HATI-HATI !

Ada pendapat bahwa kalimat تقوى (taqwa) kalau diuraikan menjadi empat kata dan mempunyai arti masing-masing. ت (ta) untuk tawadlu mengandung arti rendah hati, ق(qaf) untuk qanaah artinya merasa cukup atas karuniaNya, و (wau) untuk wara’ artinya apik atau hati-hati, dan ى (ya) untuk yakin atau ada yang berpendapat adalah alif untuk amanah. Jadi secara sederhana, dari uraian huruf takwa tadi ciri orang bertakwa adalah memiliki kerendahan hati, senantiasa mensyukuri nikmatNya, memiliki sikap hati-hati dan mampu mengemban amanah.

SIKAP HATI-HATI DALAM BERBAGAI HAL
Memiliki sikap hati-hati adalah ciri orang bertakwa. Tidak sembarangan berbicara karena takut menyinggung perasaan orang lain, berhati-hati dalam bersikap karena khawatir bisa meresahkan yang lain, kalau dia sebagai pemimpin akan hati-hati dalam mengambil keputusan karena keputusannya akan dipertanggungjawabkan kelak. Hati-hati memberikan statement, karena akan berpengaruh dalam skala besar.
Orang bertakwa yakin bahwa Allah Maha Mengetahui perbuatan manusia, dan yakin bahwa pendengaran, penglihatan dan kulit akan menjadi saksi di akhirat kelak atas perbuatan manusia. Sehingga ia akan berhati-hati dalam berbagai hal, diantaranya :

1. Hati-hati dengan isi hati
Terkadang kita sering berbicara dalam hati kita sendiri. Baik itu menilai sesuatu, berkomentar, bahkan membenci dan menyukai sesuatu. Boleh jadi lisan mengatakan baik atau suka akan sesuatu namun hati berbicara sebaliknya. Bisa jadi kita berbuat sesuai dengan keinginan atasan, namun hati berkata lain.

Terkadang kita berbuat dengan penuh keterpaksaan meski harus bertentangan dengan nurani. Sering kita menyaksikan kemaksiatan, namun tak bisa merubahnya kecuali hanya protes yang berkecamuk dalam dada.



أَوَلا يَعْلَمُونَ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ


“Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui segala yang mereka sembunyikan dan segala yang mereka nyatakan?. (Q.S. Al Baqarah : 2 :77)

2. Hati-hati dalam berbicara

Apapun yang dikatakan oleh manusia semuanya akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Mulai dari obrolan ringan, opini, basa-basi, gosip, janji, sumpah, marah, celaan dan semua yang dikeluarkan dari lisan ini pasti akan diminta tanggungjawabnya.



يَوْمَ تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ أَلْسِنَتُهُمْ وَأَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ



“Pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.” (Q.S. An Nuur : 24:24)

3. Hati-hati dalam mendengar
Sering telinga ini kita gunakan untuk mendengar pembicaraan yang tak berguna, asyik menyimak gosip, sedap mendengar kebusukan, tanpa kita sadari bahwa telinga akan memberi pertanggungjawabannya di hadapan Yang Maha Kuasa di akhirat kelak. Bunya kankah Allah memberikan telinga 2 buah dan mulut hanya 1 buah. Maka gunakan telinga sebaik-baiknya, dan tahan bicara seefektifnya.



وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا


“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. (Q.S. Al Isra’ : 17:36)

4.Hati-hati dalam berbuat
Perbuatan yang kita lakukan, mulai dari bangun tidur sampai tidur kembali terekam dalam file-file yang dicatat oleh malaikat Rakib dan Atid, terperinci dan tidak ada yang terlewatkan, dan kelak di akhirat, semua perbuatan itu akan dipertanggungjawabkan.

Di dunia ini, bisa jadi kejelekan yang kita perbuat bisa ditutupi dengan kebohongan mulut kita, kebusukan dan kejahatan, korupsi dan manipulasi, janji dan sumpah palsu, berbagai penyelewengan bisa kita rekayasa dengan mulut ini. Hingga sering yang salah menjadi benar dan benar menjadi salah.

Namun di akhirat kelak, mulut ini akan dikunci, dan tangan serta kaki ini akan membuktikan semua perbuatan kita.



الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ


“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan. “(Q.S. Yasin : 36:65)

KHATIMAH

SurgaNya, kelak akan diisi oleh orang-orang bertakwa yang salah satu sifatnya adalah memiliki jiwa kehati-hatian. Hati-hati dalam isi hati, berbicara, mendengar dan berbuat. Ada baiknya ketika kita akan melakukan sesuatu kita lebih berhati-hati lagi agar tidak membawa kehinaan dan kebinasaan di dunia atau di akhirat.

Semoga kita diberi bimbingan dan pertolonganNa hingga kita termasuk orang yang berhati-hati. Amin.


Agus Lukman Muttaqiin, S.Pd.I
Jamaah MPI | fb: sentuhanqalbu_bestfm@yahoo.com


Humas PI

Humas PI

PERCIKAN IMAN ONLINE DIGITAL - Ruko Komplek Kurdi Regency 33A Jl. Inhoftank, Pelindung Hewan Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40243 Telp. 08112216667 | info@percikaniman.org

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *