Kasih Sayang Muhammad Saw Sepanjang Masa

“Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (Q.S. At-taubah [9] : 128)

Hal pertama yang bisa kita pelajari pada ayat tersebut adalah bahwa rasul yang diutus Allah itu berasal dari jenis manusia sendiri. Allah Maha Penyayang semua makhluk dan sebagai wujud kasih-sayang Allah kepada umat manusia, diutuslah seorang rasul yang menyebarkan risalah-Nya dari jenis dan kalangan mereka sendiri.

Sebagai nabi dan rasul penutup, Muhammad Saw diutus oleh Allah untuk menyampaikan risalah Islam bagi umat manusia di akhir zaman, termasuk kita yang hidup di zaman sekarang. Muhammad Saw lahir di Mekkah dan dibesarkan melalui didikan para tokoh terhormat dari kalangan Suku Quraisy. Keadaan masyarakat arab yang pada saat itu berada dalam masa-masa jahilliyah membuat Muhammad Saw menjadi sosok yang sangat mengerti karakter masyarakat dan keadaan sosial yang ada.

Sehingga pada saat berdakwah di kalangan masyarakat arab, Muhammad Saw sangat tahu persis bagaimana membawa mereka pada ajaran Islam yang di dakwahkannya.



Tidak hanya di situ, dalam perkembangannya, Muhammad Saw pun mengetahui gambaran kemanusiaan pada masyarakat saat itu dan keadaan manusia pada umumnya. Itulah sebabnya ajaran-ajaran yang Beliau sampaikan masih sangat relevan hingga saat ini dan di masa yang akan datang. Melalui bimbingan wahyu, Rasulullah Saw tahu betul apa yang berkecamuk dalam diri manusia, hingga Beliau pun menyampaikan wahyu Allah dengan cara yang sangat mudah diterima, dan tidak bertentangan dengan sisi-sisi kemanusiaan kita.

Dari sinilah kita mendapati suatu ibroh (pelajaran), bahwa seorang pemimpin hendaknya mengetahui seluk-beluk atau mengerti gambaran mengenai komunitas yang dipimpinnya. Seorang pemimpin rumah tangga harus memahami betul keadaan, perkembangan serta dinamika yang ada di dalam keluarganya. Seorang pimpinan sekolah atau universitas harus tahu persis perkembangan yang menimpa murid atau para mahasiswanya.

Sebagaimana yang disingung oleh John C. Maxwell, ”seorang pemimpin adalah dia yang tahu jalan, mampu menujukkan jalan, dan bersedia untuk berjalan bersama”. Tahu jalan artinya faham medan yang akan dihadapi, punya cita-cita dan visi yang jelas. Menunjukkan jalan artinya seorang pemimpin harus mampu membimbing dan mengarahkan anggota yang dipimpinnya. Ia memahami betul potensi dan kelemahan anggota, mengerti keinginan dan harapan mereka serta mampu menciptakan nilai manfaat yang setinggi-tingginya bagi kepentingan bersama.

Dari ayat di atas pula kita memahami bahwa Rasulullah Saw itu senantiasa merasa senasib, seperjuangan, dan sepenanggungan dengan kondisi yang sedang diderita oleh masyarakat yang dipimpinnya. Dalam sejarah, kita mengenal Muhammad Saw adalah pemimpin keluarga yang harmonis yang senantiasa memberikan perhatian yang sangat tulus kepada istri dan putra-putrinya.

Syafii Antonio (2007) menggambarkan bahwa Muhammad Saw sangat perhatian kepada orang-orang yang pernah berjasa kepadanya, seperti kepada Halimah, ibu susuannya dan pamannya Abi Thalib yang keduanya sangat berjasa dalam perkembangan hidup beliau di masa kecil. Sampai-sampai Beliau mewasiatkan kepada kita semua dalam salah satu haditsnya:
”Yang terbaik diantara kalian adalah yang terbaik kepada keluarganya dan aku adalah yang terbaik kepada keluargaku diantaramu” (H.R. Tirmidzi)

Dalam memimpin rumah tangganya, Muhammad Saw merupakan sosok yang penuh cinta kasih kepada istrinya, senantiasa berbagi pekerjaan rumah tangga seperti memerah susu, mencuci pakaian atau sekedar memperbaiki perabot rumah. Beliau dikenal juga sebagai seorang ayah teladan yang penuh perhatian dan cinta kepada anak-anaknya. Ketika Fatimah puteri Beliau menikah dengan Ali Bin Abi Thalib, Beliau adalah mertua yang sangat pengertian. Dan pada saat Beliau mendapati cucunya, Beliau adalah seorang kakek yang sangat penyayang.

Sebagai pemimpin umat, Muhammad Saw tidak pernah sedikitpun mengacuhkan keadaan para sahabat dan umat Islam. Bahkan Beliau telah begitu banyak memberikan contoh bagaimana dirinya sebagai pemimpin umat Islam telah berkorban untuk kepentingan umatnya. Demikian juga dalam posisi beliau sebagai pemimpin negara dan kepala pemerintahan, Beliau begitu memperhatikan setiap detil perasaan, dinamika, dan harapan dari rakyatnya.

Rasulullah pun sangat menghendaki keselamatan atas umatnya. Rasulullah sangat mencintai umatnya dan dirinya berusaha dengan segenap kemampuannya untuk membawa umatnya menempuh jalan keselamatan sebagaimana yang diperintahkan Allah. Yang ada dibenak Beliau adalah bagaimana membawa umat manusia pada keselamatan hidupnya di dunia dan diakhirat kelak.

Segenap pikiran dan perasaan Beliau curahkan untuk membimbing dan mengarahkan umat supaya tidak tersesat.
Rasulullah Muhammad saw. menghabiskan seluruh hidupnya untuk berpikir dan berbuat demi umatnya. Bahkan di saat detik-detik akhir kehidupannya saat sakaratul maut menjelang, beliau menyebut-nyebut ”umati..umati.., (umatku… umatku…). Bukan menyebut nama anak-anaknya, bukan pula menyebut nama istri-istrinya, apalagi menyebut harta yang memang tidak beliau punya, tapi Rasulullah menyebut umatnya. Termasuk kita yang hidup ribuan tahun jaraknya dari beliau pun sudah disebut dalam lisan sucinya.

Sesungguhnya Rasulullah amat kasih sayang terhadap umatnya. Dengan cara yang sangat santun, tidak grasah-grusuh, penuh kesabaran, perhatian serta ketulusan Beliau sampaikan ajaran Allah. Sepanjang hidupnya, Beliau tidak pernah membina dan mengarahkan umat dengan cara-cara yang kasar, memaki, ataupun merendahkan.

Kita sangat rindu Rasulullah Saw, dan seandainya Beliau masih hidup, dan saat ini ada di tengah-tengah kita. Sudah bisa dipastikan Beliau akan sangat dekat dengan hati kita. Tidak sedikitpun jarak tercipta antara hati beliau dengan kita selaku umat yang disayanginya.

Demikianlah beberapa karakter dan sifat kepemimpinan Nabi Muhammad Saw. Mudah-mudahan bisa dijadikan referensi bagi kita untuk menentukan pilihan pemimpin negeri ini tanggal 8 juli 2009 nanti.

Waalahu a’lam bissawab.


../images/yogisugiar.gif
Humas PI

Humas PI

PERCIKAN IMAN ONLINE DIGITAL - Ruko Komplek Kurdi Regency 33A Jl. Inhoftank, Pelindung Hewan Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40243 Telp. 08112216667 | info@percikaniman.org

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *