Keutamaan Menuntut Ilmu

Sakit sebagai penghapus dosa jika kita mendekatkan diri pada Allah. Misalnya: Orang sakit jadi rajin ibadah, memperbanyak doa maka dalam kedaan sakit yang demikian tersebut maka pantas bila sakitnya menjadi kaffarat atau penutup atau penghapus dosa. Tapi kalau dalam sakitnya, sholat ditinggalkan, berdoa tidak pernah, lalu apanya yang menjadi penghapus??

Kapan sakit itu menjadi penghapus dosa dan kapan sakit itu menjadi adzab? Semua itu tergantung dari bagaimana kita menyikapinya. Sakitnya sama, misal kanker otak. Si A menyikapinya dengan meningkatkan amal-amalan sholeh maka sakitnya adalah ujian dan penghapus dosa.

Sedangkan si B sholatnya jadi nggak pernah, berdoa jarang, banyak mengeluh alias meninggalkan ajaran agama. Ini baru namanya adzab.

Jadi apapun yang menimpa kita, apakah mau jadi adzab atau ujian. Tergantung diri kita dalam menyikapinya. Setiap muslim yang terkena duri, tapi jika ia bersabar maka ssakitnya akan menjadi penghapus dosa baginya.


Wallahu A’lam

Humas PI

Yayasan Percikan Iman | Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 40235 Telp.022-88885066 | 08112216667 | info@percikaniman.org

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *