Februari Haruskah Melulu tentang Cinta

Februari?? Hmm…Selalu saja begitu..padahal sebagian dari kita bisa jadi bosan membicarakan hal ini. Seperti semua orang tahu tepat di pertengahan bulannya terselip sebagai hari valentine atau hari kasih sayang.


Pelaku dunia bisnis dan hiburan terbukti ‘masih’ berhasil untuk menggunakan moment ini demi mengeruk untung. Padahal hanya segelintir orang saja ditambah orang-orang yang tidak tahu ikut merayakan ‘keanehan’ ini.

Di bulan ini semua dekorasi pertokoan berubah menjadi merah jambu, acara tv di dominasi oleh film yang romantis dan tiba-tiba saja pedagang bunga menjadi kebanjiran order.

Konon…dihari yang sama sebisa mungkin pasangan mengekspresikan cinta dan kasih sayang kepada pasangannya. Lewat bunga, coklat dan lagu-lagu romantis. Bila ini terjadi di kalangan pasangan yang sudah berkeluarga maka tak masalah. Namun yang terjadi justru banyak yg merayakan hari valentine anak-anak muda yang sama sekali belum terpikirkan untuk segera menikah. Padahal Allah membenci perbuatan tersebut.

Didalam Al-Qur’an sudah diatur dengan jelas, termasuk urusan pergaulan sesama dan lingkungan. Jangan memandang ini sebagai pengekangan namun justru wujud cinta Allah kepada hambaNya. Masa muda dengan semangat membara biasanya lebih susah dalam mengendalikan nafsu. Apalagi jauh dari proses keimanan dan lingkungan yang soleh.

Allah memberikan penghargaan tertinggi kepada orang-orang yang mampu mengendalikan nafsunya.

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya ……. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” [Q.S An-Nuur (24):31-32]

Bukti kelemahan iman adalah begitu mudahnya anak muda jaman sekarang mengekspresikan cinta pada pasangannya, namun lupa bagaimana mengekspresikan cintanya pada Allah SWT!.

Syair-syair romantis dan surat cinta dari pasangannya lebih kita hapal daripada ayat-ayat Qur’an. Mereka mengerti bahwa Allah itu satu, dan berhala haram disembah. Namun mengapa mereka memuja cinta dan mejadikan nafsunya sebagai berhala?. Naudzubillah…ya Allah kuatkan dan teguhkan iman kami.


وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ


“Dan diantara manusia ada yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah. Mereka mencintaiNya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah.” [Q.S 2:165]

Cinta dan kasih sayang abadi itu hanya milik Allah. Dari Nabi Adam sampai umat paling akhir di dunia kasih sayangnya tak berhenti. Allah tak perlu menunggu Februari untuk mengekspresikannya, tiap deguban jantung ini kita sudah membuktikannya (kalo ingat).

Allah tidak akan rugi walau hambaNya mengkafirinya. Namun ketika kita beriman dan mentaati perintah-Nya, Allah pun tak memerlukannya karena Allah Maha Besar tidak membutuhkan apapun. Telah jelas jalan lurus yang diberikan, manusia silahkan memilih sampai batas waktu yang ditentukan.


اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَلا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ


“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” [Q.S Al-Baqarah (2):255]

Mari kita jaga kasih sayang ukhuwah kepada sesama dan juga menjaga kasih sayang Allah dengan mensyukuri dan membuktikan kehambaan kita. Kapanpun dan dimanapun..

Humas PI

Yayasan Percikan Iman | Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 40235 Telp.022-88885066 | 08112216667 | info@percikaniman.org

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *