunikasi sudah macet, tunggu saja kehancurannya, ia akan menjadi bom waktu yang bisa meledak kapan dan dimana saja.

Kesimpulannya, cari tahu apa yang menjadi penyebab kecemburuan. Lakukan komunikasi yang terbuka dengan isteri, shabar, introspeksi diri, dan berdo’a kepada Allah swt. Insya Allah rumah tangga Anda bisa diselamatkan. Wallahu A’lam.

Humas PI

Yayasan Percikan Iman | Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 40235 Telp.022-88885066 | 08112216667 | info@percikaniman.org

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *