KESUNGGUHAN Setara KESUKSESAN

Setiap orang pastinya punya definisi kesuksesan yang berbeda-beda.. Seperti halnya tak semua orang punya definisi yang sama mengenai kesungguhan.

Bila menyebut dalam hal apa seseorang ingin sukses maka jawabannya dalam segala hal. Namun bila menyebut sudahkah melakukan kesungguhan yang total untuk mendapatkanya? Dipastikan jawabannya adalah belum bisa. Karena dengan terbatasnya sumber daya yang dimiliki seseorang ditambah dengan sedikitnya waktu yang tersedia bukan tidak mungkin kesungguhannya menjadi terbagi-bagi akhirnya menurunkan standar kesuksesan orang itu sendiri.

Semua orang sedang berjalan kearah kesuksesannya masing-masing. Dalam perjalannya ada yang memilih jalan cepat walau terjal, tak sedikit juga yang memilih jalan lambat dan memutar. Mana saja yang menjadi pilihan mengejar kesuksesan kunci utamanya adalah kesungguhan hati, sekali saja kesuksesan keluar dari hati maka perjalanan akan melambat secara otomatis.

Bila Kesungguhan sulit keluar dari hati maka lakukanlah banyak pengulangan dan jangan pernah berhenti atau lebih buruk lagi menyerah sebelum waktunya. Sama seperti yang dikatakan oleh Anthony Robbins bahwa ‘repetition is the mother of skill’. Seandainya dengan pernyataan tersebut kurang teryakinkan lihatlah bagaimana Allah mengatur air yang menetes pelan-pelan namun berulang dapat membuat batu setegar karang lama-lama akan bolong juga.

Kesungguhan tak pernah ada yang mudah pada awalnya, ada sebuah proses yang tak kenal lelah di dalamnya. Kadang kesungguhan itu sendiri malah mengajarkan orang untuk tawadhu dengan pekerjaannya. Tak jarang saking mencintai sebuah proses perjalanan panjang dan melelahkan melahirkan jiwa yang tegar menjadikan hasil akhir berupa kesuksesan pun bukan tujuan melainkan memulai lagi proses kesungguhan seperti awal dilakukan.

Namun apabila anda sedang ada di titik nadir sebuah kesungguhan dan menyerah tampak menggoda maka kisah ini seharusnya menjadi inspirasi untuk meneruskan kesungguhan.

Walt Disney adalah perusahaan hiburan besar di dunia. Percayakah bahwa untuk seperti sekarang ini Walt Disney harus runtuh dulu 302 kali sebelum menjadi proyek kebanggan dunia?!.

Thomas Alfa Edison, Dianggap penemu terbesar dalam sejarah, memegang 1.093 hak paten atas namanya. Di masa kecil, gurunya mengatainya terlalu bodoh untuk belajar apa saja dan mengirimnya pulang ke rumah. Ia melakukan lebih dari 9.000 percobaan sebelum akhirnya menemukan bola lampu pijar

Werner Von Braun, dalam sejarah dicatat sebagai penemu roket. Bosnya pernah menanyakan barapa kesalahan yang sudah dia lakukan, dengan tegas dia menjawab 65.121 kali. Ketika ditanya perlu berapa kesalahan lagi agar roketnya bisa terbang, ia menyebut angka 5.000 kali lagi!.


Melihat usaha tersebut, melihat angkanya saja membuat semua orang merinding. Fakta hanya bisa mencatat angka tapi tak ada satupun tulisan yang menggambarkan secara detil dibalik angka kegagalan itu ada berapa banyak kesungguhan yang naik dan turun, ada berapa banyak keringat air mata yang tertumpah disana.

Namun bisa dipastikan ada sebuah kepuasan yang juga tak bisa tertulis ketika kesungguhan mereka berusaha ternyata bermanfaat bagi umat seluruh umat manusia sampai kapanpun walaupun pelakunya tidak dapat melihat. Nama mereka seperti tak pernah mati, itulah yang disebut umur rohani lebih panjang dari umur jasadnya.

Ada menganggap kesuksesan lebih baik terlambat yang penting semuanya berjalan beriringan maka kesungguhan yang dilakukan dibagi pada beberapa aspek. Lebih banyak lagi yang memilih kesungguhan total di satu aspek yang lainnya dikesampingkan bahkan dilupakan. Tidak pantas bila kita ikut menjadi juri dengan membenarkan atau menyalahkan keputusan seseorang karena pada dasarnya kita tidak tahu prioritas apa yang terbaik dan niat apa yang ada dibalik setiap kesungguhannya. Semua itu kapasitas Allah semata, dan kapasitas kita sebagai manusia adalah memperbaiki ibadah seraya terus berusaha penuh kesungguhan. Ingatlah bahwa setiap ikhtiar manusia tak pernah disia-siakan oleh Allah Swt.

Sebaiknya kesungguhan mencari kesuksesan kehidupan dunia tidak melebihi kesungguhan mencari kehidupan akhirat. Jangan khawatir dengan setiap kegagalan karena itu hanya undakan tangga menuju kesuksesan. Yang harus dilakukan ketika kegagalan terjadi adalah jangan pernah melupakan Allah, karena ketika kesuksesan menghampiri niscaya Allah akan mendampingi. Mana lagi yang disebut kesuksesan yang bisa melebihi itu? Sungguh sebenarnya kesuksesan adalah kesungguhan itu sendiri.

“Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mu’min, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik.” [Al-Isra 17:19]

Semoga Bermanfaat
– Team HomePI Percikan Iman-

Humas PI

Yayasan Percikan Iman | Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 40235 Telp.022-88885066 | 08112216667 | info@percikaniman.org

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *