Batas Sabar

Sabar adalah ketika kita masih punya rasa sabar tepat di titik kesabaran diri habis

Sebagian orang memilih angka tujuh sebagai batas sabar dengan alasan angka keberuntungan. Namun lebih banyak lagi memilih tiga sebagai batas sabar, entah dengan alasan apa, Kemungkinan karena angka tiga adalah kemampuan manusia untuk menerima pesan dalam dunia iklan disebut Three Hit Action.

Lalu pada angka berapa seharusnya bertahan?

Bila masih menyiapkan angka untuk mengukur kesabaran maka bersiaplah kecewa.. Angka membuat manusia cenderung result oriented dan mengecilkan arti proses. Padahal terkadang proses itu nilainya jauh dari angka bisa sebut. Dalam ‘proses’ itulah sabar dipertaruhkan.

“Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”.(An Nahl 16:96)

Bagaimana bisa ada orang yang mau menukar pahala dengan kesabaran yang berjumlah tiga. Sulitkah bersabar untuk tidak mengharapkan keinginan kita terkabul demi pahala yang berlipat di sisi Allah.

Tidak lahir manusia ke dunia selain untuk ibadah, dalam ibadah itulah sebenarnya terdapat ujian yang berbeda-beda kadarnya. Ada ujian yang memang harus diselesaikan juga ada ujian memang hanya diminta untuk sabar.

“ Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).” (Luqman 31:17)


Benar-benar tak bisa dibayangkan bagaimana orang membatasi kesabaran pada bilangan angka. Sama seperti tak bisa dibayangkannya bagaimana bila Allah memberikan nikmat juga pada bilangan angka. Berapa kali Allah bersabar untuk melaknat umatnya yang tiga kali ingkar dari shalat fardhu, atau lebih parah lagi tujuh kali.

Bagi yang kurang teryakinkan baiklah bila memang sabar ada batas dalam bentuk angka. Dapat dimengerti bagaimana angka untuk orang-orang realistis memang membantu. Apalagi sekarang menginjak era digital dimana segala sesuatu ada angka perhitungannya. Tapi jangan lupa bahwa digitalisasi terjadi ketika angka 0 (nol) masuk dalam bilangan, diulang pada angka nol.

Begitulah kita harus dalam keadaan nol untuk dapat menghadirkan sabar. Maka untuk orang yang realistispun memilih angka untuk jadi ukuran sabar menjadi kurang relevan.

Sungguh saudaraku yang dimuliakan Allah, sebenarnya sabar itu diminta tanpa batas. Memang tak mudah tapi setidaknya harus dimulai, bila tak ada yang pertama kali maka tak akan ada yang menguasai.. Sering kita menyerah pada menit terakhir setelah 2 jam menunggu misalnya. Padahal andai kita bersabar melebihi antusias 2 jam sebelumnya hasilnya justru dua kali lipat dari bayangan kita. Biasanya terkabulnya keinginan kita berbanding lurus dengan sebanyak apa kesabaran dihadirkan.

“ Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. Bertakwalah kepada Tuhanmu”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Az Zumar 39:10)
Semoga bermanfaat !

Oleh : Pipit Nurul Fatimah

Humas PI

Yayasan Percikan Iman | Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 40235 Telp.022-88885066 | 08112216667 | info@percikaniman.org

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *