Ingatkan diriku sebagai Muslim !

Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. …. (QS. Al Hujuraat : 10)

Bulan Ramadhan telah memasuki hari-hari akhir yang krusial dan penting. Kita disabdakan untuk mengencangkan sarung, menekunkan ibadah dan sedekah sebagai lambang kualitas hubungan yang baik antara hamba dengan Allah. Serta hubungan yang sholeh antar sesama. Sehingga kelak, akan terus berlanjut di bulan-bulan berikutnya.

Seminggu yang lalu Allah berikan ayat dan ujian secara tiba-tiba. Sebagian saudara kita di Tasikmalaya, Garut, Cianjur, Cilacap dan sekitarnya mengalami gempa bumi. Dalam hitungan detik, yang seolah sempurna menjadi sirna. yang ada menjadi tidak ada yang cukup menjadi kekurangan. Kita sebagai seorang muslim yang terdekat menganggap ini juga ujian bagi keimanan diri, apakah kita akan peduli ataukah ‘tidak tergetar’ sedikitpun dengan kondisi saudara-saudari yang sedang dilanda musibah. Apapun sinyal yang ada dalam diri kita, itulah cermin dari kualitas kemusliman kita.

Semua Muslim Bersaudara. Saudara yang direkatkan karena keyakinan agama yang sama bukan karena semata-mata hubungan darah.

… Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana (QS. Al Anfal : 63)

Nabi Muhammad SAW telah mengajarkan bagaimana hubungan muslim yg satu dengan yang lainnya, sebagaimana hadits berikut ini :

1. Abdullah bin Umar RA mengatakan, Rasulullah SAW bersabda: “Orang muslim adalah saudara bagi saudaranya yang lain, tidak berbuat zalim kepadanya dan tidak menghinakannya. Barang siapa peduli pada kebutuhan saudaranya, maka Alloh akan memenuhi kebutuhannya. Barang siapa menghilangkan kesusahan seorang muslim, maka Alloh akan menghilangkan kesusahannya pada hari kiamat kelak. Dan barang siapa menutup aib seorang muslim, maka Alloh akan menutup aibnya pada hari kiamat kelak. ( Hadits Riwayat Mutafakkun ‘Alaih)

2. Nu’man bin Basyir memberitahukan, Rasulullah SAW bersabda: ” Perumpamaan orang muslim dalam cinta-mencintai, kasih mengasihi dan sayang-menyayangi adalah laksana satu tubuh. Jika salah satu anggotanya sakit, maka seluruh tubuhnya akan merasakan demam.”
( Hadits Riwayat Mutafakkun ‘Alaih)

3. Abu Musa Al-Asy’ari membaritahukan, Rasulullah SAW bersabda: “Orang mu’min dengan orang mu’min laksana bangunan yang masing-masing bagian saling memperkuat.”( Hadits Riwayat Bukhari, Muslim, dan Tirmidzi)

4. “Dari Anas bin RA dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Tidaklah (sempurna) iman seseorang diantara kalian hingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri”. (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim). Padahal sesama muslim adalah saudara.

Apakah kondisi umat Islam sekarang sesuai dengan apa yang telah disabdakan nabi tersebut? Saya kira kondisi kebanyakan umat Islam sekarang jauh dari apa yg telah disabdakan nabi tersebut. Masih banyak orang yang menzalimi sesama muslim, menghina sesama muslim, kurang peduli pada sesama muslim yang membutuhkan, apalagi menyebarkan aib sesama muslim. Bahkan menyebarkan aib(keburukan) dijadikan suatu pekerjaan, itu wartawan infotainment dan pembawa acaranya menyebarkan berita yang belum tentu benar. Menggunjingkan hal yg benar saja tidak boleh, apalagi yg belum tentu benar. Sesuatu yang harusnya ditutup atau disembunyikan malah disebar-sebarkan. Itulah yang kebanyakan terjadi, padahal Alloh telah menjanjikan untuk menutup aib kita pada hari kiamat jika kita menutupi aib saudara muslim kita.

Kita ini laksana satu bangunan yang saling memperkuat, begitu sabda nabi tentang hubungan sesama muslim. Jadi kita sesama muslim harus saling mengayomi, seperti atap memayungi seluruh bangunan, sehingga bangunan yang lain tidak kehujanan tidak kepanasan. Si genteng rela kepanasan dan kehujanan karena dia memang didesain lebih tahan panas dan tahan air. Jadi kitapun demikian seharusnya, umat Islam yang kuat harus melindungi saudaranya yang lain yg lemah, yang kaya rela membantu yang miskin yang kekurangan, yang berada di atas melindungi yang di bawah bukan malah membuat yang dibawah menderita, kita harus seperti genteng yang rela melindungi bagian bangunan lain dari panas dan hujan. Kita harus saling memperkuat dan saling mendukung sesama muslim, bukan malah saling menghina dan menjegal. Seperti halnya semen, besi, pasir, bata yang keberadaannya saling mendukung menyempurnakan kekuatan dinding. Begitupun seperti keberadaan pondasi, tiang , dinding, dan atap mutlak diperlukan demi tetap tegak dan kokohnya suatu bangunan. Maka kita sesama muslim harus bersatu, saling mendukung, tolong-menolong, peduli dan memperkuat Islam di muka bumi.

Kemudian Rasulullah juga menggambarkan bahwa perumpamaan orang muslim dalam cinta-mencintai dan kasih-kasih-mengasihi itu laksana satu tubuh, jika salah satu anggotanya sakit, maka seluruh tubuhnya akan merasakan demam. Bahkan dikatakan tidak sempurna Iman seseorang sebelum ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri. Lalu apakah kita umat Islam saat ini juga seperti itu? Lihatlah apa yang terjadi di Palestina, Iraq, Afganistan, Thailand, China. Di sana mereka saudara kita di tindas oleh penguasa.

Lihatlah berbagai musibah di negeri tercinta. Bencana Alam, kecelakaan transportasi, bencana moral yang datang silih berganti. Satu belum selesai, disusul yang berikutnya. Marilah saudara-saudara kita berusaha wujudkan bahwa Islam itu satu tubuh. Asah kepedulian dan kepekaan hati. Allah tidak menurunkan ujian diluar kekuatan hamba-Nya.

… Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya (QS. Al Maidah : 2)

Semoga bermanfaat, untuk memperkuat Ukhuwwah Islamiyyah 🙂

Humas PI

Yayasan Percikan Iman | Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 40235 Telp.022-88885066 | 08112216667 | info@percikaniman.org

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *