Piala Dunia vs Piala Akhirat

Baru-baru ini sampai bulan depan demam kembali menyerang seluruh penduduk di penjuru dunia. Bukan demam karena nyamuk atau demam karena virus, melainkan “demam piala dunia” kalau mbah surip berkata “bangun tidur, tidur lagi” kini dari mulai bangun tidur hingga tidur lagi talk about “piala dunia” semua orang membicarakan even dunia ini, sepak bola sudah mengalihkan dunia, facebook, twitter, televisi, radio semua technology dan informasi terpusat padanya.

Jika melihat status di facebook maupun di twitter tengah malam selalu ada yang mengupdate tak lain adalah mengenai piala dunia. Hebat benar piala dunia… bagaimana dengan “piala akhirat”???Alarm berbunyi setiap pukul 02.00 dini hari, tapi ketika bangun.. cepat-cepat ambil remot TV lalu nongkrong depan TV, tanpa ada rasa ngantuk sedikitpun,,, great… hebatnya piala dunia… padahal…

……………………………………………????Siapa yang dapat piala dunia?kita yang menonton?

Artikel ini bukan ngelarang kamu-kamu yang suka nonton piala dunia, ngga sama sekali,,,, hanya ngingetin aja jangan sampai piala dunia mengalahkan piala akhirat. Ok. Jangan sampai alarm sudah terpasang, tepat pukul 02.00 teng berbunyi membangunkan diri yang terlelap dari tidur hanya untuk menonton sepak bola, dan seketika langsung terbangun, lempar selimut dan nyalain TV, dengan penuh rasa takut pertandingan sudah mulai dan ketinggalan jika gol di detik detik awal terjadi, sampai lupa cuci muka langsung duduk manis didepan TV, ditemani teh hangat dan sebungkus kacang , kemudian bisa jadi lupa dengan tahajud!

ehm… sekali lagi hebat banget piala dunia, dan jika itu terjadi kita benar-benar sudah memberikan kemenangan kepada dunia. Padahal yang seharusnya alarm itu ditujukan untuk membangunkan kita qiyamul lail, membasuh wajah dengan wudhu, menggelar sajadah, mengenakan mukena dan menghadirkan jiwa kita pada ALLAH swt. Bukan untuk menonton tim kesebelasan Negara favorite berlaga.

Kita ga boleh kalah sama ramenya piala dunia, kita tetep harus mempertahankan piala akhirat, yang tentu saja menjadi prioritas utama kita. Namun.. apakah semenjak adanya piala dunia shalat malam kita tetep khusyu?Seorang sahabat bercerita kepada saya, katanya semenjak ada piala dunia ini shalat malam menjadi tidak khusyu, kesunyian malam yang biasanya digunakan untuk untuk bermesraan dengan Allah swt kini terganggu oleh tiupan terompet supporter dari bumi Afrika sana, dua rakaat tahajud merasa sudah cukup karena nanti akan disambung lagi pada waktu jeda istirahat, tapi itupun tak dilakukan untuk shalat karena perut teriak kelaparan dan minta diisi mie instant, jadinya lewat lagi tahajud,,, mengaji yang biasa dilakukan jelang subuh kini lalai karena pertandingan belum usai jua dan rasa penasaran terus membayangi kalau nggak nonton sampai usai… Huft!!!

So, bagaimana dong??Solusinya????

Mari kita renungkan ayat dari QS.As Sajdah (32) :



وَلَوْ تَرَى إِذِ الْمُجْرِمُونَ نَاكِسُو رُءُوسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ رَبَّنَا أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ (١٢)وَلَوْ شِئْنَا لآتَيْنَا كُلَّ نَفْسٍ هُدَاهَا وَلَكِنْ حَقَّ الْقَوْلُ مِنِّي لأمْلأنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ (١٣)فَذُوقُوا بِمَا نَسِيتُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَذَا إِنَّا نَسِينَاكُمْ وَذُوقُوا عَذَابَ الْخُلْدِ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (١٤)إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّدًا وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لا يَسْتَكْبِرُونَ (١٥)تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ (١٦)فَلا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ



12. Dan, jika Sekiranya kamu melihat mereka ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): “Ya Tuhan Kami, Kami telah melihat dan mendengar, Maka kembalikanlah Kami (ke dunia), Kami akan mengerjakan amal saleh, Sesungguhnya Kami adalah orang-orang yang yakin.”
13. dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap- tiap jiwa petunjuk, akan tetapi telah tetaplah Perkataan dari padaKu: “Sesungguhnya akan aku penuhi neraka Jahannam itu dengan jin dan manusia bersama-sama.”
14. Maka rasailah olehmu (siksa ini) disebabkan kamu melupakan akan Pertemuan dengan harimu ini. Sesungguhnya Kami telah melupakan kamu (pula) dan rasakanlah siksa yang kekal, disebabkan apa yang selalu kamu kerjakan.
15. Sesungguhnya orang yang benar benar percaya kepada ayat ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat ayat itu mereka segera bersujud[1192] seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan lagi pula mereka tidaklah sombong.
16. lambung mereka jauh dari tempat tidurnya[1193] dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezki yang Kami berikan.
17. tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai Balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.

[1192] Maksudnya mereka sujud kepada Allah serta khusyuk. Disunahkan mengerjakan sujud tilawah apabila membaca atau mendengar ayat-ayat sajdah yang seperti ini.
[1193] Maksudnya mereka tidak tidur di waktu biasanya orang tidur untuk mengerjakan shalat malam.


Seperti halnya janji-janji Allah bahwa, nikmat yang menanti di akhirat, kekal dan indah hingga kita melupakan keindahan yang ada di dunia. Nonton bola ok, tapi shalat malam dan ibadah lainnya juga harus ok. Jika piala dunia menghasilkan kebahagiaan yang luar biasa meskipun kita tidak mendapatkannya langsung, bagaimana dengan piala akhirat yang menanti kita, dimana kita bisa merasakannya langsung.

Sungguh Dahsyat!!! Tapi biasanya kalau sudah falling in love sama ALLAH jadi gak minat nonton bolanya karena keasyikkan dzikir, keasyiikkan shalat, keasyiikan mengaji, sungguh ALLAH tidak pernah dusta bahwa dalam hati tidak bisa terisi kebaikan dan ketidak baikan bersama sama, kan gak bisa tahajud sambil nonton bola, atau nonton bola sambil tahajud

Ya Rabb I’m Falling in love with u, Aku mohon jaga cinta ini. Jangan biarkan aku memupuk dua cinta, Sadarkanlah aku bahwa cinta dunia bagaikan meminum air laut, jika diminum hanya akan menambah haus dan jauhkan aku dari nafsu dunia, yang akan membutakan pandangan hidupku. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam.(irm@)

Humas PI

Yayasan Percikan Iman | Ruko Komplek Kurdi Regency No.33A Inhoftank Bandung 40235 Telp.022-88885066 | 08112216667 | info@percikaniman.org

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *